Sempat Lumpuh Serentak, Ada Apa dengan Facebook, Instagram dan WhatsApp?


SURATKABAR.ID – Lumpuhnya Facebook, Instagram dan WhatsApp yang terjadi secara serentak masih menjadi perhatian publik. Bahkan hal ini kini tengah menjadi trending topic dunia. Betapa tidak, ketiga aplikasi milik Mark Zuckerberg ini sempat tak dapat diakses selama berjam-jam.

Mengutip Tekno Liputan6.com, Jumat (15/03/2019), Facebook, Instagram dan WhatsApp mulai tak bisa diakses sejak Kamis (14/03/2019), sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Informasi dari situs Down Detector, ketiga layanan itu rupanya tak dapat diakses di Amerika Serikat (AS) dan juga beberapa negara di Eropa. Di antaranya seperti Jerman, Kroasia, Inggris, Denmark, Prancis; serta sejumlah negara Asia termasuk Indonesia.

Tumbangnya WhatsApp bahkan lebih luas dan terjadi di sejumlah negara seperti Paraguay, India, Bangladesh, Argentina, dan juga Brasil.

Saat pengguna mencoba membuka Facebook dan Instagram, mereka mengeluhkan tak dapat loading halaman aplikasi tersebut. “Couldn’t refresh feed”, begitu bunyi tulisan eror yang muncul di platform media sosial terkait.

Namun mengutip Value Walk, masalah yang dihadapi pengguna WhatsApp tampaknya sedikit lebih ringan. Meski tak bisa mengirim video dan foto, namun setidaknya pengguna masih bisa mengirimkan pesan teks.

Baca juga: Lama Tak Ada Kabar, Veronica Tan Tiba-Tiba Bikin Video Ucapan Terimakasih, Soal Apa?

Masalah ini sebetulnya terbilang bukan yang pertama, mengingat aplikasi Facebook, Instagram dan WhatsApp sebelumnya memang sempat down. Namun kasusnya berbeda dengan sekarang. Sebab, ini merupakan pertama kalinya layanan ketiga aplikasi yang digunakan miliaran warga dunia ini lumpuh dan tak bisa diakses secara serentak.

Bukan Ulah Hacker

Yang pasti, Facebook melalui pernyataan resminya mengakui jika semua layanannya tak bisa diakses di beberapa negara. Melalui akun resmi Twitter Facebook, @facebook, raksasa media sosial milik Mark Zuckerberg itu mengungkapkan kalau tidak bisa diaksesnya ketiga layanan ini disebabkan oleh gangguan maintenance.

“Kami tahu saat ini sejumlah pengguna tidak bisa mengakses keluarga aplikasi Facebook. Kami sedang berusaha menyelesaikan masalah ini secepatnya,” kicau Facebook.

Di samping itu, Facebook pun menegaskan masalah ini tak disebabkan serangan distributed denial-of-service (DDoS). Serangan ini membuat komputer atau server tak bisa bekerja dengan baik dan serangan ini sangat populer digunakan hacker.

“Kami memang sedang fokus menyelesaikan masalah ini secepatnya, tapi kami bisa memastikan masalah ini tidak disebabkan serangan DDoS,” jelas Facebook. 

Instagram pun menyampaikan pengumuman dan permintaan maaf lewat Twitter dan berjanji akan segera menuntaskan masalah ini.

“Kami sadar isu ini berdampak ke pengguna Instagram sekarang, dan pasti rasanya sangat frustrasi. Tim kami bekerja keras untuk memperbaiki masalah ini sesegera mungkin,” ujar @instagram lewat twit-nya.

Berangsur Normal

Setelah tumbang berjam-jam, aplikasi Facebook dan Instagram akhirnya berangsur normal. Keduanya mulai bisa diakses oleh penggguna.Pantauan dari laman pendeteksi situs down, DownDetector, Kamis (14/03/2019), jumlah laporan error-nya Instagram dan Facebook mulai menurun.

Per pukul 09.00 WIB, laporan tentang error Instagram sedang berada di puncak dengan jumlah laporan lebih dari 30 ribu laporan.

Sementara setelah pukul 09.00 WIB, jumlah laporan terus menurun hingga terakhir menjadi 5.000an laporan.

