Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Ini Bahaya Ciuman di Bibir


SURATKABAR.ID – Pernahkah Kamu mendengar soal Kissing Disease? Menginjak usia remaja, rasa ketertarikan terhadap lawan jenis sudah mulai tumbuh. Dan banyak dari antaranya yang kemudian mulai mencoba untuk berpacaran. Hal ini tak ayal membuka orang-orang di usia muda untuk mengecap berciuman di umur yang relatif masih belum matang. Namun saat berpacaran dan kemudian melakukan ciuman di bibir, tak banyak yang tahu bahwa aktivitas seksual tersebut punya risiko tinggi terhadap kesehatanmu.

Idealnya sebelum berpacaran, ketahuilah terlebih dahulu sex education ini. Terutama soal Kissing Disease, hendaknya juga dijadikan bekal untuk menjaga kesehatan. Sehingga tak sekadar hanya berolahraga, tapi juga menjaga kesehatan dari pengelolaan gaya hidup. Terutama, dalam hal ini, yakni gaya berpacaran yang sehat, termasuk dalam berciuman.

Dilansir dari Hai.Grid.ID, Sabtu (02/03/2019), Kissing Disease ini sebetulnya penyakit yang punya nama resmi yakni Infectious Mononucleiosis. Penyakit ini disebabkan oleh Virus Cytomelago. Virus yang biasanya terdapat di kelenjar air liur, air seni, lendir leher rahim, sperma, air susu ibu dan darah.

Bagi anak muda, virus ini akan paling gampang masuk lewat media air liur karena melakukan aktivitas ciuman di bibir. Namun, selain itu bisa juga penularan penyakit ini masuk melalui transplantasi organ, donor darah, persalinan, serta oral sex. Berciuman sendiri termasuk ke dalam aktivitas oral sex.

Virus ini diketahui mempunyai kedekatan dengan Virus Herpes yang bersifat laten jika singgah ke dalam tubuh manusia.

Baca juga: Edan! Sepasang Remaja Nekat Bermesraan di Selokan, Lihat Reaksinya Saat Terciduk

Untuk Remaja yang Aktif Ciuman

Bahayanya, hampir sebagian besar orang dewasa pernah disinggahi virus ini, umumnya sewaktu masih usia remaja.

Berdasarkan data yang dilansir dari forumsains.com, di Amerika Serikat, virus ini banyak menyerang remaja cowok usia 16-18 tahun, dan remaja cewek usia 14-16 tahun atau rata-rata pada usia antara 15-25 tahun.

Penyebaran virusnya pun sudah bisa ditebak, yakni terjadi pada remaja yang mulai aktif berciuman.

Biasanya, gejala pertama yang timbul menyerupai gejala flu, yakni demam, rasa tidak enak di tenggorokan, sering mengantuk dan beberapa tanda lainnya. Namun gejala ini berlangsung dalam jangka yang lebih panjang, yaitu sekitar dua minggu.

Tanpa disadari dan jarang diketahui, pengidap yang terjangkit kissing disease akan mengalami pembengkakan hati dan limpa.

Bagaimana caranya untuk mengetahui apakah Kamu terjangkit Kissing Disease ini? Agar semuanya jelas, Kamu perlu melakukan pemeriksaan darah yang disebut TORCH. TORCH sendiri merupakan singkatan dari Toxoplasma, Rubella, Cytomelago, dan Herpes.

Menyerang Otak
Sayangnya, penyakit Kissing Disease ini menyerang selaput otak (meningen). Jaringan otak akan menjadi layu, lalu secara perlahan-lahan sel-selnya mengalami kematian. Yang mengerikan, hal umum yang terjadi ialah berkurangnya pendengaran, gangguan penglihatan, kelumpuhan, dan sebagainya.

Jika terdapat bagian sel otak yang mati, kemudian menyerang bagian motorik otak, maka yang seperti ini dapat mengakibatkan kelumpuhan fatal. Untuk kasus kelumpuhan, besar kemungkinan prosesnya tak akan terjadi secara instan. Biasanya, fase ini terjadi secara perlahan.

Selain Virus Cytomegalo, ada jenis virus lain yang berpotensi ditularkan lewat ciuman. Virus tersebut antara lain Virus Epstein-Barr, Virus Herpes-6, Virus Hepatitis, Parasit Toxoplasma, dan Virus HIV penular AIDS yang paling ditakutkan.

Dan bayangkan jika Kamu berganti-ganti pasangan dalam beraktivitas ciuman ini, tentu risiko untuk terjangkit akan menjadi lebih besar.

Lebih lanjut, satu-satunya jalan yang harus dilakukan untuk menyembuhkan penyakit ini ialah beristirahat total. Pulihkan sistem imun tubuhmu untuk melawan virus ini sendiri.

Selain itu, penting untuk diketahui bahwa Kissing Disease ini lebih sering menyerang remaja pria dibanding wanita.

Dan terpenting, ciuman yang dilakukan harus dengan pasangan sah dan bukan dengan sembarang orang. Apalagi dengan orang asing yang tidak Kamu kenal. Berhati-hatilah dan jaga kesehatanmu, ya!