Penyelidikan Kampanye Hitam Emak-Emak di Karawang Dihentikan, TKN Bersuara


SURATKABAR.ID – Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Usman Kansong, buka suara menanggapi kasus dugaan kampanye hitam terhadap capres-cawapresnya yang dihentikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Usman Kansong, seperti yang diwartakan Kompas.com, pada Rabu (27/2/2019), menilai kampanye hitam di Karawang tersebut tak hanya berkaitan dengan pemilu. Menurutnya, video yang luas beredar di media sosial itu juga bisa disebut telah melanggar unsur pidana.

“Ini kan ada urusan pemilu, ada urusan pidana. Polisi sudah menangkap, menetapkan tersangka,” ujar Usman ketika ditemui di Posko Cemara, pada Selasa (26/2) kemarin.

Adapun kampanye hitam tersebut berupa rekaman emak-emak yang menyebutkan jika Jokowi-Ma’ruf terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 April mendatang, maka tidak akan ada lagi azan. Usman mengungkapkan, video tersebut bahkan dapat dikategorikan ujaran kebencian dan penyebaran hoaks.

Menurutnya, dapat dipastikan bahwa pihak kepolisian juga dapat melihat adanya unsur pidana di balik video yang beredar luas tersebut. Usman juga mengatakan, meski dinilai tidak sampai melanggar Undang-Undang Pemilu, namun kasus ini tetap bisa ditindak secara pidana.

Baca Juga: 3 Emak-Emak di Karawang Tersangka Kampanye Hitam, Ketum PEPES Kuak Borok Relawan Jokowi

“Bawaslu mungkin dari sisi pemilu tidak ada pelanggaran di situ, tapi dari sisi pidana polisi melihat yang berbeda,” sebut Usman.

Disebutkan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Karawang memutuskan untuk menghentikan penyelidikan atas dugaan pelanggaran pemilu tiga ibu-ibu yang terindikasi melakukan kampanye hitam terhadap Jokowi-Ma’ruf di Perumnas Telukjambe, Karawang, Minggu (24/2).

Adapun dasar putusan Bawaslu tak melanjutkan kasus tersebut adalah tidak terpenuhinya syarat formil serta materiil. Sementara itu, seperti yang diketahui, sebelumnya, pihak kepolisian telah menaikkan status tiga perempuan dalam video menjadi tersangka.

Mereka dijerat dengan Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45A Ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 14 Ayat 1 dan Ayat 2 atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Diberitakan sebelumnya, video sosialisasi yang diduga mengarah pada kampanye hitam terhadap pasangan capres-cawapres nomor urut 01 mengemparkan warga Karawang dan netizen. Video tersebut dibagikan oleh pemilik akun @citrawida5 melalui Twitter.

Terdengar suara dua orang wanita di dalam video yang dibuat dan diposting @citrawida5 pada Rabu (13/2) lalu. Mereka berbicara kepada salah seorang penghuni rumah dengan menggunakan bahasa Sunda.

Moal aya deui sora azan, moal aya deui Nu make tiung. Awewe jeung Awewe meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin (Tidak ada lagi suara azan, tidak ada lagi yang pakai kerudung, perempuan dan perempuan boleh menikah, laki-laki dan laki-laki boleh menikah),” ujar wanita dalam video.