Gara-Gara Punya ‘Rudal’ Kelewat Besar, Pria Ini Dilaporkan Polisi Oleh Mertuanya


SURATKABAR.ID – Seorang menantu dilaporkan ke polisi oleh mertuanya sendiri dengan aduan alat vitalnya kelewat besar. Belum lama ini, Polsek Maron menangani kasus tersebut. Diketahui, ayah mertua melaporkan menantunya sendiri ke polisi lantaran anaknya meninggal dunia. Diduga kematian tersebut terjadi akibat ‘rudal’ menantunya yang kelewat besar. Sehingga akibat alat kelamin yang tak wajar tersebut jadinya menyebabkan kematian yang tak wajar menimpa anak perempuannya.

Dilansir dari reportase JawaPos.com, Rabu (27/03/2019), untungnya kasus ini tak sampai ke meja hijau. Upaya Polsek Maron yang melakukan prosesi mediasi terhadap kedua belah pihak telah berhasil.

Diketahui, mertua yang bernama Sito (55) itu merupakan warga Dusun Brukkan, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Ia melaporkan kasus ini dan menuduh pihak yang bernama Basar, yang tak lain ialah menantunya sendiri. Pelaporan ini dilakukan atas tuduhan pembunuhan terhadap putrinya yang bernama Jumatri.

Menurut Aipda Dadang selaku Kanit Reskrim Polsek Maron, laporan pembunuhan itu telah dilayangkan beberapa waktu lalu. Yang menjadi terlapor yaitu menantunya, yang diduga karena memiliki alat kelamin yang besar.

“Jadi, meninggalnya anak pelapor (Jumatri) itu sempat diduga karena suaminya yang memiliki alat kelamin tidak wajar. Sehingga kemudian mengakibatkan adanya korban meninggal,” tuturnya saat dikonfirmasi.

Baca juga: Lucinta Luna Jadi Istri Orang, Fotografer Beberkan Hal Tak Biasa Saat Prosesi Pernikahan

Ia melanjutkan, Sito yang menjadi pelapor itu menilai bahwa kematian Jumatri lantaran Basar memiliki alat kelamin yang besar. Kabar itu didapatkannya dari seseorang, yang enggan disebutkan namanya oleh Sito.

Alhasil berdasarkan dugaan tersebutlah Sito lantas melaporkan ke polisi.

“Jadi, tidak tahu sendiri. Tetapi dapat (laporan) dari orang luar,” tukas Sito.

Mendapat laporan seperti itu, Polsek Maron tentu saja harus melayani masyarakat. Dan ini termasuk serangkaian melakukan penyelidikan. Agar kasus ini dapat diselesaikan dan tidak berkepanjangan, polsek mengumpulkan semua pihak pada Rabu (20/03/2019) lalu.

Tak hanya kedua belah pihak, pihak kepolisian juga turut menghadirkan kepala desa dan perangkat Maron Kidul.

Pelapor dan terlapor, dikumpulkan di rumah pelapor.

“Tujuannya untuk mengklarifikasi kebenaran bahwa alat kelamin menantunya besar,” imbuh Dadang.

Setelah semuanya berkumpul, Basar lalu menunjukkan alat kelaminnya ke pihak mertua dan kakak iparnya, Nedi. Sewaktu ditelaah, Sito memastikan bahwa kabar yang beredar di lingkungan masyarakat itu ternyata tidak benar.

Karenanya, Sito kemudian mencabut laporannya dan meminta maaf. Pencabutan laporan itu juga diperkuat dengan pembuatan surat pernyataan. Hal ini dilakukan agar tidak ada lagi tuntutan serupa di kemudian hari.

Atas hal itu pula, Polsek Maron juga memberikan pemahaman kepada pihak yang terlibat. Salah satunya agar tak langsung mempercayai adanya suatu kabar.

“Masyarakat jangan mudah termakan hoaks. Sebelum bertindak harus didasari kepada kebenaran. Sehingga tidak ada saling curiga,” tegasnya.

Sementara itu, Sito yang terlanjur melaporkan menantunya itu akhirnya memohon maaf. Pihaknya mengaku bersalah dan termakan isu bahwa kelamin menantunya kelewat besar, yang digadang-gadang ukurannya tidak wajar. Dan saking tak wajarnya itulah sehingga menyebabkan anak perempuannya mati.

“Saya minta maaf sebesarnya. Beribu maaf dari saya. Saya anggap perkara ini tidak ada, aman,” bebernya.

Pengakuan permintaan maafnya itu sempat direkam dalam video. Dalam video itu, ia menyesali perbuatannya yang melaporkan menantunya sendiri tersebut. Oleh sebab itu, ia mencabut laporan yang telah dilayangkannya sehingga tak perlu berlanjut ke ranah hukum. Hal itu dilakukannya setelah ia memastikan sendiri dengan melihat langsung alat kelamin menantunya yang ternyata berukuran normal tersebut.

“Banyak orang bilang kelamin menantu saya besar. Ternyata saya lihat sendiri, kecil. Jadi saya cabut perkara itu. Saya tak akan percaya omongan orang yang semestinya tidak langsung saya telan,” pungkasnya.