ICYF: Di Era Jokowi Urusan Politik Luar Negeri Terasa Paling Lemah


SURATKABAR.ID – Islamic Conference Youth Forum (ICYF) mengaku pesimis dengan kemampuan diplomasi yang dimiliki Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bukan tanpa alasan. ICYF menilai Jokowi jarang aktif dalam forum-forum internasional. Menurut catatan mereka, Jokowi bahkan sudah absen sebanyak empat kali dalam sidang umum PBB.

“Di era Jokowi urusan politik luar negeri terasa paling lemah. Beda seperti presiden sebelum-sebelumnya. Jauh berbeda dengan Soekarno atau Gusdur yang memiliki kemampuan diplomasi dan retorika yang sangat memukau,” ungkap Vice President ICYF Tantan Taufik Lubis, dikutip dari JPNN.com, Minggu (24/3/2019).

Selain itu, Tantan juga menganggap Jokowi merupakan sosok pemimpin yang tidak responsive terhadap isu-isu global. Padahal seperti yang diketahui, ada begitu banyak permasalahan kemanusiaan, di mana peran aktif Indonesia sangatlah dibutuhkan.

Bukan itu saja. Tantan juga menyebut Jokowi miskin nyali. “Jokowi seolah memaknai politik bebas aktif kita sebagai bebas absen, atau boleh tidak aktif tanpa alasan yang rasional dan jelas mengingat banyak sekali forum internasional yang tidak dihadiri Jokowi,” ujarnya tegas.

Baca Juga: Dipanggil Kiai oleh Seorang Ibu, Respons Jokowi Mengejutkan

Tantan mengkritisi tidak adanya gagasan cemerlang ataupun dobrakan penuh makna demi menyikapi isu-isu internasional. Hal tersebut membuat peran Indonesia terlihat jauh lebih lemah di forum-forum internasional.

“Sejauh ini tidak ada gagasan cerdas, ide original dan dobrakan bermakna dalam menyikami sejumlah isu internasional. Peran Indonesia di forum-forum internasional terlihat lemah,” imbuh pria yang sebelumnya sempat menciptakan kehebohan lantaran aksinya bikin video dukungan untuk Prabowo Subianto di ruang sidang PBB tersebut.

Ia mengingatkan pendalaman, penajaman visi dan implementasi politik luar negeri yang terukur sangatlah diperlukan. Dengan demikian pemerintah sanggup memberikan jawaban atas segala tantangan serta dinamika global.

“Polugri Pemerintahan Jokowi sangat basi, kurang update, dan lemah sehingga tidak diperhitungkan di forum dunia. Saya rasa Jokowi, panglima diplomasi terburuk sepanjang sejarah,” tandas Tantan dengan tegas.