Disodori Segepok Uang oleh Edy Rahmayadi, UAS: Saya Malu


SURATKABAR.ID – Ustaz Abdul Somad atau yang lebih akrab disapa UAS tiba-tiba saja secara terang-terangan mengungkapkan bahwa dirinya diberi setumpuk uang oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

Hal tersebut, seperti dihimpun dari laman Tribunnews.com pada Minggu (24/3/2019), disampaikan UAS ketika mengenang ibunda yang telah menghadap Sang Pencipta. Video ceramah tersebut juga ikut dibagikan melalui channel YouTube Tafaqquh Video pada Jumat (21/3).

Awalnya, UAS mengungkapkan bahwa sang ibu adalah sosok yang rajin bersedekah. Ia menyedekahkan uang hasil kerjanya sendiri. Tak sekali pun Rohana, ibunda UAS meminta uang kepada putranya yang menjadi pendakwah. Rohana, juga tidak pernah absen bersedekah untuk orang lain.

Gara-gara sedekah tersebut, UAS menuturkan sewaktu sang ibu wafat, tak sedikit orang yang mengembalikan sedekah tersebut dengan cara memberikan banyak sumbangan ataupun bantuan secara finansial. Salah satunya adalah Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

UAS mengatakan, di hari ibunya meninggal dunia, mantan Ketua Umum PSSI menyambutnya di bandara. Di sanalah Edy memberikan tumpukan uang kepada UAS yang baru saja mendarat setelah menempuh penerbangan dari Jakarta.

Baca Juga: Jika Memihak Salah Satu Capres, Ustad Abdul Somad Disebut Bakal Rasakan 2 Kerugian Ini

“Saya sampai airport dari Jakarta, tak pernah terpikir saya akan dijemput gubernur. Gubernur Sumatera Utara Pak Edy sudah menunggu,” ungkap UAS. “Saya dari airport waktu Beliau (Rohana) meninggai. Langsung dikasih Pak Edy duit, tebal,” imbuhnya sembari memperagakan tebal uang yang diterimanya.

Begitu banyaknya, pendakwah kondang asal Pekanbaru tersebut menjelaskan bahwa uang dari Edy Rahmayadi tebalnya sama dengan cangkupan tangannya. Mendengar hal tersebut, para hadirin langsung bereaksi dengan hebohnya.

Ia menganggap uang tersebut sebagai balasan sedekah sang ibunda semasa hidup. “Teringat saya, rupanya duit dia (Rohana) dulu dimasukkannya ke amplop tipis setiap kotak itu duit-duit itu yang dia bagi. Duit dia sendiri. Duit entah ditahannya selera makan dia, entah duit sawit itu dibagi-bagi,” ujarnya.

“Aku tak minta duit kau, ini duit aku,” tambah UAS menirukan Rohana ketika berbincang dengan dirinya. “Malam ini Allah kasih balasannya,” tutur Abdul Somad.

UAS sendiri mengaku malu untuk mempergunakan uang pemberian Edy. Ia mengungkapkan akan memakai uang dari Gubernur Sumatera Utara itu untuk membangun rumah penghafal Al-Qur’an untuk sang ibunda yang telah berpulang.

“Saya malu untuk mengambil duit ini, maka duit yang dikasih Pak Gubernur akan saya belikan ke tanah kosong,” tuturnya.

“Tanah kosong depan ini punya Wak Idi, saya belum bercakap. Tapi duit itu tak saya makan. Saya mau belikan ke tanah ini, lalu akan saya buat rumah Tahfiz Qur’an Hajjah Rohana. Jadi anak-anak kalau mau menghafal Qur’an, nanti di bawah tak ada kelas, di atas nanti,” jelas UAS.

“Yang bawah untuk wirid Yasin ibu-ibu, asal jangan bergitar main gaplek,” kelakarnya.

Seperti yang diketahui, Rohana, ibu Ustaz Abdul Somad meninggal dunia pada Senin (18/3) lalu. Kabar duka tersebut disampaikan UAS melalui akun Instagram pribadi miliknya, @ustadzabdulsomad. Ia menyampaikan bahwa ibunda tercinta meninggal dunia setelah subuh.

Foto Rohana ketika berada di Makkah disertakan dalam unggahan tersebut. UAS menuliskan sebelum meninggal, Rohana sempat sahur dengan niat berpuasa. Setelah itu ibunya melanjutkan kegiatan untuk menonton ceramah sang putra melalui YouTube.

Rohana sebenarnya sempat merasakan sakit kepala, namun ia memilih untuk mengabaikannya dan segera bersiap untuk melaksanakan salat subuh. Setelah mengambil wudhu, ibunya tak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun takdir berkata lain.

KITA PUN AKAN KESANA JUA

Senin, 11 Rajab 1440 H / 18 Maret 2019

Seperti biasa, setelah tahajjud dan witir, Mak membaca Qur’an dan zikir yang biasa beliau baca, setelah itu makan sahur.

Selesai santap sahur, Mak masih menonton video taushiyah UAS di Youtube. Kemudian Mak mandi, terasa sakit kepala.

Beliau terus wudhu’ persiapan sholat Shubuh. Lalu pingsan, dibawa ke Rumah Sakit, menghembuskan nafas terakhir.

Persis seperti ucapan Mak selama ini, “Aku kalau bisa, mati jangan pakai sakit lamo-lamo. Kalau bisa mandi dulu, jadi jasad awak bersih. Mandi, ambik aye sembayang, poneng, mati”

Jenazah akan dimakamkan di Kampung Silau Laut, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara.

71 tahun Allah berikan usia pada Mak. Terimakasih tak terhingga kepada seluruh masyarakat yang telah mendoakan Mak, mohon dimaafkan segala khilaf dan salah Mak kami Hajjah Rohana binti Nuruddin.

اللهم اغفر لها وارحمها وعافها واعف عنها,” demikian bunyi caption yang dirangkai UAS menyertai foto ibunda.