3 Menteri Mundur Bersamaan, Penggantinya Diumumkan Senin Depan


    SURATKABAR.ID Anggota kabinet sebuah pemerintahan jika ada yang mundur pasti akan menjadi perhatian publik. Terlebih jika lebih dari satu menteri yang menyatakan mundur dalam waktu bersamaan.

    Hal itu terjadi di kabinet Presiden Prancis Emmanuel Macron. Tiga menteri itu mundur lantaran bersiap untuk mencalonkan diri dalam pemilihan Eropa dan kota mendatang.

    Baca Juga: Gara-Gara Punya ‘Rudal’ Kelewat Besar, Pria Ini Dilaporkan Polisi Oleh Mertuanya

    Seperti diwartakan detik.com yang melansir dari AFP, Kamis (28/3/2019), kepergian ketiganya membuat secara total ada 10 menteri yang telah meninggalkan pemerintah pusat Macron sejak ia menjabat pada tahun 2017.

    Sebuah pengumuman disebutkan jika menteri Eropa Nathalie Loiseau pergi meninggalkan kabinet. Ia berencana untuk pemilihan di Eropa pada Mei mendatang. Kemudian ada juga menteri junior Benjamin Griveaux dan Mounir Mahjoubi yang keduanya berencana mencalonkan diri sebagai walikota Paris pada tahun 2020.

    Pihak kepresidenan belum memberikan keterangan perihal pengganti mereka. Tersiar kabar jika penggantinya akan diumumkan pada senin mendatang.

    Penasihat Eropa Macron, Clement Beaune, disebut akan menggantikan Loiseau sebagai menteri. Posisi itu penting dalam mengkomunikasikan posisi Prancis dalam negosiasi Brexit yang penuh keributan.

    Sebelumnya tercatat beberapa menteri yang hengkang dari kabinet Macron, yakni Nicolas Hulot. Dia mundur sebagai menteri ekologi tahun lalu dan menuduh Macron tidak memprioritaskan reformasi lingkungan.

    Presiden Prancis Emmanuel Macron (Foto: DW News)

    Hulot ketika itu mengumumkan pengunduran dirinya saat wawancara di sebuat stasiun radio. Dia mengatakan, jika ritinya mundur setelah tidak sepaham dengan kebijakan maupun usaha pemerintah dalam menangani isu perubahan iklim.

    “Saya tidak ingin terus berbohong. Saya tak ingin memberi ilusi bahwa adanya saya di pemerintahan membuat kami bisa menyelesaikan persoalan lingkungan dengan baik,” tuturnya.