Berhasil Buat Anggota KKB Menyerah Tanpa Letusan Senjata, Aksi Anggota TNI Ini Viral


SURATKABAR.ID – Sebuah video rekaman dari prajurit TNI yang nekat ‘buang’ senjata ke tanah lalu membujuk anggota KKB menyerah kini tengah viral di media sosial. Video itu menjadi hebho di tengah masyakarat lantaran prajurit TNI berhasil melakukan persuasi tanpa letusan senjata. Beredarnya video prajurit TNI yang sedang menangkap kelompok bersenjata ini di antaranya diunggah oleh akun Instagram @infokomando.

Pada rekaman video tersebut, kelompok itu diamankan dari tengah hutan. Mereka menyerah ke prajurit TNI dan langsung memberikan senjata api laras panjang ke petugas. Demikian seperti dikutip dari laporan Medan.TribunNews.com, Kamis (28/03/2019).

Dalam keterangan di kolom caption unggahan Akun @infokomando tersebut, diungkapkan bahwa kelompok yang telah berhasil ditangkap itu berhubungan dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Kelompok bersenjata tersebut telah menyerahkan diri tanpa ada letusan senjata api. Prajurit TNI, Pratu Kreku, berhasil membujuk mereka dengan meletakkan seluruh senjata dan menjamin keamanan anggota KKB. Pratu Kreku berjalan mendekat ke arah kelompok bersenjata, sementara rekan-rekannya siaga untuk antisipasi kemungkinan terburuknya. Melihat kenekatan Pratu Kreku akhirnya kelompok itu menyerahkan diri.

Berikut Ini Keterangan Lengkapnya:

Prajurit Raider Yonif RK 751/VJS dengan pangkat Prajurit Satu (Pratu). Bersama teman-temanya dia berhasil menyergap anggota kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Bilkuis Kogoya yang membawa senjata api standar militer.

Baca juga: Datang ke Papua, Prabowo Dapat Sambutan Seperti Ini

Peristiwa tersebut terjadi saat Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pam Rawan) yang bertugas di Pos Illu Kabupaten Puncak Jaya Papua melaksanakan penyergapan terhadap kelompok KKSB. Penyergapan dipimpin Danpos Lettu Inf Sukma.

Menurut Kapendam XVII/Cenderawasih Kol Inf M Aidi, penyergapan berjalan dengan sukses dan berhasil membekuk tersangka Bilkuis Kogoya tanpa letusan senjata.

Bilkuis Kogoya membawa tas noken yang berisi HP, bendera Bintang Kejora dan sejumlah barang bukti (barbuk) lainnya.

Namun saat yang bersangkutan dibawa ke Pos dan diintrogasi, Bilkuis Kogoya mengakui bahwa senjatanya saat ini dibawa oleh temannya yang sedang berada di sebuah Honay dipinggir Sungai Dolinggame Distrik Illu.

Kapendam menjelaskan, anggota Pos lalu kembali melaksanakan penyergapan ke arah Honay yang ditunjukkan oleh Bilkuis.

Ternyata di dalam Honay tersebut terdapat 2 orang teman Bilkuis atas nama Nimoya Kogoya dan Komisi Kogaya, dan dipastikan menyimpan senjata standar militer sesuai keterangan Bilkuis.

Menurut Kapendam, anggota Satgas mengepung Honay dan meminta penghuninya keluar menyerahkan diri. Namun keduanya bersembunyi ketakutan tidak mau keluar.

Anggota Satgas berusaha membujuk tersangka agar keluar menyerahkan diri dan akan dijamin keamanannya.

“Untuk meyakinkan tersangka bahwa mereka tidak akan disakiti, tiba-tiba Praka Kreku berdiri dan melepaskan perlengkapannya serta meletakkan senjatanya kemudian mendekati Honay sambil mengajak kedua tersangka keluar dari persembunyiannya.

Pratu Kreku dikawal oleh rekannya Praka Oktovianus Kainama, sedangkan anggota Tim yang lain bersiap siaga mengantisipasi kemungkinan terburuk akan terjadi,” ungkap Kapendam.

