Merinding! Tubuh Bakal Keluarkan Suara Ini 23 Jam Sebelum Ajal Menjemput


SURATKABAR.ID – Semua makhluk hidup akan mati suatu saat nanti. Kematian memang tak bisa dihindari oleh siapapun, jika memang sudah waktunya. Namun bisakah kita mengetahui kapan momen itu akan segera datang? Tentunya misteri ini hanya diketahui oleh Sang Pemilik Kehidupan. Sama seperti halnya mengenai hidup, rezeki dan jodoh, tak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajal akan menjemput.

Namun meski begitu, bukan berarti tanda-tanda kematian ini tidak bisa kita ketahui. Dilansir dari halaman Grid.ID, Minggu (17/03/2019), seorang ahli menyebutkan, suara ‘geletuk kematian’ merupakan tanda pasti bahwa seseorang akan meninggalkan dunia ini dalam waktu 23 jam kedepan.

Fenomena ini terjadi saat seseorang sudah tak lagi mampu untuk menelan, batuk, atau membersihkan ludah dan lendir dari tenggorokannya.

Disebutkan oleh dr. Daniel Murrell dari University of Alabama, seseorang yang sudah akan dijemput maut menunjukkan napas yang mulai berbeda. Dan suara berderik adalah salah satunya.

Suara geletuk kematian ini pun disebut berbeda-beda. Suaranya bisa terdengar seperti suara berderak atau merintih. Kendati sepertinya menyeramkan, namun seseorang yang mengeluarkan suara itu tidak akan merasakan sakit sama sekali.

Baca juga: Tragis! Berawal dari Nilai UTS Jelek, Pelajar Ini Gantung Diri

“Setelah suara geletuk terdengar, kemungkinan ia hanya bisa bertahan selama 23 jam ke depan,” imbuh Murell.

Biasanya, perawat akan mengarahkan pasien sekarat ke arah samping lalu membasahi dan menyeka mulut mereka. Selanjutnya, perawat mengangkat kepala pasien untuk melancarkan sekresi.

Selain tanda yang spesifik tersebut, ada beberapa pertanda lain yang mengisyaratkan seseorang akan menemui ajalnya. Tanda-tanda itu meliputi hal sebagai berikut:

  • Kebingungan,
  • Sering menguap – untuk mengambil oksigen,
  • Mudah mengantuk,
  • Beberapa kali tak sadarkan diri,
  • Memiliki bau yang berbeda,
  • Gelisah,
  • Memar berwarna kegelapan,

Tahun lalu, dr. Cameron Shaw yang berprofesi sebagai ahli saraf ternama menunjukkan apa yang dilihatnya 30 detik sebelum pasien meninggal.

Menurut Dr. Shaw, kita akan kehilangan diri sendiri, humor, dan kemampuan berpikir jernih. Itu semua terjadi selama 10 hingga 20 detik. Diketahui, Dr. Shaw mendapatkan kesimpulan ini setelah membedah otak pasien seorang wanita.