Jokowi Sebut Romy Sebagai Kawan, Ferdinand Hutahaean Tanggapi dengan Sindiran Tajam


SURATKABAR.ID – Ferdinand Hutahaean selaku Politisi Partai Demokrat menanggapi pernyataan Presiden RI Ir. Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romy) sebagai kawan. Seperti diketahui, Romy baru saja ditangkap KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di Surabaya, Jumat (15/03/2019) lalu. Menanggapi pernyataan Jokowi tersebut, Ferdinand melontarkan sindiran tajam yang menohok.

Melansir Medan.TribunNews.com, Minggu (17/03/2019), hal itu disampaikan Ferdinand melalui Twitter miliknya, @Ferdinand_Haean, Sabtu (16/03/2019). Sembari mengunggah pernyataan Jokowi yang menyatakan bahwa Romy (sapaan Romahurmuziy) ialah kawan, Ferdinand menuturkan dirinya setuju dengan pernyataan itu.

Pernyataan Ferdinand itu juga ia tambahkan dengan menyindir seseorang tanpa menyebutkan nama. Dalam kicauannya, Ferdinand menyebutkan ada yang ‘membuang’ Romy. Bahkan menjadikan penangkapan Romy sebagai kredit politik untuk Jokowi.

“Jokowi: Apapun Romy adalah Kawan Kita, Kita Sangat Sedih dan Prihatin

SAYA SETUJU DENGAN PAK @jokowi DALAM HAL INI.

Tdk sprt yg lain, langsung membuang Romy begitu sj dgn cr menjadikan penangkapan Romy sbg kredit politik utk pak Jokowi,” tulis Ferdiand.

Baca juga: Jokowi: Rommy Adalah Kawan Kami

Sementara itu, menukil Kompas.com, pernyataan Jokowi itu dikatakan satu hari setelah penangkapan Romi di Surabaya, Jumat (15/03/2019) lalu. Jokowi mengatakan dirinya turut sedih atas penangkapan itu. Hal itu dikarenakan dirinya berteman baik dengan Ketua Umum PPP yang juga mengusungnya di Pilpres 2019 tersebut.

“Apa pun, Romi adalah kawan kami. Sudah lama dan ikut dalam Koalisi Indonesia Kerja. Kami sangat sedih dan prihatin,” ujar Jokowi di Medan, Sabtu (16/03/2019).

Namun, Jokowi mengungkapkan untuk menghormati langkah yang dilakukan KPK. Adapun saat ini, Romi telah dijadikan sebagai tersangka kasus penerimaan suap di Kementerian Agama, Sabtu (16/3/2019).

Selain Romy, ada lima orang lainnya yang turut terjaring OTT KPK.

Surat dari Romy

Sejauh ini, Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy telah dinyatakan sebagai tersangka atas kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Setelah penetapan Romy sebagai tersangka, beredar foto surat tulisan tangannya melalui pesan WhatsApp.

Lewat surat itu, Romy menyampaikan maaf pada beberapa pihak dari rekan-rekan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan masyarakat Indonesia.

Berikut isi lengkap surat Romahurmuziy yang viral di media sosial:

1. Saya ingin memulai dengan pepatah Arab: musibah yang menimpa suatu kaum akan menjadi manfaat dan faidah untuk kaum yang lain.

2. Saya merasa dijebak dengan sebuah tindakan yang tidak pernah saya duga, saya pikirkan, atau saya rencanakan. Bahkan firasat pun tidak. Itulah kenapa saya menerima sebuah permohonan silaturahmi di sebuah lobi hotel yang sangat terbuka dan semua tamu biasa melihatnya. Ternyata niat baik ini justru menjadi petaka.

3. Dengan adanya informasi pembuntutan saya selama beberapa pekan bahkan bulan sebagaimana disampaikan penyidik, mata inilah resiko menjadi juru bicara terhadap sebuah koalisi yang menginginkan Indonesia tetap dipimpin oleh paham nasionalis-religius yang moderat.

4. Kejadian ini juga menunjukkan inilah resiko dan sulitnya menjadi salah satu public figure yang menjadi tumpangan aspirasi tokoh agama atau tokoh-tokoh masyarakat dari daerah.

