Beredar Foto Kondom Berbungkus Gambar Jokowi-Ma’ruf, TKN Marah Besar


SURATKABAR.ID – Aria Bima selaku Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin marah besar atas foto produk kondom dibungkus paket bergambar capres-cawapres 01 Jokowi-Ma’ruf Amin yang kini viral. Menurutnya hal itu telah merusak tatanan demokrasi.  Kampanye hitam (black campaign) melalui foto yang beredar di grup-grup WhatsApp itu telah merendahkan martabat bangsa.

Pasalnya, Jokowi dan Ma’ruf Amin merupakan simbol negara dan calon pemimpin bangsa. Demikian halnya dengan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Mereka adalah calon simbol negara.

“Pak Jokowi bukan simbolnya partai pengusung dan relawannya. Begitu juga dengan Pak Prabowo, bukan simbol partai dan pengusungnya. Mereka calon simbol negara,” tandas Bima dalam acara Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (10/03/2019). Demikian sebagaimana dikutip dari laporan TribunNews.com, Senin (11/03/2019).

Bima lalu menambahkan, di era dan masa kampanye seperti saat ini, jangan sampai ada hal-hal yang malah merendahkan martabat bangsa.

“Kalau kita tidak bisa menghormati para pemimpinnya sendiri, bangsanya juga tidak akan bisa hormat. Jadi, itu tidak lagi bisa memahami bagaimana keadaban bangsa ini harus kita jaga,” tegasnya.

Baca juga: Heboh Bungkus Kondom Bergambar Jokowi – Ma’ruf Amin, Apa Kata BPN dan TKN?

Ia menambahkan, kampanye yang tidak beradab itu patut diwaspadai. Pasalnya ini bukan cuma sekadar urusan menang atau kalah saja, tapi bagaimana membangun demokrasi yang beradab dan bermartabat.

“Saya kira harus dicermati betul bahwa kedua timses untuk saling menjaga. Karena ini bukan merupakan tradisi demokrasi yang kami bangun,” sebutnya kemudian.

Sebelumnya, foto produk kondom dibungkus paket bergambar capres-cawapres 01 Jokowi-Ma’ruf Amin beredar di media sosial dan grup-grup WhatsApp, baru-baru ini. Relawan pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin menyebut foto-foto itu merupakan bentuk kampanye hitam.

“Paket kondom bergambar Jokowi-Ma’ruf Amin itu fitnah kejam. Kami mengutuk keras karena sebagai bentuk kampanye hitam,” tandas Ketua Bravo-5 Jawa Timur, Ubaidillah Amin, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (09/03/2019) sore.

Ia mengemukakan bahwa cara-cara kampanye hitam seperti menyebar kondom itu bisa merusak tatanan demokrasi.

“Kami berharap aparat polisi mengusut penyebaran kondom itu,” tegasnya kemudian.

Namun walaupun diserang dengan kampanye hitam, ia yakin bahwa tim kampanye Jokowi tetap akan melakukan kampanye sehat dan menyampaikan narasi positif yang membangun.

“Saya yakin ini sama dengan emak-emak yang berkampanye azan di Karawang dan isu pendidikan agama akan dihilangkan,” imbuhnya menambahkan.

Sebelumnya, sebuah video berisi kampanye hitam juga beredar di daerah Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam video itu, terdapat ibu-ibu yang menyampaikan bahwa pelajaran agama akan dihapuskan jika Jokowi-Ma’ruf menang.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
Jika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik 'Vote!' untuk melihat hasil polling sementara.