Viral Alumni UI Diusir Driver Ojol Gara-Gara Pakai Atribut 01


SURATKABAR.ID – Insiden pengusiran seorang penumpang oleh driver ojek online (ojol) GrabCar cuma lantaran mengenakan atribut pendukung pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin viral dan ramai diperbincangkan di media masa.

Ketika itu, seperti yang dihimpun dari laman Jawapos.com pada Senin (25/2/2019), korban yang merupakan seorang wanita ini disebutkan akan menghadiri acara Alumni Orange Semanggi Atmajaya yang digelar di Plasa Festival, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (23/2) lalu.

“Saya diusir dari Grab B1771 UZZ hanya karena saya mengenakan baju alumni orange semanggi atmajaya jokowi amin,” ungkap sosok wanita yang namanya disamarkan dalam tangkapan gambar yang diunggak ahuk Twitter @iimiomwaja, pada Minggu (24/2) siang.

Menurut tulisan dalam tangkapan gambar, penumpang GrabCar yang merupakan alumni dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) tersebut menuturkan bahwa pengemudi sejak awal seperti sengaja melajukan mobilnya dengan lambat dan sempat beberapa kali salah rute.

Lantaran kesal dengan sikap si pengemudi, terlebih ia harus segera tiba di titik tujuan, ditambah lagi permintaannya untuk lewat tol diabaikan pengemudi, akhirnya sang penumpang menyampaikan keluhannya.

Namun alih-alih meminta maaf, pengemudi bernama Anjar Mujiono ini malah balik marah. Ia bahkan sempat mengatakan tak akan menjemput jika mengetahui penumpangnya adalah pendukung calon presiden petahana. Ia pun menyuruh si penumpang untuk keluar dari mobil di tengah jalan.

Baca Juga: Viral Video Wanita Gampar Driver Ojek Online, Tak Disangka Begini Fakta Sebenarnya

Tampaknya @iimiomwaka memutuskan untuk membagikan tangkapan gambar kisah ini karena dibuat jengkel dengan insiden tersebut. “Astaga, kok driver @GrabID seperti ini? nggak profesional, tidak bisa menghargai perbedaan, usir pendukung @jokowi,” tulis pemilik nama asli Iim Ibrahim tersebut.

Cuitannya langsung ditanggapi hingga mendapat 222 balasan, 789 retweet, dan mengantongi 480 like. Mayoritas warganet mengungkapkan kekesalannya melihat kelakuan pengemudi GrabCar dalam unggahan tersebut.

Seperti salah satunya akun @elvira_widjaja. Ia mengingatkan untuk tak terpancing ribut dengan membawa-bawa masalah politik gara-gara kasus ini. Selain itu, ia juga menyampaikan pesan kepada Grab yang merupakan perusahaan Malaysia.

Ia meminta pihak Grab untuk lebih bisa menunjukkan komitmennya terhadap pelayanan dan keamanan konsumen, serta tidak melibatkan diri dalam urusan politik Indonesia dengan memberikan tindakan tegas atas kejadian tersebut.

Menanggapi hal tersebut, pengamat transportasi dari Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno buka suara. Ia menyayangkan insiden tersebut bisa sampai terjadi. Ia menilai, sepatutnya urusan pilihan politik tak sampai dibawa-bawa ke ranah pelayanan transportasi.

“Aplikator pun harus (bersikap) netral (dari politik),” ujar Djoko di Jakarta, pada Senin (25/2) kemarin.

Djoko mengaku sangat setuju jika pengemudi dalam kasus ini menerima sanksi tegas dari pihak Grab lantaran telah melakukan pelanggaran besar dengan menurunkan penumpang sebelum tiba di lokasi tujuan hanya disebabkan oleh perbedaan pilihan politik.