Sadis! Lantaran Tak Bisa Perlihatkan STNK Motor, Dua Pemuda Tewas Dikeroyok Satpam. Polisi Temukan Fakta Lain


SURATKABAR.ID – Dua orang pemuda meregang nyawa usai dihajar habis-habisan tanpa ampun oleh sejumlah orang, termasuk petugas keamanan di lingkungan kampus di Medan, pada Selasa (19/2) lalu. Menurut informasi yang beredar, keduanya menjadi bulan-bulanan karena diduga mencuri motor.

Adapun terkait informasi tersebut, seperti yang dihimpun dari laman Tribunnews.com, dibagikan oleh akun media sosial Instagram kelaurga korban pada Rabu (20/2). Dalam unggahan disebutkan bahwa Stefanus Sihombing menjadi salah satu korban dalam insiden pengeroyokan tersebut.

Stefanus yang pada saat hari nahas tersebut tengah bersama temannya, Silalahi, dituduh telah mencuri motor. Padahal, sang pengunggah, menyebutkan di dalam postingannya, bahwa motor yang dibawa dua pemuda itu adalah milik Stefanus sendiri.

Keduanya pun langsung menjadi sasaran kemarahan sekelompok orang di lokasi. Dalam video yang tersebar luas di media sosial, terlihat tubuh dua pemuda malang tersebut tersungkur tanpa berdaya dei tengah-tengah kerumunan banyak orang.

Yang mengejutkan, dalam rekaman juga memperlihatkan petugas keamanan atau satpam ikut melayangkan pukulan dan mengeroyok kedua pemuda tersebut. Akibat aksi penganiayaan itu, baik Stefanus maupun Silalahi tewas.

Baca Juga: Pembalap Nasional M Zaki Tewas Ditikam Orang Tak Dikenal di Kota Asalnya, Sahabat ungkap Fakta Ini

Demi mencari kebenaran di balik peristiwa mengerikan yang disebut terjadi di salah satu universitas di Kota Medan tersebut, pihak keluarga korban melakukan otopsi dan membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan.

Mohon bantuannya kepada teman2 instagram.

Bagi siapapun yg mengenal orang2 yg melakukan tindak penganiayaan dalam video ini tlg kabari saya.

Sepupu saya Stefanus Sihombing bersama temannya Silalahi dituduh maling sepeda motor padahal milik sendiri krn tidak membawa STNK Kemarin 19 FEBRUARI sekitar pukul 18.00 WIB di salah satu universitas di Medan.

Mereka dianiaya hingga meninggal dan sekarang sedang menjalani otopsi.

Kami telah membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan.

Mohon bantuannya teman2 agar keadilan dapt ditegakkan dan para pelaku dapat ditangkap.

1. Terutama pria berbadan gemuk memakai baju biru dongker,

2. Para satpam,

3. Pria dengan topi kemeja batik biru dan jeans hitan.

4. Pria dengan jaket hoodie biru dongker,” demikian bunyi keterangan dalam postingan yang diunggah keluarga korban di akun Instagram.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Faidil Zikri buka suara. Ia membenarkan adanya kejadian yang sampai membuat dua orang pemuda meninggal dunia usai menjadi korban pengeroyokan karena diduga telah melakukan pencurian kendaraan bermotor.

Faidil mengungkapkan kedua pemuda itu dikeroyok lantaran disebut mencuri helm. Ia juga menegaskan pihaknya telah meminta keterangan dari korban yang mengaku kehilangan helm. “Untuk kedua korban, M Arif Gunawan Siregar dan Riana Pratiwi sudah dimintai keterangannya,” jelas Faidil, Rabu (20/2) lalu.

M Arif Gunawan Siregar dan Riana Pratiwi mengaku kepada polisi bahwa mereka mendapati helmnya diambil kedua pemuda yang dikeroyok massa dan oknum satpam tersebut. Namun demikian, Faidil mengaku masih menunggu laporan dari keluarga korban tewas sebelum mengambil tindak hukum.

Sementara itu, ada informasi di lapangan yang menyebutkan bahwa salah satu korban tewas adalah anak oknum polisi. Atas hal ini Faidil menegaskan belum bisa memastikan kebenarannya. “Belum tahu soal itu karena belum ada laporan,” pungkasnya tegas.