Lalu laporan soal error-nya Facebook pun mengalami penurunan setelah pukul 09.00 WIB. Puncak laporan terjadi sekitar pukul 09.00 dengan jumlah lebih dari 12 ribu laporan.

Sementara saat ini jumlah laporan turun hingga 3.000an laporan.

Ketika awak media mencoba mengakses Instagram, aplikasi ini sudah bisa diakses dengan normal.

Proses loading pun membuahkan hasil, yakni pembaruan unggahan yang bisa dirasakan pengguna. Demikian juga dengan pencarian di Instagram juga sudah bisa diakses.

Selanjutnya Facebook juga sudah bisa diakses, bisa memperbarui News Feed dan tampak update yang diunggah teman mulai bisa terlihat.

Pengamat: Facebook Justru Tutupi Penyebab Sebenarnya

Namun Pengamat Keamanan Siber, Pratama Persadha, justru punya pandangan lain. Menurutnya, tumbangnya ketiga layanan milik Facebook ini justru tak disebabkan oleh maintenance.

Ia mengungkapkan, perusahaan sebesar Facebook tak mungkin mengadakan maintenance dengan membuat sistemnya menjadi down.

“Perusahaan sekelas Facebook, apalagi masalah down time kalau maintenance harus ada uji coba server-nya dulu. Kalau ada maintenance, biasanya mereka beritahu,” tukas Pratama kepada Tekno Liputan6.com via telepon.

Maintenance itu tidak mungkin selama ini dan tidak butuh waktu berjam-jam, karena biasanyamaintenance ada server test dulu, update patch, semua diuji. Ketika di-patch, pasti mereka menguji akan bikin sistem down atau tidak,” imbuhnya.

Pratama memang tak bisa memastikan penyebab yang melumpuhkan semua layanan Facebook. Namun ia yakin, pasti ini merupakan salah satu bentuk serangan siber.

“Memang ini bukan DDoS, kan Facebook-nya sendiri sudah bilang. Menurut saya ada serangan lain, cuma menurut saya Facebook-nya tutupi karena mau investigasi. Masalahnya, mereka mau tidak terbuka dan transparan dengan pengguna?” terangnya.

Pratama juga menilai mengapa Facebook menutupi penyebab lumpuhnya Facebook, WhatsApp, dan Instagram.

Menurutnya, Facebook menutupi hal ini karena memikirkan implikasi ke nilai ekonomi perusahaan. Sebab, jika investor tahu sistem Facebook tidak kuat karena diserang, tentu hal ini akan berimbas ke menurunnya saham Facebook.

“Ini akan menurunkan valuasi dari perusahaan makanya mereka berusaha semaksimal mungkin untuk menutupi. Coba bayangkan, server Facebook itu tidak kira-kira, ada puluhan hektar, kalau ada maintenance itu ya pasti bisa di-switch ke backup server lain,” pungkasnya.

Saham Facebook

Lantas bagaimana dampak tumbangnya ketiga platform ini terhadap pergerakan saham Facebook Inc?

Mengutip data Bloomberg, saham Facebook di bursa saham Nasdaq naik tipis 0,84 persen atau 1,45 poin ke posisi USD 173,37 pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB).

Dengan kenaikan tipis harga saham Facebook itu mendorong kapitalisasi pasar saham Facebook mencapai USD 494,79 miliar. Saham Facebook pada awal perdagangan sempat dibuka naik ke posisi USD 172,32 dari penutupan perdagangan Selasa USD 171,92.

Trending Topic di Dunia

Saking banyaknya cuitan tentang ketiga layanan itu down, tagar terkait memuncaki trending topic di Indonesia hingga global.

Adapun tagar yang ramai dicuitkan pengguna di Twitter, termasuk #FacebookDown #instagramdown, WhatsApp, dan #InstagramBlackout2019.

Kebanyakan twit dari pengguna langsung menodong akun Twitter @facebook dan @instagram, bertanya-tanya mengapa layanan mereka bisa tumbang hingga berjam-jam.

Beberapa lainnya cuma meradang lantaran tak dapat mengakses media sosial kesayangan mereka.