Polda Jabar Tepis Tudingan Eks Kapolsek Soal Perintah Galang Dukungan untuk Jokowi


SURATKABAR.ID – Setelah muncul pernyataan mengejutkan dari mantan Kapolsek asal Garut yang mengaku diperintahkan untuk menggalang dukungan bagi kubu 01, Polda Jabar memberikan bantahannya. Polda Jabar menepis tudingan dari eks Kapolsek soal instruksi galang dukungan untuk Jokowi tersebut.

Mengutip reportase CNNIndonesia.com, Senin (01/04/2019), Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, membantah pernyataan mantan Kapolsek Pasirwangi, AKP Sulman Azis, yang mengklaim dirinya diarahkan Kapolres Garut untuk menggalang dukungan bagi Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

“Tidak benar informasi tersebut,” tegas Trunoyudo Wisnu Andiko saat dikonfirmasi awak media pada Minggu (31/03/2019).

Trunoyudo menyatakan sesuai Undang-Undang Nomor 2/2002 tentang Kepolisian Negara, anggota Polri harus netral dan tidak boleh turut serta dalam politik praktis.

“Sudah jelas netralitas anggota polri sesuai pasal 28 UU 2/2002 dan TR arahan untuk netralitas juga sudah sangat jelas,” tandasnya.

Baca juga: Pengakuan Mengejutkan! Mantan Kapolsek Ini Mengaku Diperintah Galang Dukungan untuk 01

Trunoyudo Sebut Mutasi Itu Bukan Demosi

Sementara itu, mengenai mutasi Sulman ke Polda Jabar, Trunoyudo mengimbuhkan bahwa hal itu merupakan mutasi biasa yang rutin dilakukan di tubuh Polri. Saat ditanya apakah mutasi dari jabatan Kapolsek menjadi kepala seksi bersifat menjatuhkan atau sebaliknya, Trunoyudo Wisnu Andiko menganggap mutasi itu merupakan hal yang standar dan biasa saja.

Adalah penting untuk mengajukan pertanyaan tersebut kepada Trunoyudo mengingat AKP Sulman sendiri merasa bahwa mutasi tersebut membuat dirinya merasa telah dizolimi.

“Dari kapolsek ke kepala seksi biasa aja, bukan yang luar biasa bukan pula demosi. Jadi yang bersangkutan ini pengalaman di bidang lalu lintas, jadi di telegram-nya, ‎dia kompeten membidangi lalu lintas. Di jabatan barunya, dia membidangi urusan penegakan hukum lalu lintas,” beber Trunoyudo Wisnu Andiko. Demikian sebagaimana ditukil dari laporan TribunNews.com.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), demosi merupakan perpindahan‎ suatu jabatan ke jabatan yang lebih rendah. Sedangkan promosi menurut KBBI, adalah kebalikan dari demosi.

Apa Pengakuan AKP Sulman Ada Konsekuensi Hukum?

Lantas, apakah pengakuan AKP Sulman di kantor LBH Lokantara bersama Haris Azhar memiliki konsekuensi hukum? Menurut Truno, institusi Polri memiliki mekanisme tersendiri.

“Tentu ada mekanismenya nanti dari fungsi pengawasan karena seluruh personel Polri terikat aturan,” paparnya.

Saat ini, Sulman dimutasi ke fungsi Direktorat Lalu Lintas sebagai salah satu kepala unit di Polda Jabar sesuai Surat Telegram 499/II/Kep/2019 tentang mutasi rutin personel Polri.

“Yang bersangkutan sudah menjabat lebih kurang hampir dua tahun (sebagai kapolsek) dan jabatan adalah amanah. Semua jabatan ada batasannya,” ucap Truno kemudian.

Kronologi Pengakuan

Sebelumnya, Sulman Azis juga mengaku diperintahkan Kapolres Kabupaten Garut menggalang dukungan kepada pasangan calon nomor 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Perintah serupa juga diberikan kepada kapolsek lainnya di wilayah Kabupaten Garut.

Menurut Sulman, perintah itu terjadi pada Februari lalu. Sulman menambahkan, para kapolsek diancam akan dimutasikan apabila tidak mengindahkan instruksi tersebut. Tindakan itu akan dilakukan terhadap kapolsek jika paslon 01 kalah di wilayahnya.

Selain itu, aktivis Haris Azhar menyampaikan bahwa kepolisian tengah mendata kekuatan dukungan masyarakat terhadap paslon peserta Pilpres 2019. Ia mengklaim mempunyai data mengenai hal itu di sejumlah wilayah.

Lebih lanjut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, tidak membantah ada anggotanya di sejumlah wilayah melakukan pendataan seperti yang disebut Haris. Namun, menurutnya, pendataan dilakukan dalam rangka untuk membuat peta rawan konflik di antara pendukung kedua kubu paslon.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
Jika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik 'Vote!' untuk melihat hasil polling sementara.