KPAI Sesalkan Guru dalam Video Viral yang Tonton Film Biru di Kelas


SURATKABAR.ID – Unggahan video amatir dari seorang netizen memperlihatkan hal tak pantas. Tampil dalam video itu, seorang guru sedang menonton film biru di dalam kelas. Aksi guru yang menimbulkan keriuhan siswa-siswinya itu lantas menjadi viral di media sosial. Terutamanya platform Instagram. Menanggapi video itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan perilaku guru tersebut.

“KPAI menyesalkan perilaku guru yang sangat tidak patut dan telah memberikan contoh buruk bagi para siswanya,” tegas Komisioner KPAI Bagian Pendidikan, Retno Listyarti saat dihubungi awak media pada Rabu (06/03/2019). Demikian sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

“Bagaimana mau menyadarkan anak tentang bahaya pornografi yang saat ini begitu marak, ketika si pendidik sendiri justru kecanduan pornografi,” imbuhnya kemudian.

KPAI mendapatkan video berdurasi sekitar 32 detik itu melalui pengaduan dari masyarakat melalui aplikasi pesan WhatsApp.

Dalam video yang diduga direkam oleh salah satu siswa tersebut, terdengar para siswa menjadi gaduh sewaktu gurunya tampak menayangkan adegan film biru melalui laptop. Tampaknya guru pria tersebut secara tak sengaja telah menampilkannya.

Baca juga: Edan! Sepasang Remaja Nekat Bermesraan di Selokan, Lihat Reaksinya Saat Terciduk

Setelah beberapa saat berlalu, sepertinya guru itu masih juga tak sadar bahwa laptop dia masih terhubung dengan proyektor sehingga dapat dilihat oleh seluruh murid di dalam kelas.

Adapun video ini menjadi viral karena diunggah oleh akun Instagram Fakta & Berita Indonesia, @fakta.indo pada Sabtu, (02/03/2019).

View this post on Instagram

Seorang guru terlihat sedang memutar video p***o di laptop yg terhubung ke projektor di dalam kelas. . . Dalam video itu terdengar para siswi menjerit histeris "Aduh Bapak, oh my God Bapak jangan gitu..". Guru tersebut nyengir2 dan kemudian dihampiri oleh seorang siswa sambil menunjuk video di projektor tersebut. . Belum diketahui di sekolah mana atau kapan kejadian itu terjadi. . Video no sensor kiriman: abdu******

A post shared by Fakta & Berita Indonesia (@fakta.indo) on

Masih Ditelusuri

KPAI hingga saat ini masih belum mengetahui peristiwa itu terjadi di mana, atau kapan kejadian ini berlangsung.

“KPAI akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informastika (Kemenkominfo) yang memiliki alat untuk mendeteksi di mana dan kapan video tersebut dimuat,” tukas Retno.

Sementara itu, KPAI akan mendorong pihak sekolah dan Dinas Pendidikan setempat untuk melakukan pemeriksaan terhadap guru yang bersangkutan.

Retno menyebutkan, adanya pemeriksaan ini dikarenakan guru terkait telah lalai saat mengajar di dalam kelas, sehingga mengakibatkan siswa-siswanya ikut menyaksikan video yang bermuatan pornografi.

“Seharusnya dalam proses pembelajaran tersebut, guru mengawasi para siswanya ketika sedang mengerjakan tugas di kelas, bukan si guru malah asyik nonton film p***o dengan laptopnya. Kompetensi pedagogis dan kompetensi kepribadian guru ini patut dipertanyakan,” lanjut Retno menambahkan.

Perlu diketahui, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI bersama Katapedia (rilis 2016) melakukan survei mengenai banyaknya anak-anak yang mengakses pornograsi melalui internet.

Hasilnya, sebanyak 63.066 anak zaman sekarang bisa mengakses pornografi melalui mesin pencari Google, kemudian disusul oleh media sosial Instagram, dan lainnya.

Retno juga menyampaikan bahwa kecanduan pornografi bagi anak-anak dapat berpotensi mengganggu tumbuh kembang mereka. Selain itu, konten bermuatan pornografi bisa merusak kesehatan mental dan otak anak. Akibatnya dapat menyebabkan perubahan kepribadian, gangguan emosi dan menimbulkan sikap agresif.