Tragis! Berawal dari Nilai UTS Jelek, Pelajar Ini Gantung Diri


SURATKABAR.ID – Berawal dari jeleknya nilai ujian tengah semester (UTS), seorang pelajar mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri. Pelajar kelas 1 SMKN Kartoharjo Magetan, gantung diri dengan tali sepatu di kamar ibunya, Kamis (14/03/2019). Diduga sebelumnya, ia kena marah sang ayah lantaran tak belajar jelang UTS. Sehingga tak ayal, nilai UTS-nya pun jadi jeblok.

“Tadi pagi, sesuai keterangan Mbak Murtini, ibu almarhum Bahrudin, masih ikut sholat subuh di surau setempat. Namun, satu jam kemudian, Bahrudin ditemukan ibunya sudah tidak bernyawa di kamar ibunya,” ungkap Mahsan, Kamis (14/03/2019). Demikian Mahsan selaku paman almarhum memberikan keterangan saat ditemui usai jenazah Bahrudin dimakamkan di pemakaman umum desa setempat. Sebagaimana dikutip dari reportase TribunNews.com, Sabtu (16/03/2019).

Mahsan melanjutkan, almarhum Bahrudin adalah anak yang penurut. Setiap sore ia membantu ibunya menyiapkan makanan yang akan dijual di warung. Hanya saja, sehari sebelum insiden, Bahrudin menunjukkan perilaku yang tak biasa.

“Almarhum ini, sore kemarin saat bantu ibunya, dia minta maaf sambil menciumi pipi ibunya. Tapi Mbak Murtini (ibu almarhum), dianggap sikap yang ditunjukkan Bahrudin itu bukan nganeh anehi. Dianggap biasa dan tidak dipikirkan setelah kegiatan goreng-goreng di dapurnya itu,” ungkap Mahsan.

Pada Kamis subuh, setelah melaksanakan salat subuh di surau desa, pelajar itu juga sempat berpapasan dengan ibunya di dapur.

Baca juga: Kisah Manis Seorang Pilot yang Kasih Kejutan Pada Orang Tuanya di Atas Pesawat

“Awalnya, Bahrudin dianggap tidur lagi di kamarnya. Tapi setelah dilibat ibunya di kamar almarhum tidak ada. Ibunya berniat masuk ke kamarnya sendiri. Alangkah kagetnya, setelah dilihatnya anak bungsunya sudah menggantung, dan sudah tidak bernyawa,” ucapnya.

Pamannya menambahkan, sehari-hari Bahrudin juga mengamen.

“Katanya sejak dua hari lalu, bapak almarhum marah-marah karena UTS tidak pernah belajar, ditambah kegiatan ngamen tetep dilakukan. Dan itu yang membuat bapak almarhum marah. Mungkin masalah ngamen itu, bapaknya sering merasa malu kepada tetangga sekitar,” imbuh Mahsan.

AKP Sini selaku Kapolsek Kartoharjo menyebutkan bahwa pelajar SMKN Kartoharjo itu murni b***h diri. Penyebabnya, diduga akibat dimarahi sang ayah.

“Sementara kematian korban, penyebab yang utama karena gantung diri. Dan kami belum menerima ada indikasi penyebab lainnya,” papar AKP Sini.