Dahnil Anzar Ucapkan Maaf ke Pemerintah Malaysia


SURATKABAR.ID Koordinator jubir BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak turut berkomentar perihal polemik pembebasan Siti Aisyah dari dakwaan kasus pembunuhan Kim Jong Nam di Malaysia.

Dahnil menyoroti tentang klaim pemerintah yang menyatakan jika pembebasan tersebut hasil lobi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), di mana klaim tersebut dibantah langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

Melalui akun Twitter miliknya, Dahnil minta maaf ke Mahathir dengan me-mention akun Twitter Mahathir, @chedetofficial. Dia meminta maaf karena pemerintah Indonesia mengklaim melakukan lobi untuk membebaskan Siti Aisyah.

Baca Juga: Rocky Gerung: Masih ada Satu Kartu di Kantong Beliau, Kartu Pra-Dungu

“Tun Dr @chedetofficial maaf kan pemerintah kami yang klaim melakukan lobi terhadap pemerintah Malaysia terkait Siti Aisyah. Kami menghormati keputusan pengadilan yang menyatakan tidak ada bukti SA terlibat pembunuhan,” ungkapnya.

Dahnil menilai jika klaim tersebut merupakan tindakan memalukan. Ia lantas mengapresiasi wakil presiden Jusuf Kalla yang menyatakan jika kebebasan tersebut dikarenakan tidak cukup bukti.

“Perilaku politik memalukan ditunjukkan secara demonstratif oleh pemerintahan Jokowi terkait dengan klaim lobi-lobi pembebasan Siti Aisyah. Mengapa tidak bersikap sewajarnya seperti yang ditunjukkan Pak JK, sehingga tidak perlu ada bantahan dari Tun Dr Mahathir, yang berujung memalukan Indonesia,” kata mantan Ketum Pemuda Muhammadiyah ini.

Ia juga menytakan jika kejadian tersebut bisa berdampak pada nama baik Indonesia di mata Internasional.

“Produsen hoax dan kebohongan itu nyata. Bahkan kini hoax klaim lobi-lobi langsung dibantah oleh Perdana Menteri Malaysia, yang berujung pada nama baik Indonesia di dunia internasional,” sambung Dahnil.

Permintaan maaf Dahnil kepada Mahathir itu dianggap lucu oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin. “Kalo Dahnil Anzar bicara atau nge-tweet seperti itu, maka di TKN atau relawan sudah jadi bahan tertawaan. Itu karena dia nggak bisa jual paslonnya berbasis rekam jejak,” kata Wakil Ketua TKN Arsul Sani kepada wartawan, Rabu (13/3/2019), dikutip dari detik.com.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler


Berita sebelumyaJenuh Tak Mendapatkan Pasangan Hidup, Seorang Wanita Menikahi Benda Ini
Berita berikutnyaKristina Sudah 10 Tahun Menjada, Ternyata Dia Sering Digoda Oleh….