Merasa Dituduh Terima Mobil dari Politisi PDIP, Mahfud MD Lapor Polisi


    SURATKABAR.ID Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD merasa difitnah oleh sebuah akun Twitter @KakekKampret_. Ia merasa dihina atas tudingan telah menerima mobil Toyota Camry dari seorang pengusaha.

    “Laporan terkait hoaks yang menyangkut saya. Dan ini, bagi saya, yang begini-begini ini tidak bisa dibiarin,” ucap Mahfud sebelum memasuki kantor polisi itu pada Jumat (1/3/2019), dikutip dari detik.com.

    Akun Twitter yang dilaporkan pria kelahiran Madura tersebut menanyakan apakah mobil Camry bernomor polisi B-1-MMD milik Mahfud merupakan hasil setoran dari seorang pengusaha besi di Karawang. Pengusaha itu disebut merupakan calon bupati dari PDI Perjuangan.

    Baca Juga: Blak-blakan! Sandiaga Uno Akui Banyak Anggota Keluarganya yang Alami Gangguan Jiwa

    “Saudara mahfud @mohmahfudmd apa bener Mobil Camry punya anda Plat B 1 MMD adalah setoran dari pengusaha besi kerawang ex cabub PDIP. Jika bener atas dasar apa pemberian itu. kakek sekedar bertanya,” tulis akun @KakekKampret_ pada Kamis (28/2/2019).

    Walau cuitan tersebut berbentuk pertanyaan, akan tetapi Mahfud menilai jika itu sebuah hinaan terhadapnya. “Dalam kalimat itu bertanya, tapi ini nistaan. Sama dengan saya bertanya kamu berzina dengan ibumu apa benar? Itu kenistaan meskipun pertanyaan. Mengapa tidak berzina dengan mertuamu saja? Itu kan hinaan,” ujar Mahfud.

    Ia sempat memberikan like twit tersebut dengan berharap dia meralatnya. Akan tetapi akun tersebut malah melanjutkan pernyataanya. “Malah ditambahin tadi malam, sekitar jam tujuh atau jam enam muncul lagi. (Dia bilang) ‘Saudara Mahfud kenapa tidak dijawab’. Kurang ajar ini,” kata dia.

    Dirinya menyatakan bahwa selama ini dirinya membiarkan jika dikritik, namun kali ini ia anggap sebagai sebuah penghinaan. ”Saya punya 2.570.000 followers. Kalau Anda jadi follower saya, Anda pasti tahu, diktritik ribuan followers saya diam. Tapi ini hinaan, ini harga diri. Saya ini pejuang antikorupsi, masak saya (dituduh) nerima setoran begitu,” papar dia.