Grace Natalie: Lolosnya RUU Ini Melukai Rasa Keadilan Umat Kristiani


SURATKABAR.ID Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia atau PSI Grace Natalie kembali mengungkit peraturan daerah (Perda) syariah yang diskriminatif. Grace saat berpidato di acara Festival 11 di Medan, Senin (11/3/2019) menyindir partai-partai yang mengaku nasionalis tetapi malah mendukung Perda tersebut.

“Bagaimana mungkin disebut partai Nasionalis, kalau diam-diam menjadi pendukung terbesar Perda Syariah?,” kata Grace yang dikutip dari pidatonya yang diunggah dalam laman resmi PSI pada Senin (11/3/2019), dikutip dari tempo.co.

Dalam pidato itu, Grace bahkan mengutip hasil studi Michael Buehler dalam bukunya yang berjudul “The Politics of Shari’a Law: Islamist Activists and the State in Democratizing Indonesia” yang terbit pada 2016. Menurut Grace, Buehler merupakan guru besar ilmu politik di Nothern Illinois University.

Grace mengungkapkan jika dari hasil penelitian tersebut Buehler menyimpulkan bahwa partai yang mengaku berlabel nasionalis seperti PDI Perjuangan dan Golkar terlibat aktif dalam merancang, mengesahkan, dan menerapkan Perda-perda Syariah di seluruh Indonesia. “Ini bukan saya lho yang bilang. Saya hanya membacakan kesimpulan riset ilmiah,” kata Grace.

Ia juga mengungkapkan adanya partai partai nasionalis yang ikut mengambil inisiatif meloloskan RUU Pesantren dan Pendidikan Agama. Ia dan juga PSI sebenarnya tidak mempersoalkan mengenai aturan untuk pesantren, tetapi ia mempersoalkan rancangan ini karena berpotensi membatasi sekolah minggu, yang selama ini diatur secara otonom oleh gereja.

Baca Juga: Kesaksian Mengejutkan dari Sosok yang Mengaku Sebagai Guru Ngaji Jokowi

“Lolosnya RUU ini melukai rasa keadilan umat Kristiani. Saya jadi bertanya-tanya: kenapa partai nasionalis dan Islam moderat abai dan tega meloloskan rancangan ini?,” tutur Grace.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Andre Rosiade menilai jika pernyataan Grace soal Perda Syariah hanya untuk mencari sensasi belaka. “Jadi Grace selalu mengeluarkan statement-statement yang kontroversial, yang memang ingin ditanggapin, mendapat panggung. Ini strategi dia,” kata Andre kepada Tempo, Selasa (12/3/2019).


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler


Berita sebelumyaAndi Arief Sebut Prabowo Bakal Ungkap Kasus Penculikan 1 Jam Setelah Menang Pilpres
Berita berikutnyaMemanas! Disindir Grace Natalie Soal Perda Syariah, PDIP: Pernyataan Itu Ngawur