Hasil Tangkapan Melimpah, 1,5 Ton Ikan Dibuang Karena Tak Laku


SURATKABAR.ID – Seorang nelayan bernama Yanto kini didera rasa gundah. Bagaimana tidak. Ikan hasil tangkapannya tidak laku terjual. Bahkan sebagian besar dari ikan-ikan itu justru sudah mulai membusuk. Kerugian yang dihitung telah mencapai jutaan Rupiah.

Seperti dilansir dari KendariPos.co.id, Jumat (15/03/2019), tangkapan ikan oleh para nelayan di Kabupaten Buton Utara (Butur) belakangan ini mengalami peningkatan drastis. Hasilnya melimpah ruah. Namun yang ironis, pembelinya malah sepi.

Sedangkan kelebihan stok ikan tersebut tak bisa disimpan lebih lama lagi. Hal itu dikarenakan keterbatasan sarana. Baik dari segi penampungan, pembekuan dan juga pemasarannya.

“Sudah hampir satu minggu hasil tangkapan ikan meningkat. Sementara hanya sebagai pedagang ikan di pasar yang membeli. Kelebihan stok ikan ini tidak bisa disimpan banyak karena keterbatasan sarana pembekuan, penampungan dan pemasaran,” beber Yanto, nelayan asal Kecamatan Kulisusu saat ditemui, Selasa (12/03/2019).

Menurut keterangan yang diungkapkan Yanto, ada tiga kapal dengan muatan ikan sekitar 1,5 ton. Tapi sayang sekali, karena tidak ada pembeli, terpaksa ikan-ikan tersebut harus dibuang. Ikan-ikan itu pun terdiri dari beragam jenis seperti ikan kembung, cakalang dan lajang. Namun tidak laku.

Baca juga: Kisah Ibu yang Malah Tertawa Ketika Motornya Dibawa Kabur Orang

“Jenis ikan yang melimpah dari tangkapan nelayan diantaranya ikan layang, kembung, lajang, dan cakalang. Ada juga yang terpaksa menjual ikan dengan harga murah,” imbuhnya kemudian.

Sementara itu, Kepala Seksi Bina Mutu dan Diversifikasi Produk Perikanan Dinas Perikanan Butur, Narni mengatakan, saat ini nelayan tak hanya membutuhkan penampungan, tapi juga pemasaran.

“Ketika ikan melimpah begini, nelayan kita bingung mau dibawa ke mana ikan-ikan itu. Solusinya harus ada pengelolaan ikan di Buton Utara,“ tukasnya.

Ia berharap agar dinasnya dapat menyediakan penampungan dan pemasaran sehingga harga ikan bisa tetap stabil di Buton Utara.