Ngeri! Hasil Investigasi Sebut Sejumlah Jenderal Terlibat Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan


SURATKABAR.ID – Kuasa hukum penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengungkapkan hal mengerikan dari hasil investigasi Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi dalam kasus penyiraman air keras. Menurut Alghiffari Aqsa selaku kuasa hukum penyidik KPK tersebut, ada lebih dari satu nama jenderal dalam laporan hasil investigasi mereka.

“Ada nama-nama jenderal yang kami cantumkan, yang kami temukan dalam investigasi,” bebernya saat peringatan 700 hari teror Novel Baswedan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (12/03/2019). Demikian sebagaimana dikutip dari laporan Tempo.co, Rabu (13/03/2019).

Adapun hasil investigasi tersebut disusun oleh koalisi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) bersama LBH Jakarta, KontraS, Lokataru Foundation, ICW, LBH Pers, PSHK AMAR, Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) FH Universitas Andalas, serta PUKAT UGM. Tim advokasi Novel juga termasuk dalam koalisi itu.

Pada 15 Januari 2019, koalisi telah menyerahkan hasil investigasi itu ke KPK. Dalam laporannya, koalisi menyatakan rangkaian teror terhadap Novel bertujuan untuk menghalangi upaya pemberantasan korupsi.

Kategorinya adalah upaya perintangan penyidikan atau obstruction of justice dan karenanya bisa dijerat dengan Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca juga: Novel Baswedan Pesimis Tim Gabungan Bentukan Kapolri Akan Bekerja dengan Benar

Koalisi pun mendesak pimpinan KPK menerapkan pasal obstruction of justice dalam kasus teror ke Novel Baswedan. Alghiffari menuturkan penerapan pasal itu bisa jadi satu opsi untuk mengungkap dalang penyiraman air keras ke Novel.

Ia menambahkan, pilihan itu bisa dilakukan sewaktu presiden maupun kepolisian tak kunjung berkomitmen menuntaskan kasus ini.

Mantan Direktur Lembaga Bantuan Hukum tersebut mengimbuhkan, tinggal menunggu pimpinan KPK untuk mau menyelidiki kasus ini menggunakan pasal perintangan penyidikan. Dia menyebutkan, jika KPK bersedia mengungkap kasus Novel dengan pasal itu, pihaknya siap membuka semua laporan final investigasi.

“Tentunya dengan berbagai macam keterbatasan. Tapi ada nama-nama Jenderal, tidak hanya satu jenderal,” tukasnya.

Sebelumnya, Novel sendiri sempat menyinggung dugaan keterlibatan jenderal polisi dalam penyiraman air keras. Dalam wawancara dengan pers pada Juni 2017, Novel mengatakan banyak orang terlibat dalam penyerangan itu.

Keterlibatan itu tak lepas dari perintah jenderal polisi untuk mengaburkan fakta dan bukti peristiwa penyiraman dengan air keras pada 11 April 2017.

Sososk jenderal aktif itu diduga memerintahkan tim penyidik menghapus sidik jari pelaku yang tertinggal di cangkir wadah air keras saat olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenderal ini juga diduga terlibat dalam sejumlah rencana penyerangan terhadap Novel Baswedan dan penyidik KPK lain.

Gelar Aksi Diam pegawai KPK Peringati 700 Hari penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan