Bukan Lagi Level Pengecer, Tak Disangka Ini Motif Zul ‘Zivilia’ Jadi Pengedar Barang Haram


SURATKABAR.ID – Tak sedikit artis yang memilih jalan haram demi mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Salah satunya adalah Zul ‘Zivilia’. Ia tertangkap polisi karena bersinggungan dengan narkoba sebagai pengedar. Apa alasan pentolan band yang namanya naik daun berkat lagu ‘Aishiteru’ ini melakukannya?

Selain karena faktor ekonomi, seperti dihimpun dari laman Detik.com pada Jumat (8/3/2019), sang vokalis ini rupanya memiliki utang budi kepada temannya yang diketahui bernama Rian. Dua hal inilah yang kemudian membuat Zul ‘Zivilia’ menjadi pengedar.

“(Alasan jadi pengedar) faktor ekonomi dan dia punya utang budi sama Rian,” jelas Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan dalam gelar perkara kasus penangkapan Zul ‘Zivilia’ tersebut, pada Jumat (8/3).

Rian ini, menurut informasi dari pihak kepolisian, diketahui sebagai salah seorang pengedar yang juga ikut terlibat dalam jaringan Zul. Selain mengamankan Zul, polisi juga sudah menangkap Rian.

Zul sendiri dibekuk tim Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya di sebuah apartemen di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada akhir bulan lalu, Kamis (28/3).

Baca Juga: Waduh! Terciduk Gara-Gara Narkoba, Rahasia Mengejutkan Selebgram Cantik Ini Malah Terbongkar

Tak hanya seorang diri, ketika menangkap Zul polisi juga mengamankan 3 tersangka lain. Mereka adalah MH alias Rian (26), HR alias Andu (28), dan seorang wanita berinisial D (26).

Zul ‘Zivilia’ Bukan Level Pengecer

Fakta penting lain terungkap terkait bisnis haram yang dilakukan Zul ‘Zivilia’. Disebutkan oleh polisi, bahwa tak ada kalangan artis yang memesan sabu dari artis Zul. Zul, diungkapkan, adalah pengedar yang levelnya bukan lagi pengedar eceran semata.

“Dia bukan level pengecer. Jadi dia adalah bandar nanti bagi ke pengecer kecil, kemudian pengecer kecil yang ngasih ke pelanggan. Jarak dia itu jauh (ke pelanggan),” jelas Kombes Suwondo Nainggolan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (8/3).

Lebih lanjut, Suwondo menjelaskan bahwa pemilik nama lengkap Zulkifli ini telah sejak lama menjadi pengedar. Akan tetapi di hadapan aparat ia mengaku baru mengirimkan barang sebanyak dua kali. “(Sejak) tahun 2017-2018 katanya baru dua kali,” sebutnya.

Suwondo mengatakan, Zul terlibat dalam jaringan yang cukup besar. Bandar di atas jaringan Zul ini saja memiliki 4 jaringan kelompok. “Ini kelompok besar, ada 4 kelompok. Di bawahnya kelompok itu ada Zul dkk,” ungkap Suwondo.

Selain sabu, Zul juga diduga mengedarkan ekstasi bergambar kerang, Barcelona, Instagram, hingga monyet. Barang-barang tersebut ia dapatkan dari Sumatera. “Barang-barang ini dia ambil dari Sumatera, potensi dari luar negeri,” tegasnya.