View this post on Instagram

Semangat pagi sobat que… @infokomando . Kemenangan sejati seorang prajurit adalah saat menaklukkan musuh tanpa pertempuran *** . Kreku adalah seorang prajurit Raider Yonif RK 751/VJS dengan pangkat Prajurit Satu (Pratu). Bersama teman-temanya dia berhasil menyergap anggota kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Bilkuis Kogoya yang membawa senjata api standar militer. Peristiwa tersebut terjadi saat Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pam Rawan) yang bertugas di Pos Illu Kabupaten Puncak Jaya Papua melaksanakan penyergapan terhadap kelompok KKSB. Penyergapan dipimpin Danpos Lettu Inf Sukma. Menurut Kapendam XVII/Cenderawasih Kol Inf M Aidi, penyergapan berjalan dengan sukses dan berhasil membekuk tersangka Bilkuis Kogoya tanpa letusan senjata. Namun Sayang, Bilkuis Kogoya ternyata tidak membawa senjata, dia hanya membawa tas noken yang berisi HP, bendera Bintang Kejora dan sejumlah barang bukti (barbuk) lainnya. Namun saat yang bersangkutan dibawa ke Pos dan diintrogasi, Bilkuis Kogoya mengakui bahwa senjatanya saat ini dibawa oleh temannya yang sedang berada di sebuah Honay dipinggir Sungai Dolinggame Distrik Illu. Kapendam menjelaskan, anggota Pos lalu kembali melaksanakan penyergapan ke arah Honay yang ditunjukkan oleh Bilkuis. Ternyata di dalam Honay tersebut terdapat 2 orang teman Bilkuis atas nama Nimoya Kogoya dan Komisi Kogaya, dan dipastikan menyimpan senjata standar militer sesuai keterangan Bilkuis. Menurut Kapendam, anggota Satgas mengepung Honay dan meminta penghuninya keluar menyerahkan diri. Namun keduanya bersembunyi ketakutan tidak mau keluar. Anggota Satgas berusaha membujuk tersangka agar keluar menyerahkan diri dan akan dijamin keamanannya. "Untuk meyakinkan tersangka bahwa mereka tidak akan disakiti, tiba-tiba Praka Kreku berdiri dan melepaskan perlengkapannya serta meletakkan senjatanya kemudian mendekati Honay sambil mengajak kedua tersangka keluar dari persembunyiannya. Pratu Kreku dikawal oleh rekannya Praka Oktovianus Kainama, sedangkan anggota Tim yang lain bersiap siaga mengantisipasi kemungkinan terburuk akan terjadi," ungkap Kapendam REPOST Vid : @para_petarung

A post shared by Info Komando ? (@infokomando) on

Kilas Balik Sebelumnya

Setelah baku tembak antara KKB dengan aparat Brimob dan TNI, OPM keluarkan pernyataan mengejutkan. Beberapa hari KKB terlibat kontak tembak dengan anggota Brimob yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi di Mugi, Kabupaten Nduga, Rabu (20/03/2019) yang menewaskan seorang anggota Brimob dan melukai dua lainnya, kini OPM membuat pernyataan mengejutkan.

Dikutip dari laporan Tribun Video, Pentolan OPM Terianus Satto dan Sebby Sambom mengeluarkan pernyataan resmi yang berisi meyakinkan kepada pendukungnya bahwa Papua akan terlepas dari Indonesia dan merdeka.

Pernyataan itu disampaikan melalui fanpage FB TPNPBNews, Sabtu (24/03/2019).

Terianus Satto dan Sebby Sambom optimis Papua akan merdeka. Menurut mereka, kini banyak pemuda Papua yang gigih berjuang, di mana Indonesia tak akan mampu lagi  meredamnya. Berikut empat pernyataan dari Terianus Satto dan Sebby Sambom:

1. Ingat bahwa Papua pasti akan merdeka, karena kebangkitan Nasional yang telah bangkit melalui Generasi muda Papua dan melakukan perjuangan yang gigi di era globalisasi ini Indonesia tidak akan mampu meredamkannya.

