Tak Boleh Sembarangan Mengolah, Tauge Ternyata Mengandung Sederet Bakteri Berbahaya


    SURATKABAR.ID -Di Indonesia, bermacam-macam sayur-mayur dan buah-buah tumbuh beraneka ragam tersedia oleh alam. Bumi Nusantara ini memang kaya akan berbagai macam hasil bumi termasuk urusan pangan. Salah satunya yang berlimpah ialah tauge. Tauge atau kecambah ini benar-benar mengandung segudang nutrisi. Meski begitu, tauge mentah ternyata mengandung bakteri berbahaya. Sehingga diperlukan cara yang tepat untuk mengolahnya.

    Menukil Intisari.Grid.ID, Selasa (19/03/2019), pada halaman HealthBenefitsTimes.com disebutkan bahwa tauge terdiri dari vitamin B, vitamin C, vitamin B1, vitamin B6, vitamin K dan juga vitamin A.

    Selain itu, tauge juga dapat menjadi sumber makanan yang kaya akan zat besi, magnesium, fosfor, kalsium, kalium, dan mangan, serta asam lemak omega 3.

    Anda juga bisa mendapatkan enzim dari asupan tauge agar tubuh tetap sehat dan bugar.

    Tak hanya dikenal bisa meningkatkan kesuburan bagi pria, tauge atau kecambah ini juga bisa mencegah anemia hingga menyehatkan jantung agar terhindar dari stroke.

    Baca juga: Mata Bintitan? Ikuti 4 Tips Sederhana Berikut Agar Sembuh

    Kendati demikian, tauge mentah ternyata mengandung bakteri yang cukup berbahaya bagi kesehatan manusia. Itulah sebabnya Anda harus berhati-hati dalam mengolah tauge sebelum mengonsumsinya.

    Tujuannya tak lain agar Anda yang mengonsumsi kecambah ini bisa senantiasa tetap sehat, serta mendapatkan manfaat dari banyaknya nutrisi yang terkandung dalam tauge.

    Mengandung Banyak Bakteri Berbahaya

    Menurut NHS UK, terdapat bakteri salmonella dan escherichia coli (E. coli) di dalam tauge mentah Kedua bakteri ini paling sering menyebabkan keracunan makanan pada manusia.

    Bakteri lain, seperti Bacillus cereus, Staphylococcus aureus dan Listeria monocytogenes juga kadang-kadang diketahui menyebabkan penyakit yang berhubungan dengan tauge alias kecambah.

    Bahkan di Inggris sendiri, kasus keracunan tauge/ kecambah yang disebabkan oleh bakteri salmonella cukup banyak.

    Sama halnya seperti produk segar apa pun yang dikonsumsi mentah atau dimasak setengah matang, tauge dapat membawa risiko penyakit bawaan makanan jika terkontaminasi.

    Namun, tak seperti produk segar lainnya. Kondisi hangat dan lembab yang ada pada tanaman tauge merupakan kondisi ideal bagi pertumbuhan bakteri. Termasuk salmonella, listeria, dan E. coli.

    Saran dari Food Standart Agency UK, konsumsilah kecambah atau taoge yang  ketika sayuran tersebut sudah diberi label ‘siap untuk dikonsumsi’. Dengan demikian, itulah tandanya bahwa tauge tersebut aman dan sehat untuk dikonsumsi.

    Semua kecambah lainnya harus dimasak sampai benar-benar matang. Hal ini tak lain agar manfaatnya dapat terasa bagi kesehatan, serta aman untuk dikonsumsi. Pasalnya, mencuci kecambah saja tidak cukup untuk menghilangkan bakteri.

    Lalu saat menyimpannya, simpan di lemari es pada suhu 5 derajat Celcius, atau di bawahnya dan hanya dikonsumsi dalam waktu 2 hari. Sebaiknya, jangan konsumsi tauge yang melewati masa penggunaannya berdasarkan tanggal (jika dibeli dalam produk pabrikan).

    Jangan juga memakan kecambah yang warnanya sudah menjadi cokelat atau berubah warna. Karena kondisi tersebut jelas tidak membuat yang memakannya akan menjadi sehat.

    Penting untuk diketahui bahwa risiko tinggi kontaminasi bakteri ini membuat makanan tauge mentah tak cocok untuk beberapa orang.

    Orang-orang tertentu, termasuk anak-anak, orang tua, wanita hamil dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh rendah harus menghindari makan tauge yang dimasak mentah atau setengah matang. Itulah sebabnya FDA merekomendasikan untuk mengolah tauge dengan cara lain. Contohnya seperti dimasak dalam bentuk kari, semur hingga ditumis atau cah sehingga masih terasa kerenyahannya.