Muncul Kabar Soal Wanita Inisial L Saat Andi Arief Ditangkap, Ini Penjelasan Polisi


SURATKABAR.ID – Kasus penggerebekan Andi Arief di Hotel Peninsula Jakarta masih menyisakan tanda tanya di mata publik. Terutama mengenai kaitannya dengan seorang wanita yang ada saat proses penangkapan tersebut. Sebelumnya, rumor menyebutkan wanita tersebut berinisial CJ. Namun kini, muncul kabar soal wanita inisial L saat mantan politikus Demokrat tersebut ditangkap.

Menukil Medan.TribunNews.com, Jumat (08/03/2019), rupanya ada pesta pernikahan yang berlangsung di aula lantai dasar Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat di hari yang sama saat Andi Arief ditangkap, yakni Minggu (03/03/2019). Pesta tersebut diketahui berlangsung pukul 20.50 WIB.

Sementara itu, datanglah pihak kepolisian untuk menangkap Andi Arief. Tak banyak pegawai yang mengetahui sejumlah polisi ke hotel bintang empat itu datang untuk menangkap Wasekjen Demokrat Andi Arief. Petugas hotel yang enggan disebutkan namanya itu hanya melihat sekitar 10 orang datang dan meminta ditemani oleh pengamanan untuk naik ke lantai atas.

“Saya tidak tahu detailnya. Cuma, memang ada 10 oranglah yang datang terus minta satpam naik ke atas. Kita kan sibuk di bawah karena ada acara,” ungkap petugas kepada pers pada Senin (04/03/2019) lalu.

Selama empat jam hingga pukul 01.00WIB Senin dini hari, pemeriksaan terhadap Andi Arief dapat diselesaikan.

Baca juga: Memanas! Andi Arief Ancam Lakukan Ini Kepada Mahfud MD

Dia tak begitu mengerti saat pihak kepolisian keluar bersama Andi Arief.

“Hanya tahu dari teman yang semalam jaga saja sampai pagi. Saya sudah pulang,” tukasnya kemudian.

Sementara itu, sumber lain menyebutkan, Andi Arief rutin datang saban Minggu ke hotel itu. Bahkan, ada informasi jika polisi juga membuka kamar untuk memantau gerak-gerik Andi Arief. Diketahui, Andi Arief keluar dari hotel tak pernah dari lobi melainkan melalui pintu darurat.

Elizabeth Ratna Sari selaku Public Relations Manager Hotel Menara Peninsula juga membenarkan adanya penangkapan itu.

Pihak kepolisian dari Bareskrim Mabes Polri membawa surat perintah untuk melakukan penggeledahan. Dan sesuai prosedur, beberapa anggota pengamanan hotel menemani proses penggeledahan tersebut.

“Kami sesuaikan dengan prosedur saja. Bahwa apa dan bagaimana kejadiannya? Kami tidak bisa menjelaskan. Silakan tanya kepada pihak kepolisian,” katanya.

Tanpa Garis Polisi

Hingga saat ini kamar yang dimaksud masih dibiarkan oleh pihak hotel tanpa ada garis polisi yang membatasi. Alasannya, kamar itu diminta untuk steril oleh pihak kepolisian guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Tidak. Tidak ada garis polisi. Kami juga tidak mau ada pikiran negatif dari penghuni kamar lain.

Kami masih koordinasi juga dengan pihak kepolisian dan masih steril sampai sekarang,” imbuhnya kemudian.

Lebih lanjut, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Mohammad Iqbal, mengkonfirmasi kabar mengenai penangkapan Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief.

Iqbal mengatakan Andi Arief ditangkap pada Minggu (03/03/2019) di kamar Hotel Peninsula, Jakarta Barat itu berawal dari informasi dari masyarakat bahwa ada pengguna narkoba di salah satu kamar hotel.

“Setelah dilakukan upaya penyelidikan, mapping, surveillance dan lain-lain, Petugas berhasil menggerebek dan melakukan upaya paksa kepolisian berbentuk penangkapan,” beber Iqbal di Mabes Polri.