5. Kepada rekan-rekan TKN Jokowi-Amin dan masyarakat Indonesia saya mohon maaf atas kejadian menghebohkan yang tidak diinginkan ini. Inilah resiko pribadi saya sebagai pemimpin yang harus saya hadapi dengan langkah-langkah yang terukur dan konstitusional dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Mohon doanya.

6. Kepada warga PPP di seluruh pelosok tanah air, rekan-rekan pengurus DPP, DPW, DPC, PAC, dan ranting:

Saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas seluruh persepsi dan dampak akibat kejadian yang sama sekali tidak pernah terlintas di benak ini. Jangan kendurkan perjuangan, karena waktu menuju pemilu hanya tinggal hitungan hari. Saya sudah keliling nusantara dan meyakini PPP lebih dan mampu untuk melewati ambang batas parlemen. Saya akan segera mengambil keputusan yang terbaik untuk organisasi, setelah bermusyawarah dengan rekan-rekan fungsionaris DPP dan DPW dalam keterbatasan komunikasi yang saya miliki saat ibi.

7. Kepada kakak-kakak, adik-adik, keluarga besar, terkhusus istri dan anak-anakku tercinta. Ayah mohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesedihan, kerepotan, dan perasaan yang kalian terima. Dengan seluruh perasaan Ayah yang masih tersisa saat ini, dengan segala ketulusan, Ayah mohon keyakinan kalian bahwa apa yang sesungguhnya terjadi tidaklah seperti yang tampak di media. Iklaskanlah takdir yang menimpa Ayah sebagai pemimpin saat ini.

Anakku, permataku, dan pembuat senyumku.

Engkau harus tetap belajar yang rajin karena UN sudah dekat. Tak usah kau pedulikan apa kata orang jika mereka membullymu, karena inilah resiko menjadi pemimpin politik seperti yang selalu Ayah bilang. Ayah doakan semoga engkau tetap menjadi yang terbaik seperti biasanya di sekolahmu. Peluk cium ayahmu dari jauh. Selalu mencintaimu.

Istriku, belahan nyawaku

Engkau kekuatanku. aku yakin kita akan terus saling menguatkan, menghadapi badai ini agar cepat berlalu. Aku merasakan begitu besarnya cinta dan kesungguhan serta pengorbananmu mendampingiku. Terima kasih untuk terus mempercayaiku. Karenanya izinkan aku untuk terus mencintaimu. Titip ciuman untuk anak kita setiap hari,” demikian tulis Romy.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum PPP Romahurmuziy terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (15/03/2019). Romy diduga menerima uang suap terkait jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Hal ini turut dibenarkan oleh Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Menurutnya, diduga akan terjadi transaksi soal pengisian jabatan di Kementerian Agama, baik di tingkat pusat dan daerah.

“Diduga itu terkait dengan pengisian jabatan di kementerian. Tidak hanya di Jakarta ya, tetapi juga jaringan atau struktur kementerian yang ada di daerah juga,” beber Febri di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Jumat, mengutip Kompas.com.

Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) mengamankan uang sekitar Rp 100 juta lebih dalam operasi tangkap tangan ( OTT) di wilayah Jawa Timur, Jumat (15/03/2019).

Dalam operasi ini, KPK mengamankan Ketua Umum PPP Romahurmuziy dan sekitar 5 orang lainnya. Mereka terdiri dari staf Romy, swasta, dan pejabat pada Kementerian Agama di daerah.

“Untuk uang yang diamankan sekitar Rp 100-an juta. Ini di luar dugaan penerimaan sebelumnya,” imbuh Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/03/2019) dini hari.

KPK menduga transaksi ini bukan yang pertama kalinya. Diduga, transaksi ini berhubungan dengan pengisian jabatan di Kementerian Agama baik di pusat dan daerah.

“Diduga terkait dengan pengisian jabatan di Kementerian Agama, baik di pusat maupun di daerah. Tentu kami perlu mendalami lebih lanjut informasi-informasi tersebut dan KPK belum bisa menyebutkan siapa saja orang-orang yang diamankan,” imbuh Febri.

Selanjutnya akan diumumkan apa saja hasil kegiatan tangkap tangan kemarin. Menurut Febri, dari rangkaian fakta-fakta tersebut sudah terang dugaan tindak pidana korupsi. Namun untuk selengkapnya akan diuraikan saat konferensi pers.