Astaga! Pakai ID Palsu, Motif Mahasiswa yang Ngaku Pilot di Bandara Soetta Akhirnya Terungkap


SURATKABAR.ID – Seorang pria yang belakangan diketahui masih berstatus sebagai mahasiswa dibekuk di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Hal apa yang membuatnya harus berhadapan dengan aparat keamanan?

Rupanya, dihimpun dari laman Detik.com pada Minggu (24/3/2019), pria bernama Alvin Aditya Darmawan mengaku-aku sebagai pilot. Umur warga Serang, banten tersebut, menurut data di kartu identitasnya baru 18 tahun.

Kisah penangkapan terhadap Alvin berawal mula dari aksi cerobohnya pada Jumat (22/3) lalu. Check in di Terminal 3, ia mengaku sebagai pilot dari maskapai pelat merah. Mahasiswa ini bahkan mengenakan atribut maskapai tersebut.

Namun seorang pilot bernama Andre Gema yang saat kejadian sedang tak bertugas dan kebetulan ada di lokasi untuk mengantarkan keluarganya, menaruh curiga pada Alvin. Tak percaya begitu saja dengan cara berpakaian pilot abal-abal tersebut, Andre lantas mencecar Alvin dengan berbagai pertanyaan.

“Karena kecurigaan tersebut Capt Andre Gema bersama Avsec Gapura yang bertugas di SCP 2 atas nama Saudara Pitriana melakukan pemeriksaan terhadap Saudara Alvin Aditya Darmawan dengan berinteraksi secara verbal kepada oknum tersebut dengan bertanya akan terbang ke mana? Kerja di Garuda sebagai apa?” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Minggu (24/3).

Baca Juga: Pramugari Meninggal di Pesawat, Maskapai Dihujat Habis-Habisan Lantaran Lakukan Ini Saat Kondisi Genting

Lantaran tak sanggup menjawab rangkaian pertanyaan-pertanyaan secara jelas, Alvin harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dan dari hasil pemeriksaan, baru terkuak bahwa ID Card pilot yang ia kenakan adalah palsu.

“Puluk 13.21 WIB Saudara Alvin Aditya Darmawan dibawa oleh pihak Satreskrim Polresta Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” imbuh Argo lebih lanjut.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan bahwa motif pelaku berpakaian seperti seorang pilot karena terobsesi untuk menjadi pilot Garuda Indonesia dan yang bersangkutan pernah ikut tes, namun gagal,” jelas Argo kemudian.

Terkait kasus seorang mahasiswa yang ngaku-ngaku sebagai pilot tersebut, pihak Garuda Indonesia masih belum mengeluarkan tanggapan hingga berita diturunkan.