Dalam penangkapan itu, polisi melakukan penyitaan terhadap barang bukti seperangkat alat untuk menggunakan narkoba.

“Diduga benar bahwa yang berada di kamar tersebut AA,” imbuh Iqbal.

Polisi Bantah Ada Perempuan

Usai pemeriksaan urine, Andi Arief dinyatakan positif mengandung metaphetamine atau narkoba jenis sabu.

“AA diperiksa dan pendalaman berikut saksi-saksi sedang kami lakukan. Tes urine terhadap AA dan positif mengandung metaphetamine atau jenis sabu,” bongkar Iqbal.

Ia juga membantah kabar yang menyatakan bahwa Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief, ditangkap bersama seorang perempuan.

Tapi dari sejumlah foto yang beredar setelah penangkapan Andi Arief, ada seorang perempuan. Menurut sumber yang tak ingin disebutkan namanya, perempuan itu berprofesi sebagai pemandu karaoke. Sedangkan kamar yang dipakai Andi Arief, dibuka atas nama orang lain.

“Biasanya ke karaoke jam satu malam keluar lewat exit terus masuk kamar,” ungkap sumber.

Iqbal menegaskan, Andi Arief diamankan seorang diri terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba.

“Di TKP satu diamankan AA. Jangan percaya dengan informasi seliweran pada saat digerebek satu ditangkap tapi nanti berkembang akan kami sampaikan,” tandas Iqbal.

Pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi soal kasus ini. Iqbal meminta masyarakat untuk tak mempercayai informasi yang beredar di grup WhatsApp.

“Kita sedang dalami ada beberapa saksi sedang kita periksa. Narasi-narasi yang ada di WA grup bahkan foto-foto belum tentu benar saat ini,” beber Iqbal.

Demokrat masih cari informasi

Ketua Divisi Hukum dan Advokasi DPP Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyebutkan pihaknya masih terus mencari informasi menyoal kasus yang menimpa Andi Arief.

“Kami masih terus informasi secara lengkap terkait hal ini. Kami masih akan koordinasi terus dan juga meminta keterangan dari Pak Andi secara langsung,” sebutnya.

Partai Demokrat menghormati proses hukum di wilayah kepolisian. Menurut Ferdinand, Partai Demokrat akan mengikuti perkembangan kasus, sebelum mengambil keputusan mengenai pendampingan hukum dan pemberian sanksi terhadap Andi Arief.

“Kami ikuti perkembangannya dan kami belum bisa sampaikan pendapat apapun terkait konpers yang telah dilakukan kepolisian. Intinya kami menghormati proses yang sedang berjalan,” papar Ferdinand.

Meski begitu, Andi Arief selama ini tak pernah terlibat persoalan narkoba. Selama ini, menurut Ferdinand, Andi Arief berkontribusi besar terhadap proses demokrasi di Indonesia. Partai Demorkat sendiri belum bisa menyampaikan hal apapun soal masalah hukum yang menimpa Andi Arief. Saat ini, Partai Demokrat menyesalkan kasus yang menyeret kadernya tersebut.

“Namun sikap Partai Demokrat secara tegas dan jelas tidak akan mentolerir dan berkompromi terhadap masalah penyalahgunaan narkoba,” tukas Ferdinand.

Tumpukan kardus

Setidaknya ada enam foto yang beredar di media sosial setelah penangkapan Andi Arief. Dari beberapa foto yang beredar di antaranya memperlihatkan suasana kamar tidur di hotel. Kemudian ada juga yang memperlihatkan sejumlah barang yang berada di atas meja. Sejumlah barang itu di antaranya bungkus rokok, bungkus alat kontrasepsi, korek api, dan lainnya.

Tak hanya itu, foto Andi Arief yang tampak berada di balik bui pun beredar di media sosial. Andi Arief terlihat tengah duduk di balik sel tahanan. Tampak kardus-kardus bertumpuk di belakang Andi Arief. Selain itu ada pula foto aktivis reformasi 1998 itu yang tampak hendak menyantap makanan. Namun, hingga saat ini awak media masih mencoba menggali lebih dalam menyoal foto-foto yang beredar tersebut.