Viral Emak-emak Relawan Prabowo-Sandiaga Kampanye Hitam, BPN: Tidak Ada Instruksi


SURATKABAR.ID – Soal viralnya kampanye hitam yang dilakukan oleh emak-emak relawan Prabowo-Sandiaga mendapat bantahan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Kampanye hitam Relawan Partai Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandiaga Uno (PEPES) di Karawang tersebut dibantah lantaran instruksi yang diberikan ialah sosialisasi mengenai Prabowo-Sandiaga. Bukan black campaigne.

“Tidak ada instruksi, memang relawan PEPES terdaftar di direktorat relawan Prabowo-Sandi. Memang meminta melakukan sosialisasi,” ujar Direktur Hukum dan Advokasi BPN Sufmi Dasco Ahmad usai meresmikan DPD Gerindra Banten di Karundang, Kota Serang, Senin (25/02/2019). Demikian dikutip dari reportase Detik.com hari ini.

Ditegaskan Sufmi Dasco Ahmad, kampanye hitam yang dilakukan tiga emak-emak di Karawang terjadi di luar batas pengawasan BPN. Dan hal itu bisa jadi merupakan respons atas viralnya berbagai isu yang sebelumnya menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.

“Sebelumnya kan viral di kubu sebelah yang di luar batas kami,” beber Dasco.

Ia melanjutkan, saat ini BPN tengah melakukan pertemuan dengan relawan PEPES. Pertemuan terkait akan menentukan apakah BPN akan melakukan pendampingan hukum kepada tiga emak-emak yang melakukan kampanye hitam ini atau tidak.

Baca juga: Diberi Uang Celengan oleh Bocah 8 Tahun untuk Nyapres, Begini Reaksi Prabowo

“Kita belum tahu salah atau tidak, kita lihat perkembangannya nanti,” tandasnya.

Tidak Diminta Sebarkan Hoax

Diketahui bahwa saat ini Polda Jabar telah menahan tiga orang wanita sehubungan video viral kampanye hitam (black campaigne) terhadap calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi).

Ketiganya ada dalam video dalam berbahasa Sunda dan melakukan kampanye door to door. Dinyatakan oleh para ibu-ibu ini, bahwa jika Jokowi menang di Pilpres 2019, akan ada larangan azan. Selain itu, akan ada peraturan yang memperbolehkan pernikahan sejenis (LGBT).

“Jadi bagi kami, kami harus verifikasi ulang, nggak tahu sampai saat ini tentu tim kami sedang mengkajinya,” tukas juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Pipin Sopian, di Jl Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin (25/02/2019).

Pipin menandaskan relawan BPN Prabowo-Sandiaga diminta tidak menyebarkan hoax. Konsekuensi hukum akan menanti para pelanggar.

“Kalau melanggar itu memang konsekuensi harus siap diproses hukum, tetapi di sisi lain kami ingin penegak hukum berlaku adil,” imbuhnya.

Pendukung Capres 01 Sebar Fitnah?

Kendati belum dapat memastikan status 3 ibu-ibu tersebut, Pipin meminta kepolisian berlaku adil. Sebab, lanjutnya, pendukung capres 01 melakukan sejumlah fitnah di media sosial.

“Bagi kami yang paling penting hukum harus tegak bagi siapapun. Kalau itu misalnya memang ada semacam hoax, fitnah yang disampaikan, maka hal yang sama bagi pendukung 01 yang melakukan sama sebagaimana mereka ada oknum di media sosial mengatakan bahwa kalau Prabowo-Sandi memimpin maka radikalis, fundamentalis akan memimpin di Indonesia, wahabi akan memimpin di Indonesia, itu adalah fitnah yang sungguh kejam. Kami sudah laporkan itu tetapi kenapa tidak diproses?”

Pipin melanjutkan, misalnya sewaktu pihaknya melaporkan Jubir PSI Guntur Romli yang diduga menghina reuni Alumni 212. Ia menyebut laporan itu tak berjalan hingga saat ini.

“Kenapa ketika yang melakukan potensi dugaan hoax itu adalah dari para pihak pendukung 02 kemudian langsung diproses? Jadi keadilan. Kalau penegak hukum, penyelenggara adil bagi semua saya yakin negara, pemilu akan berjalan dengan lancar,” paparnya.

Ia lantas meminta pendukung capres 01 yang melakukan black campaign pada capres 02 juga diproses hukum. Pipin menegaskan tak ada arahan dari internalnya menyebarkan kampanye hitam. BPN Prabowo-Sandiaga ingin menang dengan cara benar.

“Tentu tidak. Kami sejak awal mengatakan bahwa Prabowo Sandi ingin menang berkah dan bermartabat. Tidak menghalalkan segala cara hukum yang menyebar hoax,” demikian ia menekankan.

Adapun ketiga emak-emak yang diamankan ialah inisial ES, IP dan CV, yang semuanya adalah warga Kabupaten Karawang. Saat ini, ketiganya sedang dalam tahap awal pemeriksaan. Polisi tengah mendalami seluruh rangkaian perbuatan yang mereka lakukan.

Menukil CNNIndonesia.com, BPN Prabowo-Sandiaga menyatakan sejumlah emak-emak di Karawang, Jawa Barat, yang berkampanye tentang ‘azan dilarang dan diperbolehkannya nikah sejenis jika Jokowi menang’ memang merupakan relawan Prabowo-Sandiaga. Juru bicara BPN, Ferdinand Hutahaean mengatakan para emak-emak itu tergabung dalam relawan Pepes.

“Mereka itu dari relawan Pepes. Saya tidak tahu kepanjangannya apa. Tapi mereka memang dari Pepes. Mereka sudah dapat sertifikasi dari BPN,” ucap Ferdinand saat dihubungi awak media, Senin (25/02/2019).

Ferdinand sendiri mengaku tak tahu siapa dalam tubuh BPN yang mensertifikasi Pepes sebagai bagian dari relawan Prabowo-Sandiaga.

“Prabowo tidak menandatangani langsung. Relawan itu disertifikasi bisa oleh Ketua (BPN), Wakil Ketua, Direktur Relawan,” ungkap Ferdinand.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
Jika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik 'Vote!' untuk melihat hasil polling sementara.