Banjir Hebat Melanda Madiun, 515 Orang Dievakuasi


SURATKABAR.ID – Sebanyak 515 orang warga Madiun telah dievakuasi dari lokasi banjir oleh tim SAR gabungan. Diketahui, banjir hebat telah melanda Kabupaten Madiun sejak Rabu (06/03/2019).

Menurut keterangan tertulis dari Basarnas.go.id, 515 orang itu terdiri dari 150 orang warga kecamatan Pilangkenceng yang dievakuasi ke sebuah pondok pesantren terdekat. Selebihnya ada 200 orang warga Kecamatan Mejayan, 75 orang warga kecamatan Balerejo, serta 90 orang warga Kecamatan Wonoasri.

Dikutip dari reportase SindoNews.com, Kamis (07/02/2019), wilayah yang terdampak banjir di Kecamatan Pilang kenceng adalah di Dusun Purworejo. Wilayah terdampak banjir di kecamatan Balerejo, yakni Desa Balerejo, desa Bulakrejo, Desa Warurejo, Desa Garon, Desa Glonggong, Desa Pacinan dan desa Gulug. Sedangkan wilayah yang terdampak banjir di kecamatan Wonoasri, ialah dusun Temboro dan desa Krapyak.

Sementara itu, wilayah terdampak banjir di kecamatan Mejayan, adalah di Jalan Cempaka, Kelurahan Bangunsari dan dusun Mrau.

Dan untuk wilayah yang terparah terdampak banjir yaitu di RT 19 dan RT 20 / RW 06. Hal ini disebabkan karena lokasinya yang lebih rendah dari jalan utama dan berdekatan dengan Bengawan Solo.

Baca juga: KPAI Sesalkan Guru dalam Video Viral yang Tonton Film Biru di Kelas

Menurut Gian Ery selaku Komandan tim operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya, proses evakuasi para warga berjalan cukup lancar, meskipun harus dilaksanakan saat hujan deras. Dengan penuh hati-hati, tim SAR gabungan bergegas mengevakuasi dalam rangka mengantisipasi naiknya debit air.

“Dalam upaya membantu evakuasi warga Kabupaten Madiun yang terdampak bencana banjir ini, Kantor SAR Surabaya mengerahkan dua tim operasi, satu tim diberangkatkan dari Kantor SAR Surabaya dan satu tim lainnya dari Pos SAR Trenggalek. Masing-masing tim terdiri atas enam orang personel,” ucap Ery.

Selain tim operasi Kantor SAR Surabaya, langkah evakuasi para warga terdampak banjir ini juga melibatkan peran serta sejumlah pihak, baik personel dan juga peralatan, diantaranya dari KODIM 0803 Madiun, Brimob Kompi C Madiun, BPBD kabupaten Madiun, SAR MTA Madiun, serta perangkat kecamatan yang terdampak.

Tol Madiun Terendam Banjir

Menukil TribunNews.com, Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Kepolisian Daerah Jawa Timur melakukan rekayasa lalu lintas di ruas jalan tol KM 604 hingga KM 603 Madiun yang kini tergenang banjir. Pasalnya, air banjir yang menggenangi jalan tol di ruas jalur B Surabaya-Solo itu sudah setinggi 80 sentimeter.

Berdasarkan penjelasan dari Kasat PJR Polda Jatim, AKBP Bambang Sukmo Wibowo, pihaknya akan memberlakukan sistem rekayasa lalu lintas yakni satu jalur di ruas jalan tol akan dipakai untuk dua arah (contra flow).

“Arus lalu lintas diterapkan Contra Flow di jalur B dari Surabaya menuju ke Solo mulai KM 607 hingga KM 602,” tuturnya saat dikontak SURYA.co.id via seluler, Kamis (07/03/2019).

Penjelasan Bambang, pihaknya sudah berada di lokasi banjir di ruas jalan tol Madiun.

Dari pantauan di lapangan, kondisi jalan tol jalur B dari arah Surabaya menuju Solo masih tergenang air. Pihak Kepolisian melakukan pemasangan Traffic Cone karena jalur arteri juga banjir. Rencananya, rekayasa lalin Contra Flow ini akan diterapkan secara kondisional dengan perhitungan debit air yang membanjiri jalan tol Madiun.

“Sudah terpasang Traffic Cone dan masih Contra Flow di ruas jalan tol Madiun,” ungkapnya.

Macet 2 Km

Karena luapan banjir di Kabupaten Madiun meluap hingga Jalan Raya Madiun-Surabaya 158-159, Desa Garon, Kecamatan Balerejo, kemacetan hingga sejauh dua kilometer jadi tak dapat dihindari. Kemacetan terjadi baik dari arah timur ke barat maupun sebaliknya sejak Rabu (06/03/2019), sekitar pukul 15.00 WIB.

“Di Jalan Raya Madiun-Surabaya KM 158-159 dengan adanya peningkatan debit air hingga ke jalan raya, terjadi pelambatan kurang lebih dua kilometer, dari mulai pertigaan Desa Garon sampai dua kilometer ke arah timur,” imbuh Kasatlantas Polres Madiun, AKP Imam Mustolih, saat ditemui di lokasi, Rabu (06/03/2019) sore.

Dia menambahkan, saat ini Polres Madiun telah mengerahkan seluruh personel untuk membantu mengatur lalu lintas, dan membantu kendaraan roda dua yang kesulitan melintasi luapan air setinggi kurang lebih 30 sentimeter.

“Kalau antisipasi yang dilaksanakan oleh Polres Kabupaten Madiun, saat ini Kapolres AKBP Ruruh Wicaksono telah menerjunkan seluruh personel untuk melaksanakan pengaturan di jalan,” lanjutnya.

AKP Imam Mustolih mengatakan, Polres Madiun juga telah berkoordinasi dengan Polres Nganjuk untuk mengatur kendaraan berat yang akan menuju arah barat agar masuk ke jalan Tol Wilangan.

Sedangkan kendaraan berat yang dari arah timur ke barat dialihkan ke Tol Dumpil.

“Kaitannya dengan rekayasa lalu lintas, untuk mengurangi arus kemacetan di jalur arteri, kami sudah koordinasi dengan jajaran di barat, yaitu dari Polres Nganjuk untuk kendaraan berat kami masukan ke tol begitu juga yang dari arah barat menuju ke timur (Madiun -Surabaya) sebagian kami alihkan ke Tol Dumpil,” sebut AKP Imam Mustolih.

Pantauan di lokasi, hingga pukul 18.30 WIB kemarin saja, air setinggi 30 cm masih meluap ke jalan aspal dengan arus yang cukup deras sepanjang sekitar satu kilometer. Diimulai dari depan Kantor Desa Garon menuju ke timur sebelum Desa Jerukgulung, Kecamatan Balerejo.

Akibatnya, sejumlah kendaraan roda dua tampak kesulitan melintas karena derasnya arus. Beberapa di antaranya bahkan nyaris terjatuh, dan ada juga yang mogok lantaran air masuk ke dalam karburator.