Tak Berkutik! Dijuluki “Pangeran Medan Perang”, Komandan ISIS Ditangkap di Tengah Pelariannya


SURATKABAR.ID – Seorang komandan Islamic State in Iraq and Syria atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dilaporkan telah tertangkap di tengah-tengah rencana pelarian dirinya kabur dari wilayah Suriah pada pekan lalu.

Seperti yang dilansir Kompas.com dari Daily Mail, pada Senin (25/2/2019), mengutip media lokal Alghad Press, disebutkan bahwa sang komandan ditangkap di kawasan barat Mosul. Tak disebutkan identitasnya, komandan ini dijuluki ‘Pangeran Medan Perang’ berkat jumlah serangan yang ia pimpin.

Komandan berjuluk Pangeran Medan Perang tersebut, seperti yang disebutkan, terlibat dalam sejumlah pertempuran melawan pasukan keamanan Irak di Provinsi Anbar yang berbatasan langsung dengan Suriah.

Direktorat Intelijen Militer Irak menyebut, sang Pangeran Medan Perang tersebut diringkus di Distrik Rabia yang lokasinya ada di Mosul. “Dia baru saja kembali dari Suriah. Dia sebelumnya sempat kabur setelah daerah yang kelompok teroris itu kuasai mampu direbut,” ungkap intelijen.

Mosul sendiri merupakan salah satu ibu kota de facto ISIS di Suriah selain Raqqa. Kelompok yang dalam bahasa Arab bernama Al-Dawla al-Islamiya fi al-Iraq wa al-Sham menduduki Mosul pada 2014 silam. Hal ini kemudian menjadikan mereka sebagai ancaman terbesar bagi dunia.

Baca Juga: Sadis! Pimpinan ISIS Habisi Para Pengikutnya Sendiri

Berawal dari menara Masjid Agung al-Nuri, sang pemimpin kelompok jihadis di Timur Tengah, Abu Bakar al-Baghdadi menyuarakan deklarasi terkait kekhalifahan sebelum kota tersebut kembali direbut pada tahun 2017.

Menurut Daily Mail, setelah jatuhnya ISIS, banyak anggota yang memutuskan melarikan diri ke Irak. Mereka berharap dengan kabur ke Irak bisa kembali melancarkan serangan gerilya untuk menundukkan pemerintah.

Kini, ISIS disebutkan telah kehilangan 99 persen dari wilayah kekuasaannya. Yang tersisa hanya wilayah di dekat Baghouz. Wilayah inilah yang menjadi benteng pertahanan terakhir kelompok paling ditakuti oleh negara-negara lain ini.

Setiap harinya ratusan anggota bersama keluarga mereka kabur. Tak sedikit yang ditangkap pasukan Kurdi yang disokong oleh Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump sempat mendesak negara sekutu untuk segera mengambil kembali warga mereka yang sebelumnya menjadi anggota ISIS.

Termasuk salah satunya Shamima Begum, seorang remaja 19 tahun. Pada tahun 2015 silam, Begum kabur dari Inggris bersama dua orang temannya untuk bergabung dan menjadi anggota dari Negara Islam Irak dan Suriah tersebut.