Posting Foto Pose 2 Jari di Medsos, PNS Ini Divonis Penjara


sumber: cnnindonesia.com

SURATKABAR.ID Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan, Sumatra Utara memvonis Ibrahim Martabaya pidana selama 3 bulan penjara. Pegawai Negeri Sipil (PNS) di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV ini terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Undang-Undang (UU) Pemilu karena mengampanyekan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di akun facebooknya.

“Menghukum, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama 3 bulan penjara, denda sebesar Rp5 juta, subsidair satu bulan kurungan,” kata majelis hakim yang diketuai Aswardi Idris membacakan amart putusan di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (27/3/2019), dikutip dari cnnindonesia.com.

Terdakwa dinyatakan bersalah telah melanggar Pasal 280 jo Pasal 552 UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu sebagaimana dakwaan JPU.

Baca Juga: Pamer Stiker Prabowo-Sandiaga, Enam Guru Honorer Dipecat

“Adapun hal-hal yang memberatkan karena terdakwa merupakan aparatur sipil negara yang seharusnya netral. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan,” sebut Aswardi.

Ibrahim yang didampingi oleh istrinya tidak mau banyak berkomentar tentang putusan yang berikan kepadanya. Sedangkan Kadlan Sinaga, salah seorang tim JPU menerangkan jika kasus tersebut bermula dari laporan warga ke Sentra Penegakan Hukum terpadu (Gakkumdu) Sumatra Utara.

“Jadi memang yang terbukti tadi di persidangan itu postingan terdakwa saat berpose dua jari. Kemudian dia mengunggah foto bersama Djoko Santoso di Bandara Kualanamu sambil menunjukkan simbol jari dua,” kata Kadlan.

Kadlan menjelaskan bahwa sebagai aparaut sipil negara, mestinya terdakwa bersiklap netral, tidak menunjukan keberpihakannya kepada salah satu calon peserta Pilpres 2019. Hal itu, menurutnya, sudah diatur dalam undang-undang.

“Untuk putusan ini, kita masih pikir-pikir. Kita akan minta arahan pimpinan dulu,” terangnya

Seperti diketahui, terdakwa mengunggah foto di akun facebooknya soal dukungan kepada Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Salah satu postingan yang ada di akun Facebook milik terdakwa antara lain ada #2019PrabowoPresiden kemudian #2019GantiSontoloyo.

Kata-kata itu diposting terdakwa saat berada di rumahnya yang berada di Jalan Eka Rasmi Gang Eka Suka XI Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor. Postingan itu dilakukan terdakwa sejak 5 Oktober 2018, 13 Oktober 2018, kemudian 10 November 2018, dan terakhir 3 Desember 2018.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumya3 Menteri Mundur Bersamaan, Penggantinya Diumumkan Senin Depan
Berita berikutnyaPolisi Buka Kemungkinan Ada Tersangka Baru di Kasus Hoax Ratna Sarumpaet