Pengakuan Mengejutkan! Mantan Kapolsek Ini Mengaku Diperintah Galang Dukungan untuk 01


SURATKABAR.ID – Pengakuan mengejutkan keluar dari seorang mantan Kapolsek. Kapolsek Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, AKP Sulman Azis mengaku pernah diperintahkan untuk menggalang dukungan untuk pasangan calon nomor 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin oleh Kapolres Kabupaten Garut. Selain itu, disebutkan juga bahwa perintah serupa ikut diberikan kepada kapolsek lainnya di wilayah Kabupaten Garut.

“Beberapa kali saya dipanggil Kapolres untuk melakukan data dukungan kepada masing-masing calon diperintahkan untuk melakukan penggalangan,” ungkap Sulman di kantor Lokataru, Jakarta, Minggu (31/03/2018). Demikian dilansir dari laporan CNNIndonesia.com.

Sulman menambahkan, Kapolres Kabupaten Garut juga pernah menggelar rapat dengan para kapolsek di wilayahnya. Dalam rapat tersebut, perintah menggalang dukungan diberikan. Perintah pendataan dukungan masyarakat kepada 01 dan 02 pun diberikan.

Disebutkan Sulman, hal itu terjadi pada Februari lalu. Ia lalu melanjutkan, para Kapolsek diancam akan dimutasikan. Tindakan itu akan dilakukan terhadap kapolsek jika paslon 01 kalah di wilayahnya.

“Kami diancam, kalau seandainya di wilayah kami bertugas paslon nomor 01 kalah kami akan dipindahkan,” beber Sulman kemudian.

Baca juga: Eks Kapolsek Pasirwangi Cabut Penyataannya Soal Intruksi Dukung Jokowi

Saat ini, Sulman sudah tak lagi menjabat sebagai Kapolsek. Dia dimutasikan ke Polda Jabar seksi penanganan pelanggaran.

Dan saat awak media mencoba menghubungi Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko untuk mendapatkan konfirmasi, hingga berita ini dimuat, masih juga belum ada respon dari pihak yang bersangkutan.

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo juga belum memberikan respon saat dihubungi pada hari ini.

Mendata Kekuatan

Sebelumnya, Haris Azhar mengatakan kepolisian mendata kekuatan dukungan masyarakat terhadap paslon peserta Pilpres 2019. Dia mengklaim memiliki data mengenai hal itu di sejumlah wilayah.

Haris mengatakan data yang diperoleh dihimpun oleh Polres dan Polsek menggunakan Microsoft Excel.

“Kami punya daya di beberapa daerah kalau polisi melakukan pendataan itu. Pendataan soal kekuatan Paslon 01 dan Paslon 02. Kelompok ini dukung siapa,” tukas Haris kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi pada pekan lalu.

Pendataan untuk Membuat Peta Rawan Konflik

Lebih lanjut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo tidak membantah ada anggotanya di sejumlah wilayah yang melakukan pendataan seperti yang disebut Haris. Namun, ia menyebutkan, pendataan itu dilakukan dalam rangka membuat peta rawan konflik.

“Bisa saja anggota melakukan mapping kerawanan dan untuk mengidentifikasi potensi-potensi konflik yang mungkin dapat terjadi serta akan membuat cara bertindak dan rencana contigency nantinya apabila hal tersebut terjadi,” sebut Dedi pada beberapa waktu lalu.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
Jika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik 'Vote!' untuk melihat hasil polling sementara.