Jadi Tersangka, Ustaz Jafar Umar Thalib Ditahan Polisi Terkait Kasus Perusakan Rumah di Papua


SURATKABAR.IDPolisi melakukan penahanan terhadap Ustaz Jafar Umar Thalib, tersangka perusakan rumah warga di Papua. Setelah sebelumnya dibantarkan lantaran sakit, kini Ustaz Jafar telah mendekam di Rutan Polda Papua.

“Saat itu JUT (Jafar Umar Thalib) sakit dan dibantarkan, saat ini sudah di Rutan Polri, sudah kita tahan,” ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal ketika dihubungi untuk dimintai konfirmasi, pada Sabtu (9/3), dikutip dari Detik.com.

Kombes Ahmad Mustafa sendiri tak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kapan pihaknya menahan Ustaz Jafar. Selain Ustaz Jafar, polisi sudah menetapkan status tersangka pada enam orang lain dalam kasus perusakan rumah di Papua.

Saat ini polisi tengah melengkapi berkas perkara Ustaz Jafar beserta keenam orang tersangka lain. Ahmad sendiri menyebut akan segera menyelesaikan penyidikan agar berkas perkara dapat secepatnya dilimpahkan ke pengadilan.

“Kita sedang melengkapi berkas, mungkin sekitar 2 minggu kita upayakan tahap dua. Ada 7 tersangka, barang bukti 2 samurai itu karena pasal yang disangkakan itu (Pasal) 170 dan UU Darurat. Barang itu ditemukan di mobil kan pas tanyakan dia memiliki itu,” jelas Ahmad.

Baca Juga: Dua Tersangka Teroris Asal Riau Ditangkap, Mereka Mengaku Didanai Pegawai BUMN

Diberitakan, status Ustaz Jafar Umar Thalib dan sejumlah pengikutnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perusakan rumah warga di Koya, Distrik Muara Tami. Sebelumnya status Ustaz Jafar dibantarkan untuk perawatan di Rumah Sakit Polri Bhayangkara, Jayapura.

“Setiap orang yang ditahan dan ternyata sakit, maka yang bersangkutan dibantarkan dan dirawat di rumah sakit, termasuk JUT,” jelas Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin di Jayapura, seperti yang dilansir Detik.com dari Antara, Rabu (6/3).

Menurut polisi, masing-masing pihak mendapatkan perannya sendiri ketika aksi perusakan terjadi. Berikut adalah peran dari setiap tersangka:

1. JUT (58) mendapat peran memiliki dua buah Samurai berwarna merah dan kuning. Keduanya selalu diletakkan dalam mobil Triton miliknya dan menghasut santrinya untuk memberi peringatan ke rumah korban untuk mematikan musik rohaninya.

2. AJU (20) berperan membawa samurai kuning untuk memotong kabel dan sound di rumah korban.

3. S alias AY (42) memiliki peran membawa samurai merah untuk memotong kabel dan sound korban.

4. AR (43) mempunyai peran ikut berada di halaman rumah milik korban serta ikut menegur pemilik rumah untuk mematikan musik rohani.

5. IJ (29) berperan ikut berada di halaman tempat tinggal korban dan menegur pemilik rumah untuk mematikan musik rohani.

6. MM alias Z (31) mendapat peran ikut berada di rumah korban serta ikut menegur empunya rumah untuk mematikan musik rohani.

7. AR alias A (20) diberi peran untuk ikut berada di rumah korban dan ikut menegur pemilik rumah untuk mematikan musik rohani.

Lantaran perbuatannya, para tersangka disangkakan dengan Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang membawa, menguasai, dan memiliki senjata tajam tanpa izin. Selain itu ancaman lain juga menanti, yakni Pasal 170 Ayat (2) ke-1 tentang barang siapa dengan terang-terangan dan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang.