Pilu! Suami dan Anaknya Jadi Korban Penembakan di Christchurch, Wanita Ini Curhat di Facebook


SURATKABAR.ID – Serangkaian aksi teror penembakan yang mematikan di dua masjid Kota Christchurch, Selandia Baru masih menyisakan kepedihan bagi banyak pihak. Tindakan terorisme tersebut terjadi pada Jumat (15/03/2019) siang waktu setempat. Penembakan tepatnya terjadii di masjid Kota Christchurch dan Linwood Islamic Center. Penembakan di Christchurch Selandia Baru ini tepatnya terjadi pada saat waktu ibadah sholat Jumat.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 6 orang WNI korban penembakan di Chrischurch Selandia Baru. Dua dari 6 WNI korban penembakan tersebut ada seorang ayah dan anaknya yang masih balita. Mereka bernama Zulfirman Syah dan anaknya yang masih berusia dua tahun berinisial M. Zulfirman Syah dan anaknya ini merupakan WNI yang berasal dari Sumatera Barat.

Mengutip Palembang.TribunNews.com, Minggu (17/03/2019), saat ini Zulfirman Syah masih koma karena tubuhnya terkena peluru di beberapa tempat. Curhatan pilu istri Zulfirman Syahdi media sosial Facebook begitu memilukan akibat suami dan anaknya yang menjadi korban. Saat ini sang suami masih menderita kritis. Sedangkan anaknya mengalami trauma.

“Kami minta doa agar adik saya dapat selamat dari masa kritisnya,” ujar Hendra, kakak kandung Zulfirman Syah kepada wartawan AntaraNews, seperti dilansir dari Grid.ID via GridHot.ID.

Sementara itu, anak Zulfirman Syah mengalami tembakan di area kaki dan hingga kini mengalami trauma.

Baca juga: Penembakan Sadis di Masjid Tewaskan 40 Orang, Begini Respon Pemerintah Selandia Baru

Hendra sendiri mendapatkan informasi tragedi ini dari istri Zulfirman Syah sekitar pukul 13.00 WIB.

“Saya mendapatkan informasi tadi siang dan hingga saat ini masih terus berharap kondisi mereka baik-baik saja,” tukas Hendra.

Lewat akun Facebook, istri Zulfirman Syah memaparkan keadaannya, anak, dan suaminya yang hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Melalui akun Facebooknya, Jumat (15/03/2019) waktu Indonesia bagian Barat, Alta Marie tampak menjelaskan sedikit tentang keberadaan mereka di Selandia Baru. Ternyata keluarga kecil ini baru pindah ke Christchurch sekitar 2 bulan yang lalu. Sayang, suami dan putra Alta Marie harus turut menjadi korban dari aksi teroris yang ekstrim itu.

“Suami saya Zulfirman Syah dan putra saya dalam keadaan hidup, tapi terluka.

“Keduanya tertembak dalam serangkaian serangan di Lindwood Islamic Center di Christchurch, Selandia Baru (yang mana kami baru pindah ke sini 2 bulan yang lalu),” tulis Alta Marie di akun Facebooknya.

Lebih lanjut, Alta Marie menceritakan kondisi suami dan anaknya pasca penembakan tersebut. Zulfirman Syah mengalami serangkaian luka tembak di beberapa bagian. Sementara sang Anak, M, mengalami luka tembak serta trauma akibat penyerangan itu.

“Suami saya, Jul, mengalami luka tembak di beberapa bagian tubuh dan mengalami pendarahan di paru-parunya (dari informasi yang saya dapat) namun saya sampai sekarang belum bertemu dengannya sejak dibawa ke ruang operasi.”

Berbeda dengan suami, Alta justru telah bertemu putra kandungnya yang juga mengalami luka tembak.

“Saya baru saja bertemu dengan anak saya, yang mengalami luka tembak di bagian kaki dan bokong.

“Anak saya mengalami trauma, tapi kami masih hidup.”

Dapat mendapatkan doa serta ucapan simpatik, Alta Marie pun lantas menuliskan ucapan terimakasihnya.

“Terima kasih atas doa dan ucapan simpatiknya,” tulis Alta Marie dalam bahasa Inggris.

Melansir Kompas.com, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menyebutkan, 40 orang tewas dan 20 lainnya luka parah dalam serangan teror di Masjid Al Noor di kota Christchurch.

Presiden Joko Widodo pun juga turut mengecam keras aksi teror itu.

“Kami sangat mengecam keras aksi ini. Pemerintah Indonesia menyampaikan duka mendalam bagi korban aksi tersebut,” kata Presiden Jokowi di sela-sela kegiatannya di Sumatera Utara, Jumat (15/03/2019).

Dipastikan Presiden, Kemenlu RI akan memberikan perlindungan bagi WNI di Selandia Baru.

Presiden sekaligus mengimbau WNI yang berada di Selandia Baru untuk selalu hati-hati dan waspada akan ancaman keselamatan yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Diketahui, terdapat 331 WNI di Christchurch, termasuk 134 mahasiswa. Jarak Wellington, Ibu Kota Selandia Baru, ke Christchurch sendiri mencapai 440 km.