Emosi Prabowo Meledak-Ledak Saat Bahas TNI, Jokowi Tampak Down


SURATKABAR.ID – Pengamat menilai Debat Pilpres 2019 keempat yang menampilkan pertarungan antara kedua capres, Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto ini berbanding terbalik dengan gelaran debat sebelumnya.

Capres Petahana Jokowi, dihimpun dari laman CNNIndonesia.com pada Minggu (31/3/2019), disebut tampil lebih kalem dan cenderung tunduk di bawah tekanan. Sementara sang penantang, Prabowo dinilai lebih meledak-ledak.

Anomali performa Jokowi dan Prabowo ini terlihat sangat jelas ketika keduanya membahas isu soal pertahanan dan keamanan. Prabowo yang merupakan mantan Komandan Jendral Kopassus itu sejak awal tampil dengan penuh percaya diri. Sikap berbeda ditunjukkan Jokowi.

Jokowi hanya mengulang-ulang data alokasi anggaran pertahanan dan keamanan yang diklaimnya lebih dari cukup. Hal tersebut sebagai pertahanan atas serangan Prabowo yang mengungkit soal rapuhnya pertahanan Indonesia lantaran sedikitnya anggaran, yang disebutnya kalah dari Singapura.

Dalam kesempatan tersebut, tampak suara Jokowi beberapa kali terhenti dan mencari-cari jawaban. Sementara tangan kirinya berulangkali menyentuh sikut. Jokowi juga tak sekali dua kali memegang lengan kemejanya yang ia gulung.

Baca Juga: Prabowo: Bung Karno Membuat Angkatan Perang yang Terkuat di Asia Tenggara

Prabowo sendiri tampak terbakar emosi ketika mendengar tudingan Jokowi yang menyebut dirinya tak mempercayai TNI. Jokowi melontarkan pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas pernyataan lawan debatnya karena mengatakan pertahanan Indonesia rapuh.

Terkait hal tersebut, Direktur Voxpol Center Pangi Syawi Chaniago menyebut bahwa sang petahana menunjukkan gelagat grogi. Sikap itu bisa terjadi karena Jokowi mendapat kejutan dari Prabowo yang dalam kesempatan kali ini memang tampil jauh lebih ofensif.

“Saya lihat mental Pak Jokowi down karena Prabowo yang selama ini tidak agresif, tidak emosional tiba-tiba gas. Mungkin ini mempengaruhi dan membuat mental Jokowi jatuh,” ujar Pangi ketika dihubungi pada Sabtu (30/3).

Lebih lanjut, Pangi menilai Prabowo tengah bermain-main dengan karakter aslinya. Pasalnya ia merasa memiliki kemampuan di bidang pertahanan dan keamanan. Sebaliknya, Jokowi yang terkejut akhirnya kurang bisa membalas dengan performa terbaik. Hal itu tampak ketika membahas isu pemerintahan.

Jokowi memilih mengajukan pertanyaan soal pendapat Prabowo mengenai mal layanan publik. Alih-alih menyerang jawaban rivalnya, Jokowi malah memberikan respons dengan memaparkan teknis program. Berbeda pada debat sebelumnya, di mana Jokowi bisa membuat Prabowo bertekuk lutut.

“Dari awal Jokowi mentalnya sudah dipukul Prabowo. Prabowo tampil lebih agresif dan menyerang Jokowi,” tutur Pangi

Penilaian serupa juga diungkapkan pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Adi prayitno. Menurutnya, pada tema pertahanan dan keamanan yang diangkat pada Debat Pilpres 2019 keempat, Prabowo sengaja ingin memperlihatkan kebolehannya di bidang militer.

Hal itu tampak jelas dari bagaimana ia berkali-kali menyebut pengalamannya di militer. Namun ia malah terpancing emosi ketika disentil Jokowi yang menyebutnya tak percaya TNI. Akhirnya Prabowo pun melontarkan pernyataan tegas bahwa dirinya lebih TNI ketimbang banyak TNI.

“Dia (Prabowo) mau menunjukkan superioritasnya di bidang pertahanan dan keamanan dari Jokowi. Jadi tampil agak menggebu-gebu,” sebut Adi saat dihubungi.

Sementara Adi mengungkapkan Jokowi tampak sangat terpukul mendapati perubahan gaya bermain yang ditunjukkan Prabowo. Jokowi terlihat lebih menarik diri, khususnya ketika berbicara tentang isu pertahanan dan keamanan.

Selain itu, jika dibandingkan dari gelaran debat sebelumnya, Jokowi juga tampak lebih berpikir. Menurut Adi, gerakan tubuh Jokowi, seperti gerakan tangan yang memegang siku, kemudian banyaknya jeda bicara, menunjukkan Jokowi berupaya menjegal serangan Prabowo.

“Dia (Jokowi) terlihat berpikir keras untuk menentukan jawaban yang bisa membalikkan keadaan,” ungkap Adi.