Walau Sekarang Alami Krisis Finansial, Ahmad Dhani Pernah Terbitkan 5 Nama Besar Ini


SURATKABAR.ID – Siapa yang tak mengenal nama Ahmad Dhani Prasetyo. Terlahir dengan nama Dhani Ahmad Prasetyo, sudah bukan rahasia lagi jika tangan dinginnya sebagai musisi telah melahirkan berbagai karya besar yang menghiasi blantika musik tanah air. Sebelum malang melintang di dunia politik dan menjadi sosok yang kerap mengundang sensasi, Ahmad Dhani punya nama besar di dunia musik Indonesia. Bahkan, walaupun sekarang sedang mengalami krisis finansial, politikus Gerindra ini pernah menerbitkan beberapa nama besar lainnya.

Bermusik sejak 1980-an, Dhani dikenal jago dalam mencipta lagu. Ia juga piawai memainkan berbagai instrumen musik, sehingga hal ini memperkaya komposisi dan aransemen lagu ciptaannya. Sedikit banyaknya, harus diakui bahwa sosoknya memang memiliki referensi musik yang lebih dari cukup.

Berstatus sebagai musisi, Dhani juga bukan sekadar “anak band biasa”. Sebagaimana dilansir dari halaman CNNIndonesia.com, Rabu (05/03/2019), ia pun kerap membidik pasaran dengan tepat. Dan merujuk kepada istilah Efek Rumah Kaca, ia bahkan bisa membentuk pasar.

Berikut adalah lima ‘medium’ seorang Ahmad Dhani dalam bermusik, yang tak hanya berformat band, tapi juga duo dan solois (minus The Rock, proyek musik lainnya dari Ahmad Dhani).

Dewa 19

Bersama Dewa 19, Dhani mengubah warna pop rock dalam negeri, bahkan hingga saat ini. Bisa dibilang, Dewa 19 ialah salah satu band terbaik negeri ini. Dhani adalah otak dari band asal Surabaya itu, meski kehadiran personel lain tak dapat dipungkiri turut berperan besar. Salah satunya seperti Ari Lasso dan juga Andra Ramadhan.

Baca juga: Sukses Kantongi Jutaan Subscribers, Segini Besarnya Pendapatan Ria Ricis Sebagai Ratu YouTuber Indonesia

Bersama-sama, mereka melahirkan album-album epik seperti Dewa 19, Format Masa Depan, Pandawa Lima dan Terbaik Terbaik.

Meski Dewa 19 sendiri mempunyai perjalanan panjang nan berliku, serta tak selalu berada di atas, namun mereka telah meninggalkan prototipe yang tak terbantahkan.

Dhani sendiri melesat menjadi figur kuat dan berhasil mengumpulkan banyak pundi-pundi uang, yang salah satunya berwujud sebuah rumah berlantai empat di kawasan mewah Jakarta Selatan. Tak hanya mewah, rumah Dhani ini dilengkapi dengan studio musik pribadi dan kolam renang.

Dewi Dewi

Lahir dengan format trio di pertengahan 2000-an, ada Tata Janeeta, Purie Andriani dan Ina Kamarie di dalam Dewi Dewi angkatan pertama. Saat itu boyband-girlband sedang populer di kancah permusikan Indonesia. Sehingga tak heran jika Dhani juga ingin mencoba hal serupa.

Namun bedanya, Tata, Purie dan Ina memang punya kualitas bagus dalam olah vokal mereka. Selain warna vokal mereka yang berbeda-beda dan punya keunikannya sendiri, ditambah dengan menyanyikan lagu yang mendapatkan sentuhan tangan dingin Dhani, sudah bisa ditebak hasilnya menambah deretan karya-karya besar dalam dunia musik Indonesia. Dan ini merupakan kesempatan emas yang tak bisa diperoleh semua orang saat itu.

