Dihamili Hingga Lahirkan Anak, Cewek di Bekasi Gugat Pacarnya Rp 5,1 Miliar


SURATKABAR.ID – Malang benar kisah seorang wanita muda asal Bekasi ini. Ia ditinggalkan oleh pacarnya dalam kondisi hamil hingga bayinya meninggal sewaktu usianya baru mencapai 1,5 bulan. Tak terima atas perbuatan sang pacar yang bilangnya cinta tapi malah pergi, cewek ini mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Bekasi dengan nilai gugatan Rp 5,1 miliar.

Menukil halaman Detik.com, Minggu (17/03/2019), cewek dan cowok itu berkenalan pada 24 Juli 2015. Mereka dikenalkan oleh teman mereka. Dari perkenalan tersebut, keduanya pun akhirnya berpacaran.

Pada 25 Desember 2016, si cowok mengajak ceweknya pergi ke toko boneka. Namun tiba-tiba kendaraan mereka malah dibelokkan ke arah hotel di daerah Bekasi.

Awalnya si cewek curiga tapi tak kuasa menolak. Pasalnya, ia takut lantaran cowoknya itu malah marah. Di kamar hotel, cewek itu akhirnya digagahi. Kegadisan wanita itu pun ternoda.

Setelah itu, si cowok mengulangi lagi persetubuhan itu berkali-kali dan si cewek tak kuasa melawannya. Dan tak ayal, kehamilan pun menjadi tak terhindarkan.

Baca juga: Terkuak! Tak Hanya Rian, Ada 3 Bos Besar ‘Pemakai’ Jasa Vanessa Angel, Siapa Saja?

Saat perutnya bertambah besar, si cowok melancarkan jurus hidung belang. Dari mulai pergi menghilang hingga tidak mau bertanggung jawab. Bahkan si cowok memarahi dan meminta si cewek menggugurkan janin mereka dengan menyuruh meminum jamu-jamu tradisional.

Namun jalan kehidupan justru berkata lain. Janin itu tetap berkembang hingga bayi mereka lahir pada 31 Januari 2018 lalu. Meski lahir sehat, kesehatan si bayi terus menurun hingga meninggal 1,5 bulan setelahnya.

Setelah dipikir panjang, si cewek akhirnya melayangkan gugatan atas si cowok. Terutamanya karena si cowok tidak mau dimintai tanggungjawab. Wanita itu meminta majelis hakim menghukum kekasihnya yang tak bertanggung jawab tersebut dan memberikan ganti rugi materiil Rp 100 juta. Selain itu, wanita itu juga menggugat ganti kerugian imateriil sebesar Rp 5 miliar.

Si cewek juga meminta uang paksa (dwangsom) sebesar Rp 1 juta untuk setiap hari keterlambatan dalam melaksanakan putusan setelah mempunyai kekuatan hukum tetap.

PN Bekasi juga membenarkan soal adanya gugatan ini. Gugatan terkait sudah berjalan dan saat ini sedang masuk ke agenda pembuktian.

“Benar ada gugatan itu. Nomor perkara 456/Pdt.G/2018/PN.Bks,” ungkap juru bicara PN Bekasi Djuyamto kepada tim pers.

Sidang diketahui dipimpin oleh Abdul Ropik dengan anggota majelis hakim Adi Ismet dan Donald Panggabean.

“Sidang masih pembuktian dengan pemeriksaan saksi. Ketua majelis Abdul Ropik dengan anggota Adi Ismet dan Donald Panggabean,” bebernya.