2. Ingat juga bahwa Pengalaman Timor Leste adalah Pelajaran yang berharga, karena setelah Papua merdeka kami akan cari orang asli Papua yang bikin Pemekaran Provinsi baru yang sebenarnya memberikan keuntungan hanya bagi Kolonial Indonesia.

3. Anda boleh kerja dengan Pemerintah Kolonial Republik Indonesia untuk memenuhi kebutuhan hidup, namun ingat bahwa jangan korbankan hak hidup orang asli Papua.

4. Dan silakan ikuti perjuang anak-anak muda Papua, dimana berjuang dengan gigi dan dengan punuh sadar demi merebut kemerdekaan bangsa Papua. Hal ini tidak akan di block oleh Pemerintah Kolonial Republik Indonesia dan Papua pasti akan MERDEKA. Kami percaya dan berjuangan dengan iman teguh.

Lebih lanjut, Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung mengungkapkan, TNI dan Polri selalu memantau aktivitas kelompok separatis di Papua. TNI dan Polri sudah berkoordinasi untuk menangani tindakan dari kelompok pemberontak.

Sebelumnya, kontak senjata antara Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua dengan aparat kembali terjadi di Nduga.

Menukil laporan AntaraNews.com, KKB terlibat kontak tembak dengan anggota Brimob yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi di Mugi, Kabupaten Nduga , Rabu (20/03/2019). Akibat kontak tembak dengan KKB itu, seorang anggota Brimob gugur dan dua lainnya mengalami luka berat.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 07.20 WIT itu terjadi saat anggota sedang melaksanakan pengamanan bandara.

Kepada Kantor Berita Antara, Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin pada Rabu kemarin telah membenarkan terkait terjadinya insiden yang menyebabkan meninggalnya satu anggota Brimob itu.

Memang benar ada kontak tembak antara anggota brimob dengan KKB hingga menewaskan satu anggota Brimob dan dua anggota lain terluka. Irjen Pol Sormin mengungkapkan, korban saat ini sudah dievakuasi ke Timika.

Pasukan TNI yang tergabung dalam Satgas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) itu akan melaksanakan pengamanan dan pembangunan infrastruktur Trans Papua Wamena-Mumugu di Kabupaten Nduga.

Pasukan TNI yang tergabung dalam Satgas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) itu akan melaksanakan pengamanan dan pembangunan infrastruktur Trans Papua Wamena-Mumugu di Kabupaten Nduga.

Adapun insiden ini terjadi saat aparat tengah melakukan pengamanan bandara dalam rangka pendorongan logistik serta untuk pendaratan helikopter yang membawa Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Tindak, Kombes Pol. Jhon Sitanggang, S.I.K., bersama tim.

3 orang anggota tim Belukar terkena tembakan dan satu orang di antaranya gugur akibat baku tembak tersebut. Anggota brimob yang menjadi korban dalam kontak tembak ini adalah Bharada Aldy, sedangkan yang terluka yakni Ipda Arif Rahman dan Bharada Ravi Fitrah Kurniawan.

Bharada Aldy meninggal dunia dengan luka tembak di bahu bagian ketiak kanan. Sementara Ipda Arif Rahman menderita luka tembak di bahu kiri, tembus punggung belakang dan Bharada Ravi Fitrah Kurniawan menderita luka tembak di pinggang kanan belakang. Ke-3 anggota tim Blukar yang terkena tembak sudah di evakuasi dari Distrik Mugi, Kab. Nduga ke RSUD Timika menggunakan Helly Penerbad.

Kontak Senjata dengan Anggota TNI

Sebelumnya, pada 7 Maret 2019 lalu, kontak senjata anatara KKB dan TNI juga terjadi di Nduga. Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi menyebutkan, pasukan TNI diserang dengan kekuatan tidak berimbang.

Pasukan TNI yang tergabung dalam Satgas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) itu akan melaksanakan pengamanan dan pembangunan infrastruktur Trans Papua Wamena-Mumugu di Kabupaten Nduga.

“Pasukan mendapatkan serangan dari pihak KKB pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Mugi Kab. Nduga, Kamis (7/03/2019) sekitar pukul 08.00 WIT,” ujar Sisriadi.

Tiga orang anggota TNI gugur dalam insiden tersebut.