Dewi Dewi formasi awal ini hanya menelurkan satu album yang bertajuk Recycle +. Debut single mereka berjudul ‘Dokter Cinta’ telah sukses merebut hati pendengarnya. Saat itu, format Dewi Dewi dan video klip ‘Dokter Cinta’ mereka kerap disebut mirip dengan TLC. TLC sendiri merupakan grup musik R&B dan hip hop dari Amerika Serikat yang dibentuk pada tahun 1991. Mereka didirikan di Atlanta, Georgia oleh Tionne “T-Boz” Watkins, Lisa “Left Eye” Lopes, dan Crystal Jones.

Tak lama setelah album dirilis, Ina lantas memutuskan keluar dari Dewi Dewi yang bernaung di bawah Republik Cinta Manajemen ini. Kemudian, seiring dengan Dhani yang tampaknya lantas ‘berhenti’ jadi musisi, masa depan Dewi Dewi pun mulai meredup dan makin tak tampak hingga saat ini.

The Virgin

The Virgin terdiri dari dua orang perempuan. Yang satu bergaya feminin dan memegang mic, sedangkan satunya  lagi bergaya tomboi memegang gitar. Sewaktu Dara dan Mitha keluar dengan single lagu ‘Cinta Terlarang’, publik seolah terkejut, karena pada saat itu format seperti ini memang langka.

Sebagian lantas berpendapat Dhani meniru gaya dan konsep band Tatu, duo asal Rusia yang masuk Indonesia dengan beberapa lagu seperti ‘Not Gonna Get Us’ dan ‘All The Things She Said’, lengkap dengan isu penyuka sesama jenis (LGBT).

Dhani tak peduli, demikian juga Dara dan Mitha yang kemudian menelurkan empat album dan meraup banyak penggemar loyal, bahkan sampai sekarang meski The Virgin sudah tak pernah terdengar lagi sepak terjangnya. Kini, Mitha diketahui malah lebih sibuk di belakang meja disjoki.

Ahmad Band

Yang satu ini juga terbilang sebuah masterpiece. Karena pasalnya, Ahmad Band terdiri dari musisi-musisi kenamaan Indonesia yang sudah tak asing lagi. Ahmad Dhani ialah gabungan dari Dhani, Andra Ramadhan (Dewa 19 dan Andra and The Backbone), Pay Siburian (ex dari band Slank dan BIP), Bongky Marcel (ex band BIP dan Slank) dan Bimo Sulaksono (ex dari band Netral/ NTRL, Dewa 19, Romeo, dan Bonus Band).

Mereka hanya merilis satu album amat idealis bertajuk ‘Ideologi Sikap Otak‘ pada 1998, tahun yang juga mengubah sejarah Indonesia.

Ada 11 lagu dalam album tunggal tersebut, dengan single ‘Aku Cinta Kau dan Dia’. Entah mengapa, band ini tampaknya berada di bawah radar popularitas, padahal kualitas karyanya di atas rata-rata.

Jelas, Dhani bukan sekadar anak band biasa. Ia pernah menuliskan lagu-lagu cinta mendayu yang tak terasa cengeng, tetapi juga memprotes kondisi saat itu dengan lirik tajam. Contohnya seperti dalam lagu ‘Distorsi’, “Yang muda mabok, yang tua korup!”.

Ahmad Dhani & Andra Ramadhan

Setelah berbicara soal Ahmad Band, kurang afdol rasanya jika tidak menyinggung karya Dhani yang satu ini.

Mungkin hanya proyek sampingan, atau Dhani hendak membuktikan sesuatu atau apapun, namun Ahmad Dhani dan Andra Ramadhan pernah punya lagu berjudul ‘Kuldesak’. Tampaknya inilah cikal bakal Ahmad Band yang mengesankan tersebut.

‘Kuldesak’ sendiri sejatinya adalah sebuah film keroyokan karya Riri Riza, Nan Achnas, Mira Lesmana dan Rizal Mantovani yang rilis pada 1998 silam. Film ini disebut menuturkan kehidupan kota Jakarta dengan sisi ironinya berupa kesepian. Ahmad Dhani dan Andra Ramadhan bertugas di departemen musik. Dan lagi-lagi, goresan lirik dari tangan dingin Ahmad Dhani memberikan sentuhan yang melankolis, mistis, dalam dan nanar berbalut aransemen musik alternative rock.