Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan Bergerak 3 Hari di Malang, Ada Apa?


SURATKABAR.ID – Selama tiga hari lamanya, tim gabungan kasus Novel Baswedan bergerak di Malang 3. Sebagaimana diketahui, tim gabungan yang bertugas mengungkap dalang di balik teror penyiraman air keras ke penyidik senior KPK Novel Baswedan tenagh gencar melakukan penyelidikan. Dan kali ini, Kota Malang menjadi tempatnya. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi publik, ada apa gerangan?

Mengutip laporan JPNN.com, Sabtu (23/03/2019), Nur Kholis selaku anggota tim gabungan kasus Novel Baswedan enggan menjelaskan lebih rinci. Meski begitu, dirinya membenarkan bahwa memang ada penyelidikan yang berlangsung di Kota Malang. Bahkan, timnya sudah tiga hari di Kota Bunga tersebut. Diketahui, tim gabungan tersebut sudah berada di Kota Malang sejak Senin lalu (18/03/2019) hingga Rabu (20/03/2019).

Selama tiga hari tersebut, timnya sudah melakukan penyelidikan di tiga tempat.

”Kami ke sini (Malang) mengunjungi beberapa tempat yang diduga ada kaitannya dengan peristiwa penyiraman itu,” bebernya sewaktu ditemui di Hotel Santika.

Pihaknya mulai menyasar Kota Malang lantaran proses lanjutan dalam pengungkapan kasus yang merusak mata Novel itu mengarah ke Kota Malang. Salah satunya juga berkenaan dengan dibutuhkannya klarifikasi yang bisa mendukung pengungkapan kasus itu.

Baca juga: Ngeri! Hasil Investigasi Sebut Sejumlah Jenderal Terlibat Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan

”Beberapa orang dan tempat dugaan sudah kami datangi dan klarifikasi,” ujar Nur Kholis yang enggan memaparkan tempat mana saja yang diperiksa.

”Pada waktunya nanti akan kami beberkan semua. Sekarang ini kan prosesnya belum selesai,” imbuh mantan komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) itu.

Menurut penjelasan Nur Kholis, timnya tak hanya beranggotakan kepolisian. Tapi juga ada pihak KPK dan kriminolog. Hasil kerja tim ini selanjutnya akan dilaporkan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

”Semua tim ini akan berkoordinasi. Bagaimana caranya agar kasus ini cepat terungkap,” tuturnya.

Dalam penjelasannya, Nur Kholis mengatakan, lebih dari satu orang yang dimintai keterangan sebagai saksi. Namun, siapa dan seberapa kuatnya keterangan yang diberikan saksi dalam pengungkapan kasus Novel untuk saat ini belum bisa dibongkar ke ranah publik.

”Kami sangat menjaga kerahasiaan saksi,” ungkapnya kemudian.

Sementara itu, melansir Malang-post.com, Nur Kholis memaparkan tidak hanya Kota Malang saja yang akan dikunjungi oleh tim gabungan, tapi juga daerah lain jika perkembangan kasus mengarah pada hal tersebut.

“Tim ini diberi waktu selama 6 bulan sejak Januari ini hingga nanti Juli untuk mencari apa-apa saja yang berkaitan dengan pengungkapan kasus Novel Baswedan. Bisa jadi ke Malang lagi jika memang dibutuhkan. Nanti pasti ada waktunya kita bisa beber semua,” ucapnya.

Diketahui sebelumnya, Novel merupakan penyidik senior KPK yang jadi korban penyiraman air keras. Berbagai kalangan mendesak kepolisian agar membongkar pelaku penyiraman terhadap Novel. Namun waktu berlalu dan hingga kini polisi masih juga belum berhasil mengungkap siapa pelakunya.

Sebelumnya, penyidik Polri menyebutkan ada beberapa orang di Kota Malang yang dapat memberikan informasi. Dan rupanya informasi itulah yang membawa mereka datang ke Kota Malang.

”Ada yang mengatakan jika tempat ini (Kota Malang) menunjukkan keberadaan seseorang saat penyiraman Novel terjadi.”