Negosiasi Kim Jong-un dan Donald Trump Gagal di Vietnam, Bagaimana Respon Indonesia?


SURATKABAR.ID – Setelah delapan bulan berlalu sejak pertemuan Donald Trump dan Kim Jong-un di Singapura, keduanya kembali menggelar pertemuan di Hanoi, Vietnam. Usai pamer kemesraan, basa-basi dan makan malam bersama, kedua pemimpin membahas pokok permasalahan: perwujudan denuklirisasi Korut dengan ganjaran pencabutan sanksi atas Pyongyang.

Tapi, seperti dilansir dari Liputan6.com, Minggu (03/03/2019), sejarah damai gagal tercipta hari itu. Mulanya, diharapkan bahwa pertemuan tersebut bisa berujung pada pernyataan berakhirnya Perang Korea yang secara de facto masih berlangsung hingga saat ini.

Digadang-gadang, AS dan Korut juga akan bersepakat untuk mendirikan kantor penghubung di ibu kota masing-masing. Jika pun sanksi tak dicabut sepenuhnya, setidaknya akan ada pelonggaran.

Meski begitu, pertemuan keduanya di Vietnam diakhiri tiba-tiba. Lebih cepat dari jadwal. Tanpa hasil dan dinilai gagal total.

Kedua pemimpin hengkang dari lokasi pertemuan di Sofitel Legend Metropole Hanoi sekitar pukul 13.30 waktu setempat, hanya 4,5 jam setelah pembicaraan dimulai.

Baca juga: Nyamar Sebagai Hantu, 30 Personil Kopassus Berhasil Taklukkan 3000 Pemberontak, Begini Kisahnya!

Kim dan Trump juga batal makan siang bersama. Kendati meja-meja telah ditata, hidangan sudah disiapkan. Agenda penandatanganan kesepakatan malah tak jadi dilakukan.

Akan Gelar Pertemuan Lagi

“Tak ada kesepakatan yang dihasilkan kali ini,” demikian isi pernyataan tertulis Juru Bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, seperti dikutip dari CNN News.

“Namun, tim masing-masing berharap untuk menggelar pertemuan kembali pada masa yang akan datang.”

Tak lama setelahnya, Donald Trump menggelar konferensi pers. Miliarder nyentrik itu bersikukuh, pertemuannya dengan Kim berlangsung produktif.

“Kami memiliki waktu yang sangat, sangat produktif,” ujar Trump.

Namun, ia menambahkan, dirinya dan Menlu AS Mike Pompeo merasa, itu bukan saat yang tepat untuk menandatangani kesepakatan apapun.

Presiden AS itu melanjutkan, pembicaraannya dengan Kim Jong-un berakhir lantaran diktator Korut itu meminta penghapusan semua sanksi AS dan internasional atas negaranya sebagai imbalan atas penutupan sebagian; bukan keseluruhan, fasilitas nuklir milik rezim Pyongyang.

Tak berbuahnya kesepakatan dalam pertemuan Donald Trump dan Kim Jong-un di Vietnam pun menuai respons dari pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

“Indonesia sambut baik langkah Presiden AS dan pemimpin Korea Utara di Vietnam untuk mengadakan KTT ke-2 pada 27-28 Februari 2019. Tapi menyayangkan tidak adanya kesepakatan dari pertemuan tersebut,” demikian diungkapkan pihak Kemlu dalam pernyataan tertulis, melansir situs resminya pada Minggu (03/03/2019).

Meski begitu, Indonesia berharap kedua pemimpin tetap berkomitmen untuk mendapatkan kesepakatan bagi tercapainya perdamaian di semenanjung Korea yang bebas senjata nuklir.