Jalin Hubungan Gelap dengan Menantunya Sendiri Hingga Hamil, Pengakuan Wanita NTT Ini Bikin Muntah


SURATKABAR.ID – Seorang ibu mertua mengakui telah menjalin hubungan gelap dengan menantunya sendiri. Dan bahkan dari hubungan tersebut, ibu itu menjadi hamil. Ketika bayi hasil hubungan gelapnya lahir, sang ibu nekat membuangnya ke sungai yang berarus deras. Kabar yang mengejutkan publik ini diketahui terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dilansir dari halaman Grid.ID, Kamis (28/03/2019), ibu mertua berinisial RR ini dketahui tega membuang bayi hasil cinta terlarangnya ke sungai berarus deras. Aksi keji ini dilakukan RR karena takut hubungan gelap dengan menantunya diketahui oleh putri sulungnya.

Mengutip Kompas.com, insiden ini tepatnya terjadi di Desa Tanawara, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (23/03/2019) lalu.

Kejadian ini pertama kali diketahui sewaktu seorang warga menemukan jasad bayi tenggelam dan terbawa arus sungai 1 kilometer dari tempat kejadian. Atas penemuan jasad bayi ini, warga langsung melapor ke pihak kepolisian setempat.

Kemudian, berdasarkan hasil penyidikan pihak kepolisian Polres Sikka, Flores, bayi yang diketahui berjenis kelamin perempuan ini tewas lantaran menelan terlalu banyak air. Bayi malang itu diduga masih hidup sewaktu dilahirkan. Namun akhirnya ia harus meninggal dunia gara-gara tenggelam terbawa arus.

Baca juga: Unik! 4 Bayi Ini Diberi Nama Pasangan Capres-Cawapres 2019

Pada Senin (25/03/2019), pelaku pembuang bayi pun telah ditangkap aparat Kepolisian Pos Pol Talibura dan ditahan di Polres Sikka.

Sementara itu, menurut reportase Pos Kupang dan Suar Grid, Kasat Reskrim Polres Sikka AKP Heffri Dwi Irawan menyebutkan bahwa pelakunya ialah seorang wanita berusia 39 tahun berinisial RR.

Berdasarkan hasil penyidikan, AKP Heffri Dwi Irawan menuturkan pelaku memang melakukan aksinya itu dengan sengaja. Berdasarkan pengakuan pelaku dari hasil pemeriksaan, ibu itu mengklaim dirinya melahirkan bayi itu di bantaran sungai Desa Tanawara pada Sabtu (23/03/2019).

Usut punya usut, bayi itu merupakan hasil perselingkuhan dengan menantunya sendiri. Lantaran malu dan takut hubungan gelapnya dengan suami putri sulungnya ketahuan, pelaku pun tega membuang bayi itu ke sungai berarus deras.

Kendati mengaku sampai menangis dua kali saat membuang bayi tak berdosa itu ke sungai, pelaku tetap merasa tak menyesal.

“Bayi perempuan ini masih hidup pada saat dilahirkan. Mungkin pada saat itu tersangka kalut dan takut kemudian melepaskan bayinya ke sungai. Ia sama sekali tidak menyesal bahkan rasa bersalah telah membunuh bayinya. Tersangka mengaku kepada kita, ia tidak menyesal,” tutur AKP Heffri Dwi Irawan.

Hingga berita ini dimuat, kepolisian Polres Sikka, Flores masih menyelidiki hubungan antara tersangka dan ayah biologis dari bayi tersebut.

“Penyidik masih memeriksa tersangka, ibu bayi. Penyidik akan dalami keterangan siapa ayah biologis dari bayi tersebut,” pungkas Iwan, Selasa (26/3/2019) siang kepada pers.