Dikenal Sebagai Geng Motor Paling Menakutkan, Para Pria Ini Lakukan Hal Tak Terduga pada Korban Penembakan Christchurch


SURATKABAR.ID – Tak semua orang mengetahui, bahwa di Selandia Baru ada sebuah geng motor paling menakutkan bernama Mongrel Mob. Sejak dibentuk pada tahun 1962, kelompok jalanan yang beroperasi di Hastings ini beranggotakan pria-pria kekar. Tak hanya itu, mereka juga punya tubuh dan wajah yang penuh rajah.

Melansir Viva.co.id, Selasa (19/03/2019), penampilan yang sangar tersebut ternyata ada hubungannya dengan perilaku mereka di jalanan. Selama setahun terakhir, kelompok yang gemar memakai kostum serba hitam itu pernah beberapa kali terlibat aksi kriminal. Tak ayal mereka pun terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Namun, meski sering dicitrakan sebagai geng motor paling mematikan, rupanya hal itu tak membuat mereka lupa bagaimana cara untuk berbuat baik.

Mengutip halaman Newshub, Selasa (19/03/2019), mereka  dengan kompak membantu sekaligus menghibur para korban penembakan di masjid Al-Noor, Christchurch. Mongrel Mob lantas mengunjungi Hagley College di Christchurch.

Kunjungan ini terlihat dari sejumlah foto-foto anggota geng jalanan itu yang datang ke lokasi kejadian, beredar di media sosial. Adapun foto-foto itu beredar di media sosial yang diunggah di akun Instagram @makassar_iinfo.

Baca juga: Kalian adalah Temanku, Aku Akan Berjaga Sewaktu Kalian Shalat

Dalam unggahan foto itu terdapat tulisan. Selain itu juga ada caption foto yang bertuliskan “Ketika Geng Jalanan Paling Sangar di Selandia Baru mengunjungi Rumah Keluarga Korban Penembakan Masjid Selandia Baru Geng Mongrel Mob.” Dalam unggahan foto itu, tampak anggota geng yang penuh dengan tato bersalaman dengan keluarga korban. Demikian dilansir dari Bangka.TribunNews.com.

Sebagaimana juga dikutip dari Daily Mail melalui SerambiNews.com pada Sabtu (16/03/2019), anggota geng Mongrel turun ke Hagley College, di Christchurch, tempat Jacinda tiba sekitar jam 1 siang untuk menyambut ratusan orang-orang yang selamat, anggota keluarga serta pelayat. Diketahui, pada saat yang bersamaan, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Arden juga datang ke sana.

Menghibur dengan Cara yang Unik

Menurut anggota senior Mongrel Rob, Tanielu Fatu, peristiwa penembakan itu terjadi lantaran banyak individu yang telah kehilangan sikap hormat terhadap sesama manusia.

“Tak ada yang pantas menerima kekerasan dan penyiksaan seperti ini. Ia, sang pelaku, bagaikan monster yang tak punya rasa hormat terhadap sesama,” tukasnya.

Aksi menghibur ala Mongrel Mob juga terbilang unik. Dengan badan kekar dan penuh tato, mereka berusaha memberi ketenangan pada korban dengan cara memeluk, bernyanyi, menari dan membuatkan makan serta minuman.

Diketahui sebelumnya, aksi brutal pelaku penembakan di masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru oleh Brenton Tarrant pada Jumat (15/03/2019), telah mengetuk hati nurani seluruh masyarakat dunia. Terbukti dari berbagai aksi solidaritas yang muncul serta berbagai bentuk belasungkawa dari banyak pihak.

View this post on Instagram

Aksi terorisme yang terjadi di dua masjid di Chritschurch, Selandia Baru, mengetuk hati Nurani seluruh elemen di seantero dunia. Teror penembakan masjid Selandia Barupada Jumat (15/3) itu juga mengetuk hati sebuah geng jalanan paling sangar di Negeri Kiwi itu. . Benar, geng jalanan yang kita maksud adalah Mongrel Mob. Sabtu (16/3) kemarin, atau sehari setelah teror mengerikan itu terjadi, Mongrel Mobmengunjungi Hagley College di Christchurch Di saat yang hampir bersamaan, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Arden pun datang ke sana. . Sang Perdana Menteri berada di sana untuk menyambut orang-orang yang selamat dari teror, bertemu anggota keluarga para korban, serta para pelayat. . Jacinda mengunjungi Canterbury Refugee Centre di Christchurch mengenakan kerudung hitam untuk memberi hormat. Kepada awak media, dia bilang bahwa saat ini pihak berwenang tengah fokus mengembalikan para korban kepada keluarga mereka. . Di sana, Jacinda juga berbicara dengan para pemimpin Muslim di pusat pengungsi. Pada pertemuan di pusat pengungsi, para pemimpin komunitas mereka berbagi sentimen yang sama yang umumnya datang dari Selandia Baru. . Jacinda mengatakan bahwa setelah teror terjadi, ini bukanlah Selandia Baru yang mereka kenal. Ini bukanlah Selandia Baru yang menyambut mereka. . Ini juga bukan cerminan Selandia Baru yang mereka tahu dan bahwa sentimen datang dengan sangat kuat. . Jacinda berbicara kepada sejumlah orang yang selamat, yang juga berbagi pengalaman mereka. . Selain Perdana Menteri, keluarga korban juga kedatangan salah satu geng jalananpaling sangar di Selandia Baru. Mereka mengenakan jaket, rompi, dan kaus dengan logo anjing. Mereka menyapa pelayat lainnya di Hagley College pada Sabtu sore. Jacinda juga mengunjungi rumah sakit tempat 39 orang menerima perawatan. . . . . . Artikel : Suar.id ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ Punya info ??? Jangan lupa kirim dan tag kami yaaa ? . . #jakarta #jakartainfo #bandung #bekasi #bogor #depok #bandung #malang #jogja #samarinda #aceh #medan #manado #palu #kendari #maluku #papua #bali #palembang #ntt #ntb #gorontalo #ambon #makassar #makassarinfo #visitsulsel #exploresulsel

A post shared by MAKASSAR INFO (@makassar_iinfo) on