Mengejutkan! Ternyata Ini Motif Zul Zivilia Menjual Narkoba


SURATKABAR.ID – Zul Zivilia alias Zulkifli yang merupakan vokalis band pemilik lagu Aishiteru, diketahui telah mengedarkan narkoba. Dan kini pihak kepolisian telah mengungkap motif mengejutkan mengapa Zul menjadi pengedar zat adiktif tersebut. Tak disangka-sangka, Zul ternyata disebutkan terlibat utang budi. Ia rupanya berutang budi kepada rekannya yang juga ditangkap bersamanya dalam penggerebekan di sebuah unit apartemen di Jakarta Utara pada 28 Februari 2019 lalu.

Selain itu, ia juga harus menafkahi seorang istri dan keempat anaknya. Sementara itu, ia dan bandnya sudah jarang mendapat panggilan manggung. Akhirnya, terpaksa Zul Zivilia menyanggupi menjadi pengedar narkoba, melansir TribunNews.com, Minggu (10/03/2019).

“Motifnya ekonomi, punya utang budi kepada Rian,” beber Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Suwondo saat ditemui wartawan di kantornya, Jumat (08/03/2019). Demikian menukil reportase Metro.Tempo.co.

Menurut Suwondo, Zul belum bersedia membongkar lebih terkait rincian utang budi yang dimaksudkannya. Sewaktu ditanyai langsung, Zul juga enggan menjawab. Dia hanya menuturkan menerima penangkapan itu sebagai risiko dari apa yang sudah dilakukannya.

“Ini sudah jalan hidup saya,” ucapnya pasrah sambil mengimbuhkan, “Saya menyesal.”

Baca juga: Dulu Ngakunya Tajir Melintir, Istri Zumi Zola Terpaksa Lakukan Ini Setelah Suaminya Dibui

Zul lantas mengaku kepada penyidik bahwa dirinya sudah tergabung dengan jaringan pengedar narkoba yang memasok ke pengecer di berbagai daerah itu sejak 2018. Selama ini dia mengaku telah dua kali mengedarkan jenis sabu dan pil ekstasi.

Sementara itu, saat penangkapan, polisi mendapati Zul Zivilia bersama barang bukti 24 ribu butir pil ekatasi dan 9,54 kilogram sabu. Jika ditotal dengan milik tersangka lainnya, barang bukti mencapai 50 ribu butir ekstasi dan 50,6 kilogram sabu.

Terlibat kartel pengedaran narkoba internasional

Lebih lanjut, pihak kepolisian menduga bahwa Zul terlibat dalam jaringan peredaran narkoba internasional. Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Suwondo mengungkapkan dugaan itu didapat setelah melalui proses pengembangan barang bukti yang didapat oleh pihaknya.

“Ini pengalaman yang kita tangkap kemasannya (barang bukti) dari sana (luar negeri). Dari jenis barang-barang ini kan diambil dari Sumatera jadi besar kemungkinan dari luar negeri,” ucap Suwondo di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (08/03/2019), melansir Kompas.com.

Suwondo menambahkan, pihaknya masih mendalami asal suplai narkoba jenis sabu dan ekstasi milik Zul Zivilia.

Ia dan tim menelusurinya melalui bentuk narkoba yang memiliki ciri khas masing-masing.

“Dari signature barang bukti ini berasal dari mana butuh waktu. Karena sampai saat ini tidak ada fakta yang mendukung kami seperti sebelumnya. Sekarang ini kita mengandalkan signature barang buktinya,” paparnya.

Suwondo pun menambahkan, saat ini pihaknya masih memburu beberapa nama lain yang diduga terlibat dalam kartel peredaran narkoba dengan Zul Zivilia dan rekan-rekannya.

“Karena ini kelompok besar, terdapat empat kelompok. Kelompok satu Alvia, dua Rian, tiga Ismayadi, keempat Ramdani. Nanti di bawah itu ada Zul,” tukasnya.

Beserta delapan tersangka lainnya, Zul Zivilia dijerat dengan pasal 114 dan 112 Undang-undang Narkotika dengan ancaman hukum mati atau seumur hidup.