Terkuak! Tak Hanya Rian, Ada 3 Bos Besar ‘Pemakai’ Jasa Vanessa Angel, Siapa Saja?


SURATKABAR.ID – Kelanjutan kasus prostitusi online yang melibatkan nama artis cantik Vanessa Angel masih menjadi sorotan publik. Dari persidangan terbaru, terkuak bahwa ternyata para pria ‘pemakai’ jasa prostitusi online yang melibatkan Vanessa Angel tak hanya Rian (45), pengusaha tambang pasir di Lumajang, Jawa Timur saja. Ada 3 bos besar lainnya yang identitasnya dikantongi sang mucikari.

Untuk saat ini, daftar pengusaha kakap pemakai jasa prostitusi online Vanessa Angel itu dikantongi mucikari Vanessa Angel. Dikutip dari TribunNews.com, Kamis (14/03/2019), identitas 3 pengusaha kakap itu akan dibongkar sang mucikari dalam persidangan.

“User-user ini memang latar belakang mereka pengusaha-pengusaha besar. Yang salah satunya ada yang tinggal di Jakarta. Yang salah satunya ada yang tinggal di Jakarta. Inisialnya KKW. KKW ini salah satu pengusaha terbesar se-Indonesia. Dua lainnya tinggal di Bandung dan Bali,” beber Franky Desima Waruwu, kuasa hukum Siska, sang mucikari. Demikian sebagaimana dilansir dari tayangan iNews Malam.

Terkait identitas lengkap KKW, sang pengacara mucikari Siska enggan menyebutkannya. Ia hanya membenarkan bahwa pembongkaran soal daftar pelanggan Vanessa Angel ini akan diungkapkan Siska sang mucikari pada persidangan akhir Maret 2019.

Tak hanya akan membongkar daftar pelanggan Vanessa Angel, mucikari Siska pun akan mengungkap soal tarif jasa kencan Vanessa Angel sebenarnya.

Baca juga: Ramalan Tak Terduga dari Mbah Mijan Soal Vanessa Angel

Sosok Rian Diungkap Polda Jatim

Rian, sosok pengusaha pemakai jasa prostitusi online artis Vanessa Angel hingga mampu bayar Rp 80 juta sekali kencan ini diungkapkan Polda Jatim. Menurut data Surya.co.id (Grup Tribunnews Network), Rian(ada yang menulis Riyan) adalah pengusaha tambang pasir yang memiliki pertambangan di Lumajang, Jawa Timur ( Jatim).

“R itu Rian pengusaha pasir. Dia usahanya banyak, di Lumajang ada. Usahanya banyak,” papar Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Harissan di saat ditemui di Mapolda Jatim, di Surabaya, Senin (07/01/2019) lalu.

Harissandi menambahkan, status Rian ini masih belum menikah alias lajang, meski sudah berusia 45 tahun.

“Ya pokoknya pengusaha. Usianya 45 ke atas. Masih bujangan,” tukas Harissandi.

Jika disebutkan bahwa sosok Rian ini asal negara Tiongkok, itu ternyata tidak benar.

Dari identitas KTP, Rian bukan orang Jawa Timur melainkan warga yang bertempat tinggal di Jakarta.

“KTP-nya Jakarta Pusat,” imbuh Harissandi.

Kendati warga Jakarta Pusat, Rian rupanya kerap mondar-mandir ke Surabaya dan luar negeri.

“Dia sering mondar-mandir Jakarta-Surabaya. Kadang ke luar negeri,” tambah Harissandi.

Selain pengusaha tambang, Rian juga sebelumnya disebut memiliki usaha di bidang jasa. Namun Polisi dari Polda Jatim membantah jika sosok Rian adalah bos media online.

“Enggak, salah. Bukan (pengusaha media online). Ya pengusaha aja. Kan perusahaannya banyak dia. (Bergerak di bidang) jasa kali ya. Salah satunya ya karena banyak usahanya,” tukas Harissandi.

Demi bisa berkencan dengan Vanessa Angel, Rian rela merogoh kocek hingga puluhan juta rupiah, yakni mencapai Rp 80 juta. Diduga, Vanessa Angel sendiri mempunyai tarif Rp 80 juta dari setiap pelayanan yang diberikan kepada tamunya.

Status Rian Hanya Saksi?

Ketika diperiksa oleh Anggota Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, Rian sempat menyebutkan alasannya mengapa ia sampai rela membayar Rp 80 juta demi berkencan dengan Vanessa Angel. Itu dikarenakan Rian merupakan penggemar dari sang artis Vanessa Angel. Rian menghubungi mucikari yang berada di Surabaya dan Jakarta dan meminta agar dirinya bisa berkencan dengan artis idolanya itu.

Namun, sewaktu tertangkap sedang berkencan dengan Vanessa Angel awal Januari lalu, nyatanya hingga kini Rian masih belum ditetapkan apa statusnya.

Dinyatakan oleh AKBP Harissandi, Rian sudah diperiksa oleh pihak kepolisian pasca penggerebekan. Namun, polisi langsung melepaskan Rian. Dengan alasan, status pengusaha itu hanya sebatas saksi saja. Dalam Undang-Undang (UU), status Rian yang hanya sebatas saksi memang tidak diwajibkan untuk ditangkap dalam hal prostitusi.

“Pasal yang kami terapkan mucikari, karena penyedianya kan muncikari, karena tak ada Undang-Undang yang menjerat, jadi sementara kami periksa sebagai saksi,” sambung polisi dengan dua melati di pundaknya tersebut.

Saat ditanya sebabnya, ternyata pihak kepolisian Polda Jatim masih menguatkan data digital. Data digital ini tak hanya untuk Rian, namun juga pelanggan lainnya.

“Untuk sementara kami masih menguatkan data digital keterkaitan daripada pihak user pengguna ini, tadi kami diskusikan juga dengan pihak Komnas Perempuan,” ujar Direskrimsus Polda Jatim Kombes Akhmad Yusep Gunawan di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (28/02/2019).

Diakui Yusep, memang pemeriksaan data digital forensik handphone mucikari dan Vanessa belum selesai. Pihaknya masih menguatkan data digital forensik tersebut. Lamanya proses pemeriksaan digital forensik dikarenakan ada beberapa data yang perlu untuk disinkronisasi. Selain itu, banyak pula ditemukan pengguna tanpa nama dan identitas lengkap.

“Untuk user-user ini kan sedang kami kuatkan sesuai bukti petunjuk sesuai dengan data digital yang ada, dan ini kita harus sinkronisasi antara akun, nomor telepon dan sebagainya, dan kita tindak lanjuti kepada nama-nama, dan ini dunia maya, anonymous daripada sifat cyber crime ini yang harus kita pertanggung jawabkan tidak sekadar nama yang digunakan dunia maya, ada yang di NIK, kita compare lagi dengan nomor telepon, rekening,” ungkap Yusep.