Elektabilitas Jokowi Anjlok, Peneliti LIPI Ungkap Adanya Migrasi Pemilih


sumber: linisiar.id

SURATKABAR.ID Elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dinilai mengalami tren penurunan dalam enam bulan terakhir.

Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Firman Noor menyatakan bahwa penurunan elektabilitas tersebut disebabkan oleh fenomena migrasi pemilih.

Migrasi pemilih itu tidak hanya dari para undecided voters (pemilih yang belum menentukan pilihan) dan swing voters yang akhirnya memutuskan memilih pasangan Prabowo Subuanto – Sandiaga Uno, akan tetapi juga pemilih Jokowi yang pindah haluan ke kubu seberang.

“Berdasarkan kajian Kompas terakhir misalnya, menangkap adanya pola migrasi preferensi di enam bulan terakhir, dengan salah satu kesimpulannya adalah tren keterpilihan Jokowi-Ma’aruf yang menurun dan sebaliknya tren dukungan terhadap Prabowo-Sandi yang meningkat,” kata Firman dalam diskusi politik ‘Migrasi Suara Pilres 2019: Hasil Survei VS. Realita’ di Jakarta, Minggu (24/3/2019), dikutip dari cnnindonesia.com.

Firman mengatakan hal tersebut untuk menanggapi hasil survei Litbang Kompas terbaru pada Maret 2019. Hasil jajak pendapat itu menunjukkan selisih elektabilitas antara Jokowi-Ma’ruf dengan Prabowo-Sandi semakin menipis jika dibandingkan hasil jajak pendapat pada Oktober 2018.

Baca Juga: TKN: Jangan Sampai Ada Warga NU yang Tidak Memilih Jokowi-Ma’ruf

Hasil survei terbaru itu memaparkan selisih kedua paslon hanya terpaut 11,8 persen, yakni elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf sebesar 49,2 persen dan pasangan Prabowo-Sandi 37,4 persen.

Lebih lanjut, Firman menilai ada beberapa faktor yang menyebabkan anjloknya elektabilitas Jokowi. Salah satunya adalah faktor ketidakpuasan.

Selain itu, menurut Firman, persoalan kesejahteraan seperti daya beli masyarakat dan ketersediaan pekerjaan menjadi hal yang berpotensi memicu perubahan pilihan pada pemilih untuk tak lagi mendukung petahana.

Faktor lainnya yang diungkap oleh Firman adalah mengenai perubahan citra sosok Prabowo. Kesan yang dibangun Prabowo belakangan ini punya pengaruh dalam meningkatkan elektabilitasnya. Menurut penilaian Firman, Prabowo akhir-akhir ini mengubah citranya yang semula terkesan keras dan ‘macho-militeristik’ menjadi lebih humanis dan luwes dalam beberapa kesempatan.

“Dalam satu kesempatan Prabowo bahkan mau berjoget di mana sejauh ini kita tidak pernah melihat sosok beliau yang seperti itu. Jika saat ini terdapat pergeseran positif bagi paslon 02, sesungguhnya ini mengindikasikan meningkatnya citra positif pasangan tersebut di mata masyarakat,” kata Firman.

Baca Juga: ICYF: Di Era Jokowi Urusan Politik Luar Negeri Terasa Paling Lemah

Firman juga menekankan migrasi suara bisa terjadi akibat mesin politik seperti partai pendukung dan jaringan relawan yang terus bergerak tanpa batas untuk meyakinkan para pemilih. Menurutnya gerakan rewalan masing-masing kubu paslon berpengaruh besar menarik dukungan terutama bagi para undecided voters dan swing voters.

“Bahkan menurut saya kerja tim sukses dan parpol itu tidak semilitan para jaringan relawannya. Jaringan relawan di pelosok terbukti bekerja lebih militan dan luas lagi untuk meraih para pemilih yang tak terjangkau,” kata Firman.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler


Berita sebelumyaAHY Tak Sekalipun Sebut Prabowo-Sandiaga dalam Pidatonya, Ada Apa Ini?
Berita berikutnyaDi Vietnam Daging Tikus Jadi Santapan Favorit, Bahkan Harganya Sampai Segini