Imam Masjid Ini Dipecat Karena Gabung Garbi, Mahfuz Sebut PKS Mulai Terjangkit Pemikiran Takfiri


SURATKABAR.ID – Seorang Ustadz yang bertugas sebagai imam tetap salat jamaah di masjid Al-Ashri, Kalisari, Jakarta Timur terkena pemecatan. Diduga, alasan pemecatannya karena telah bergabung dengan Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi). Benarkah munculnya organisasi masyarakat (Ormas) Garbi ini sepertinya langsung berimbas ke level politik bawah?

Mengutip reportase JawaPos.com, Rabu (05/03/2019), imam salat tersebut bernama Ustadz Anwar. Peristiwa pemecatan sendiri terjadi pada Senin (04/02/2019). Ia dipecat oleh Iyan yang diketahui menjabat sebagai ketua DKM Masjid, juga sekaligus sebagai ketua PKS ranting kelurahan Kalisari.

Kata Anwar, pada Senin siang ia menerima keputusan pemecatan tersebut. Dalam keputusan yang disampaikan melalui pesan Whats App (WA) itu, Iyan menyampaikan alasan pemberhentian lantaran ustadz Anwar bergabung dengan ormas GARBI, karena menjabat sebagai sekretaris Garbi Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

“Tadi siang saya diberhentikan dari tugas imam sholat jamaah di masjid Al-Ashri oleh ketua DKM, saudara Iyan. Saya juga heran apa hubungannya imam sholat masjid dengan ormas Garbi,” ucap Iyan.

Menurut pengakuan Anwar, dirinya memang sudah lama aktif juga di PKS. Namun, dia tidak tahu kalau ada kabar yang menyebutkan bahwa  petinggi PKS mengharamkan ormas Garbi.

Baca juga: Komentar Buya Yahya Terkait Polemik Larangan Nonmuslim Disebut Kafir

“Sehingga harus memilih PKS atau Garbi. namun, apa urusannya saya jadi imam salat di masjid? Apa pengurus PKS sudah punya wewenang juga memecat imam salat juga?” imbuh Anwar kemudian.

Terjangkit Pemikiran Takfiri?

Merespon kejadian ini, Mahfuz Sidik selaku inisiator Garbi menuturkan keprihatinannya. Menurut legislator Komisi I DPR tersebut, teman-temannya di PKS mulai terjangkit pemikiran takfiri.

“Garbi itu ormas bukan agama. Mosok iya kalau gabung Garbi jadi keluar dari Islam? Sampai seorang imam sholat harus dipecat karena jadi pengurus Garbi?” tandas Mahfuz.

Mahfuz lantas menjelaskan bentuk-bentuk reaksi kalangan PKS terhadap Kader yang bergabung dengan Garbi. Menurutnya selama enam bulan terakhir, ada banyak tindakan aneh dilakukan oleh pengurus PKS, mulai dari pusat sampai daerah.

“Misalnya ada kader PKS di Yogya besanan dengan seorang ustad senior PKS di jakarta, tapi aktif di Garbi. Lalu mereka diteror dan difitnah sedemikian rupa. Bahkan sebelum proses pernikahan terjadi, mereka diminta untuk membatalkannya. Akhirnya mereka mengundurkan diri dari PKS,” papar Mahfuz.

Bahkan, imbuhnya kemudian, ada banyak kasus aneh yang terlalu banyak untuk diungkapkan. Kejadian terbaru ini menampakkan potret kontradiktif PKS.

“Katanya PKS akan memperjuangkan RUU Perlindungan Ulama dan Ustad. Nah ini kok imam sholat masjid malah dipecat karena alasan jadi pengurus ormas?” sindir Mahfuz.