Pernah Hina Jokowi dan Hobi Pamer Duit di Medsos, Nasib Pemuda Ini Berakhir Mengenaskan


SURATKABAR.ID – Seorang pria asal Manado yang hobi pamer uang di media sosial kini harus mengalami nasib tak terduga. Taufik Gani, sebelumnya juga pernah viral lantaran menghina sejumlah tokoh besar, seperti Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ayu Ting Ting.

Tak hanya itu. Seperti yang dilansir dari laman Tribunnews.com dari Grid.ID, pada Kamis (21/2/2019), pria 23 tahun ini juga sempat bikin kegemparan di dunia maya. Pasalnya ia membagikan fotomesumnya bersama sesama pria.

Pria yang beberapa kali menciptakan kontroversi di jagat maya ini diketahui merupakan warga Lingkungan I Kelurahan Mawahu, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Sulawesi Utara. Pada Oktober 2016 silam, Gani merupakan residivis kasuspornografi.

Dan rupanya tak berhenti sampai di situ saja. Ia lagi-lagi terlibat kasus penghinaan terhadap penyanyi dangdut Ayu Ting Ting pada November 2017. Berselang satu tahun kemudian, tepatnya pada Agustus 2018, ia kembali berulah dengan mencemooh Presiden Jokowi.

Kali ini, usai bikin viral dengan pamer duit di media sosial, Taufik Gani harus menanggung akibatnya. Pria yang kerap mengaku sebagai orang terkaya se-Indonesia, bali, dan Amerika ini kembali digelandang pihak kepolisian lantaran diduga terlibat kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat).

Baca Juga: Ancam Akan Habisi Nyawa Jokowi dengan Bengis, Nasib Terbaru Roy Bikin Nyali Ciut

Polisi membekuk Taufik Gani di Jalan Ahmad Yani Nomor 8 Medan, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan. Ia terbukti mencuri ponsel dan notebook dengan total nilai hingga ratusan juta rupiah.

Menurut Katimsus Jatanras Polda Sulut AKP Sugeng Wahyudi Santoso SH SIK, uang hasil pencurian ponsel merek iPhone seri S dan notebook tersebut digunakan Taufik R Gani untuk bersenang-senang bareng pasangan homonya.

“Bukan untuk ditabung, ditukar dalam pecahan Rp 50 ribu kemudian dipamerkan di media sosial Facebook dan dipakai berfoya-foya ke Bali dan Jakarta bersama pasangan homonya,” jelas AKP Sugeng Wahyudi Santoso.

Lebih lanjut dijelaskan, uang hasil penjualan 27 smartphone iPhone seri paling baru dan empat unit notebook ditukarkan Gani ke money changer. Aksi tersangka menyebabkan kerugian hingga Rp 500 juta. Ia pun dilaporkan atas kejahatannya tersebut.

“Dari hasil penyelidikan, tersangka punnya keinginan ketika punya uang banyak ditukar ke money changer bukan untuk ditabung. Ditukar dalam pecahan Rp 50 ribu kemudian dipamerkan di media sosial Facebook,” jelas AKP Sugeng.

Gabungan Buser Polrestabes medan dan Timsus Jatanras Polda Sulut berhasil menangkap Gani tanpa kesulitan. “Tersangka kami amankan di rumahnya di Lingkungan I Kelurahan Mawahu Kecamatan Tuminting sekitar pukul 04.00 Wita pagi pekan lalu,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Taufik R Gani juga sempat digelandang ke Polda Jatim dalam rangka pengembangan kasus. Pasalnya barang hasil curiannya sempat dijual Gani ke wilayah Malang, Jawa Timur.

Penangkapan terhadap Taufik R Gani berdasarkan surat perintah yang dikeluarkan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Puti Yudha Prawira SIK MH, bernomor SP.Kap/117/II/RES.1.8/2019/Reskrim. Atas perbuatannya, residivis satu ini akan dijerat dengan KUHP Pasal 363.

Aksi pamer duit Gani yang diunggah di akun media sosial Facebook, @taufik.rgani.7, tersebut langsung viral dan ramai diperbincangkan di berbagai media sosial. Salah satunya dibagikan ulang oleh channel YouTube Anak Kos berikut: