Terbuai Rayuan Maut Polisi Gadungan, Wanita Ini Langsung Ditiduri 7 Kali Saat Pertama Bertemu


SURATKABAR.ID – Seorang wanita inisial A berumur 39 telah terbuai rayuan maut polisi gadungan. Bernama Suyanto (34), tukang selep (ahli pandai besi) keliling ini malah mengaku sebagai polisi saat berkenalan dengan korban. Dan sebagai love scammer—penipu berkedok cinta, ia berhasil memerdayainya. Tak hanya itu, pelaku juga berhasil mengeruk uang Ami hingga Rp 13 juta. Yang lebih parah, saat pertama bertemu, Suyanto juga meniduri korban sampai tujuh kali.

Dilansir dari JPNN.com, Jumat (22/02/2019), awalnya mereka terhubung di Facebook dua bulan lalu. Korban berkenalan dengan pelaku yang merupakan warga Desa Ngulan Kulon, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Jatim. Dari sekadar teman chatting hingga semakin akrab, Ami pun tak sungkan mengumbar masalah pribadinya kepada pelaku.

Dan itu termasuk menceritakan keretakan hubungan rumah tangga dirinya dan sang suami. Korban terbuai tebar pesona pelaku yang kerap mengirimi foto-foto dirinya berseragam polisi.

“Dia ngajak ketemuan di Surabaya,” tutur Suyanto.

Akhirnya, keduanya bertemu di pengujung bulan lalu. Mereka berjumpa di salah satu hotel di Surabaya. Selama dua hari, keduanya melakukan hubungan terlarang.

Baca juga: Dosen Ini Terancam Penjara 12 Tahun Karena Rekam Dirinya Sedang Begituan dengan Mahasiswanya

“Ya kurang lebih sampai tujuh kali saat pertama bertemu,” papar pelaku.

Setelah pertemuan cinta terlarang itu, pelaku jadi semakin leluasa merayu. Dia berhasil membujuk korban agar bercerai dengan suaminya. Bahkan pelaku berjanji menguruskan perceraiannya. Dan tak ketinggalan, rayuan maut untuk menikahi korban.

“Sudah kami cek di kantor pengadilan agama tidak ada daftar nama korban,” ujar Kapolsek Ponorogo Kota AKP Lilik Sulastri.

Lilik melanjutkan, pelaku juga kerap meminta korban mengirimkan foto saat tanpa busana demi memenuhi nafsu syahwatnya. Pelaku juga meminta korban mengirimkan uang Rp 8 juta.

“Rp 5 jutanya sudah diberikan saat bertemu di Surabaya,” bebernya.

Setelah korban mengirimkan uang, pelaku rupanya tak kunjung menuruti janjinya. Bahkan pelaku sempat meminta lagi uang senilai Rp 10 juta kepada korban. Jika tak dipenuhi, pelaku mengancam tidak akan menepati janjinya.

“Dari situlah korban merasa diperas, hingga akhirnya lapor ke polsek,” ungkap Lilik.

Polisi lantas membuat perangkap untuk menangkap si tukang kibul itu. Pelaku dipancing korban untuk bertemu di Trenggalek. Setelah bertemu, pelaku mengajak korban naik bus menuju Surabaya. Di bus itulah, pelaku tak dapat berkutik saat polisi membekuknya.

“Kami gelandang ke mapolsek untuk penyelidikan,” imbuhnya.

Pelaku lalu mengakui perbuatannya di hadapan petugas. Ia pun berkilah uang perasan itu nantinya digunakan membeli kalung yang akan dihadiahkan usai menikahi korban.

“Pelaku bukan polisi, tapi tukang selep keliling,” beber pihak kepolisian.

Pelaku yang kini meringkuk di jeruji tahanan itu disangkakan pasal 372 dan 378 KUHP tentang penggelapan dan penipuan. Kurungan delapan tahunlah yang menunggunya.

Kepolisian lantas memperingatkan agar masyarakat tak mudah tertipu menghadapi love scammer semacam Suyanto ini.

“Kami imbau untuk para ibu muda agar dapat menjaga diri. Tidak gampang tergiur dengan janji laki-laki. Terlebih kenalan dari Facebook yang tidak jelas asal-usulnya,” imbau Lilik teruntuk masyarakat.