Kerap Dianggap Hal Paling Mengerikan, Status Jomblo Rupanya Bisa Beri Manfaat Positif Lho!


SURATKABAR.ID – Kesendirian dianggap kebanyakan orang merupakan situasi menakutkan yang harus dihindari. Padahal menurut sejumlah penelitian terbukti bahwa mereka yang berstatus lajang rupanya mendapatkan banyak manfaat, baik fisik maupun mental.

Diwartakan Kompas.com Senin (4/3/2019), Psikolog online Caroline Müller menyampaikan banyak dari kliennya yang berpikir jomblo adalah hal mengerikan. “Banyak orang merasakan hal itu. Mereka sangat takut melajang, melebihi apapun. Seolah ini adalah hal paling mengerikan yang bisa terjadi,” ujarnya.

Perasaan senang diperhatikan membuat banyak orang berpindah dari satu hubungan ke hubungan yang lain. Padahal, ditegaskan Müller, hal tersebut justru bisa meningkatkan risiko jatuh ke orang yang salah. Bahkan tak menutup kemungkinan bisa membuat kita terjebak dalam ‘hubungan beracun’.

Namun, yang cukup mengejutkan adalah, ternyata orang-orang yang jatuh dalam hubungan yang keliru malah beranggapan bersama dengan orang yang salah tetap jauh lebih baik ketimbang harus melajang dalam waktu lama.

Müller mengungkapkan beberapa dari kliennya merupakan orang-orang yang tak pernah menyandang status jomblo. Ketakutan mereka, dinilai Müller sangatlah aneh. Padahal menurutnya, ketika lajang kita memiliki kesempatan untuk belajar mengenal diri sendiri dan mencintai diri kita dengan lebih baik.

Baca Juga: Identik dengan Simbol Feminim, Bunga Kini Kian Diminati Pria Lho!

Pada saat kita terus-menerus mendapat pujian dan kepercayaan diri lantaran apa kata orang lain, maka kita akan terus bergantung pada orang lain.

Sebagai contoh, memang terasa menyenangkan ketika mendengar kita dipuji cantik, hebat, atau dengan kata-kata indah lainnya dari orang lain. Akan tetapi ketika kita tak mengatakan hal yang sama pada diri sendiri, sama artinya kita hanya mendapat pengakuan dari laur.

Jika pasangan kita berselingkuh, mencintai orang lain selain diri kita, atau bahkan meninggal dunia, maka validasi alias pengakuan tersebut otomatis akan menghilang. Dan akhirnya kita akan merasa terasing. Perasaan seperti inilah yang sangat buruk.

“Namun hal ini bukan karena melajang adalah hal yang buruk. Ini lebih dikarenakan ketergantungan kita terhadap validasi orang lain,” ungkap Müller.

Dan ketika Anda melakukan pendekatan hubungan, yakni dengan cara menggantikan pengakuan yang hilang dari mantan dengan orang baru, maka kita akan cenderung merasakan kebencian terhadap mantan sebelumnya.

“Orang-orang seperti ini adalah yang membenci mantannya, tidak mau lagi bicara dengan mantannya bahkan menghapus mereka dari kehidupan,” imbuh Müller lebih lanjut.

Memang sangat berat dan sulit untuk menjauh dari siklus ‘racun’ tersebut. Namun siklus itu tetap bisa diselesaikan dengan kita berlapang dada menerima status lajang, meski ada banyak kesempatan untuk menjalin hubungan yang datang.

Hal ini akan menyebabkan perkembangan emosional tumbuh yang nantinya akan membantu emosi kita menjadi lebih stabil. Menurut Müller, dengan kita memahami diri sendiri, maka kita akan bisa memahami orang lain.

“Kamu akan lebih memahami kebutuhan dan ekspektasimu. Dan kami akan memahami mengapa orang-orang tertentu melakukan apa yang mereka lakukan,” jelasnya.

Mempelajari diri sendiri juga akan sangat membantu Anda di masa depan ketika orang yang tepat datang ke dalam kehidupan. Anda akan lebih menyadari bahwa suatu hubungan adalah tentang menerima dan memberi.

Selain itu Anda juga akan merasa lebih percaya diri, lantaran sebelumnya sudah bisa mengatasi hambatan yang timbul dalam hubungan.

“Bayangkan dua orang yang saling mencintai diri mereka sendiri dan pasangannya setiap hari. Mereka memberi cinta satu sama lain alih-alih memintanya. Hubungan itu adalah hubungan yang indah dan itulah yang disebut hubungan sehat,” tutur Müller.