Warga Mencari Uang Gobog dan Emas Purbakala di Lokasi Proyek Jalan Tol Malang


SURATKABAR.ID – Warga sekitaran Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang dihebohkan dengan adanya temuan situs purbakala. Situs purbakala tersebut ditemukan di salah satu wilayah pengerjaan proyek Jalan Tol Malang-Pandaan (Mapan). Dan demi mendapat benda-benda bersejarah, warga sekitar rela mencari dan menjelajah hingga dini hari.

Seperti dikutip dari JawaPos.com, Minggu (10/03/2019), salah satu warga sekitar bernama Muhammad Arifin, warga RT 15, Desa Sekarpuro, ikut memulai petualangannya berburu benda purbakala. Yang dicari tak lain adalah uang gobog dan emas zaman purba. Sejak dimulainya pengerjaan Jalan Tol Mapan pada 6 bulan lalu, Arifin bersama warga lainnya mulai mencari benda-benda yang bernilai sejarah di bawah timbunan tanah pengerjaan tol.

“Awalnya dikasih tahu pekerja proyek (tol). Kemudian saya langsung cek ke sana,” ungkapnya sewaktu ditemui awak media pada Sabtu (09/03/2019).

Arifin menyebutkan, pertama kali melakukan pencarian, Arifin menemukan sejumlah benda bersejarah. Seperti pecahan gerabah, keramik, patahan keris, talam (nampan), uang gobok, hingga emas!

“Pertama kali temukan uang koin. Ditemukannya terpisah, berceceran di tanah,” imbuhnya.

Baca juga: Mengungkap Misteri Situs Gunung Padang di Jabar, Ada Kuil Kuno Tersembunyi?

Setelah ia menemukan koin, Arifin malah jadi ketagihan untuk mencari benda-benda bersejarah lainnya. Bahkan, ia rela mencari hingga dini hari.

“Sampai kadang pagi, siang, sore, dan malam cari. Saya juga pernah baru pulang jam 02.00 WIB pagi karena nyari,” bebernya bertutur cerita.

Dapat Bantuan dari ‘Orang Pintar’

Menurut pengakuannya, Arifin telah mengetahui titik-titik mana saja yang kemungkinan terdapat benda purbakala. Bahkan, ia juga mendapat bantuan dari ‘orang pintar’ untuk mencari tahu lokasi tersebut.

“Saya dikasih tahu, kemudian saya dapat emas simbol Majapahit delapan penjuru,” sebutnya.

Ia menyebutkan, hampir seluruh warga di sekitar lokasi mencari benda-benda itu. Bahkan, tak sedikit yang lantas menjual barang-barang terkait. Namun, Arifin sendiri mengklaim hingga saat ini masih menyimpan semua benda bersejarah temuannya. Kendati ada sejumlah kolektor yang menawarkan harga cukup tinggi untuk barang temuannya.

Ia menuturkan, jika harus mengembalikan benda itu ke BPCB, Arifin mau melakukannya asalkan mendapatkan ganti rugi.

“Kalau diminta (mengembalikan) dan ada ganti rugi silahkan (diambil),” terangnya.

Sebelumnya, BPCB menyampaikan akan memberikan jasa ganti rugi bagi warga yang menemukan benda cagar budaya dan bersedia mengembalikan.

Tak hanya warga, pekerja proyek Tol Mapan pun ikut mengambil kesempatan untuk mendapatkan benda-benda bersejarah itu. Seperti yang dialami Joni Hendro Sancoko (29). Sewaktu sedang menggali tanah, ia menemukan uang gobog.

“Waktu kerja temukan ini (uang gobok). Perkiraan uang zaman dulu,” ucapnya.

Untuk sementara, koin-koin itu masih disimpan. Namun, dirinya bersedia mengembalikan ke BPCB asal mendapat ganti rugi.