Hubungan Kematian Dini dengan Cuti dari Pekerjaan


SURATKABAR.ID – Adakah hubungannya kematian dini dengan mengambil cuti dari pekerjaan? Bekerja keras memang diperlukan demi untuk kelangsungan hidup yang mapan dan sejahtera. Meski begitu, ingatkah Anda untuk merawat dan menjaga pikiran serta tubuh agar bebas dari stress? Pasalnya, lahir batin kita memerlukan istirahat yang cukup dan bebas dari tekanan pekerjaan agar dapat tetap sehat.

Seperti yang diungkap oleh sebuah riset baru-baru ini, diambillah satu kesimpulan bahwa mengambil cuti berpotensi membantu seseorang hidup lebih lama. Tak tanggung-tanggung, riset ini dilakukan selama 40 tahun lamanya. Dari situ ditemukan bahwa pekerja yang mengambil cuti kurang dari tiga minggu setiap tahun mempunyai risiko kematian dini sepertiga lebih tinggi. Demikian dilansir dari IntiSari.Grid.ID, Minggu (10/03/2019).

Tentunya, hal ini berbanding terbalik dengan mereka yang mengambil cuti lebih banyak. Menurut para peneliti, hidup sehat dan olahraga teratur tetap saja tak bisa menggantikan manfaat dari istirahat yang cukup. Karena pasalnya, istirahat cukup sangat berguna untuk menghilangkan stres dan memperpanjang harapan hidup.

“Gaya hidup sehat tak bisa mengatasi efek kerja terlalu keras, dan tak dapat menggantikan manfaat liburan,” tandas Profesor Timo Strandberg, dari University of Helsinki di Finlandia.

Menurut sang profesor, liburan bisa menjadi cara yang baik untuk menghilangkan stres.

Baca juga: Iseng Prank Pacar dengan Ular Phyton, yang Terjadi Berikutnya Sungguh Mengejutkan!

Sementara itu, halaman Independent memberitakan, riset ini dimulai pada tahun 1970an dengan melibatkan 1.222 pria paruh baya yang lahir antara tahun 1919-1934. Semua peserta mempunyai risiko terkena penyakit jantung lantaran beragam faktor. Contohnya saja seperti merokok, tekanan darah tinggi, atau kelebihan berat badan.

Separuh dari peserta lalu diberi instruksi untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan berolahraga, menerapkan pola makan sehat, mencapai berat badan sehat, dan berhenti merokok.

Sementara itu, peserta riset yang lain tak diberi instruksi apa pun. Hasil riset yang telah dipresentasikan dalam Konferensi European Society of Cardiology, Jerman menunjukkan hal yang mengejutkan.

Sebab, mereka yang diberi instruksi untuk melakukan gaya hidup sehat malah menghadapi risiko kematian dini lebih besar.

Kata peneliti, hal ini terjadi karena instruksi itu mungkin telah menambahkan tekanan ekstra pada hidup mereka.

Peserta yang juga diinstruksikan untuk melakukan gaya hidup sehat dan mengambil cuti kurang dari tiga minggu dalam setahun, 37 persen lebih mungkin untuk mengalami risiko serupa.

“Risiko kematian dini yang disebabkan oleh gaya hidup intensif terkonsentrasi pada laki-laki dengan waktu liburan lebih pendek setiap tahunnya,” demikian Profesor Strandberg menjelaskan.

“Gaya hidup yang penuh tekanan ini mungkin telah mengesampingkan setiap manfaat dari intervensi,” imbuhnya kemudian.

Profesor lantas menambahkan, intervensi itu pun mungkin mendatangkan efek psikologis yang menambahkan tekanan dalam kehidupan mereka.

Cara Cepat Rileks

Jadi, sesibuk apapun Anda, usahakan untuk selalu mendapatkan istirahat cukup baik untuk tubuh maupun pikiran. Hindari stres agar lahir batin senantiasa tetap sehat. Cara menghindari stres yang paling mudah adalah dengan membuat tubuh menjadi rileks.

Seperti dilansir dari Kompas.com, Anda bisa mencoba relaksasi termudah dan murah dari rumah seperti mandi, memijat tangan dan badan, menyemprot wajah dengan spray pelembab yang menyegarkan, berendam air hangat sebelum tidur, menyisir rambut hingga menggunakan minyak aromaterapi. Misal, oles dan pijatkan minyak lavender pada titik-titik pusat saraf, seperti leher, pergelangan tangan bagian dalam, dan pelipis sebelum tidur.