Heboh Grup WA Polri Berisi Percakapan Upaya Menangkan Jokowi-Ma’ruf, Begini Kata Polisi


SURATKABAR.ID – Grup percakapan melalui pesan singkat WhatsApp yang berisikan anggota Polri saat ini tengah menghebohkan masyarakat. Pasalnya, konon ada upaya untuk memenangkan capres cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin di dalamnya. Dan kini, tangkap layarnya (screenshot) dari percakapan yang bernama PILPRES 2019 tersebut beredar luas di kalangan masyarakat.

Mengutip reportase JPNN.com, Sabtu (30/03/2019), diduga grup tersebut berisikan para anggota Polri di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Screenshot yang kini jadi ramai di media sosial itu membuat pihak Polri pun dituduh tak netral dalam Pemilu 2019. Lantas, bagaimana tanggapan polisi?

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, percakapan dalam grup WA itu harus dipastikan dahulu kebenarannya. Untuk itu, Polri akan menelusurinya.

“Kami akan cek kebenaran isu itu. Bila terbukti benar ada oknum anggota Polri yang terlibat sesuai dengan fakta hukum pasti akan ada tidakan tegas,” beber Dedi, Jumat (29/03/2019).

Kelak, Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri akan mendalami hal ini. Dedi menegaskan, Polri akan terus menjaga netralitas  dalam kontestasi Pemilu 2019.

Baca juga: Getolnya Jokowi Menekan Golput di Pilpres 2019

“Hal itu sesuai Pasal 28 UU Nomor 2 Tahun 2002 dan beberapa TR (telegram rahasia) arahan langsung dari pimpinan Polri untuk seluruh anggota harus menjaga netralitas,” tandas Dedi.

Menurut kabarnya, grup WA bernama PILPRES 2019 itu mempunyai 43 anggota termasuk Kapolres dan Kapolsek di Bima. Percakapan di grup itu dibocorkan oleh salah satu anggota yang telah dikeluarkan.

Dalam salah satu percakapan tertulis, seorang polisi AKBP EA menyampaikan bahwa para kapolsek akan dievaluasi jika pasangan Jokowi-Ma’ruf kalah di wilayahnya. Bahkan, dalam percakapan itu ada target kemenangan bagi Jokowi-Ma’ruf.

“Kapolsek yang wilayahnya kalah akan dievaluasi oleh Kapolda. Ini serius. Jadi tolong dukungannya secara ikhlas dan sadar diri karena kita berjuang untuk institusi berarti juga memperjuangkan nasib kita sendiri. Target minimal 60 persen,” demikian tertulis dalam grup WA tersebut.

Para Kapolsek juga diperintah untuk memasang baliho bergambar Jokowi-Ma’ruf di setiap desa dan kelurahan. Selanjutnya, baliho yang sudah terpasang agar dilaporkan melalui grup WA itu.

“Para Kapolsek tolong agar buat baliho 01 di tiap-tiap desa/kelurahan. Minimal 1 baliho per desa/kelurahan. Dan kirim laporannya di grup ini. Trims,” tuturnya menambahkan.

Lebih lanjut, melansir Tempo.co, obrolan dalam grup WA yang memuat instruksi kepada Kapolsek untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf itu kemudian diunggah oleh akun Twitter JS Prabowo @marierteman dalam bentuk tangkapan layar (screenshot).

Dalam akun tersebut, purnawirawan jenderal bintang tiga TNI itu menggunggah screenshot sebuah obrolan grup WhatsApp bernama ‘Pilpres 2019’. Diduga grup WA itu berisikan sejumlah anggota Polri.

“Chat ini beredar luas. Jika benar, …..Polri sudah tidak netral,” demikian cuit JS Prabowo.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
Jika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik 'Vote!' untuk melihat hasil polling sementara.