Waspada! Tulang Patah hingga Bikin ‘Rudal Susah Bangun’, Ini Fakta Mengerikan dari Jatuh Akibat Bercanda Tarik Kursi


SURATKABAR.ID – Kisah pilu yang dibagikan akun media sosial Facebook orangtua murid SMA langsung menjadi viral setelah mengungkap bagaimana anaknya mengalami cedera fatal akibat jatuh dari kursi. Anaknya disebutkan harus menjalani rawat jalan lantaran mengalami cedera tulang ekor.

Mungkin niat teman-temannya menarik kursi ketika korban akan duduk cuma sekedar bahan-lucu-lucuan. Namun seperti yang sudah banyak dibahas, jatuh dengan posisi terduduk bisa mendatangkan risiko yang sangat membahayakan bagi korban.

Terkait terjatuh karena candaan tarik kursi, Dr. dr. Wawan Mulyawan, SpBS, SpKP, dari Lamina Pain and Spine Center, RS Meilia Cibubur dalam acara temu media yang digelar Selasa (19/2) kemarin, buka-bukaan soal dampak mengerikan di baliknya.

“Harusnya, kalau dia jatuh itu yang paling banyak nyeri bisa yang akut sampai kronis. Umumnya yang menyebabkan kelumpuhan tulang retak, kemudian menyobek saraf, butuh usaha yang keras. Tapi kalau jatuh dari kursi ditarik, di atas 95 persen tidak akan (mengalami kelumpuhan),” jelasnya.

Di bawah ini beberapa risiko jatuh akibat bercanda tarik kursi, seperti yang dihimpun dari laman Detik.com, pada Rabu (20/2/2019):

Baca Juga: Jadi Musuh Lantaran Dipercaya Bisa Mengancam Keperkasaan, Siapa Sangka Terong Punya 6 Kekuatan Super Ini

Hati-Hati Tulang Patah

Tulang ekor yang paling sering terancam ketika seseorang jatuh dalam kondisi duduk. Tulang ekor sendiri merupakan tulang yang memegang peran penting dalam membantu kita mengatur posisi duduk agar tetap dalam keadaan nyaman.

“Kalau tulang ekor patah kita sering ketemu. Kan tulang ekor ujungnya pendek, jadi kalau jatuhnya pas ‘tek’. Ada sarafnya lokal di situ, jadi nyerinya di situ dan bisa lama. Berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Biasanya kita suntik di situ, atau koreksi,” jelas dr. Wawan.

Bisa Lumpuh Karena Jatuh?

Penyebab kelumpuhan adalah karena adanya cedera dari tulang leher hingga tulang punggung. Biasanya dikarenakan kecelakaan hebat. Jika kecelakaan menyerang area leher sampai punggung, akibatnya tangan atau kaki bisa saja tak dapat digerakkan lagi.

Sementara jika cedera di pinggang, maka risiko kelumpuhan bisa dialami di area kaki. “Ada juga yang berhubungan dari otak, itu biasanya pendarahan. Tapi butuh usaha yang lebih ‘keras’ lagi dari sejadar jatuh. Kalau misal jatuh dari kursi tidak akan terjadi lumpuh.”

Mungkinkah Berisiko Buta?

Informasi yang tersebar di masyarakat luas adalah, jatuh dalam posisi duduk dapat menyebabkan mata buta. dr. Wawan mengungkapkan, hal tersebut juga bisa terjadi jika seseorang terjatuh dan mengalami benturan yang sangat hebat pada kepala.

“Kalau kebutaan dari tulang belakang langsung sih enggak. Kalau terjadi kebutaan karena benturan di kepala, di luar mata kalau mata rusak kan memang bisa buta ya. Jadi, saraf ke arah mata itu terganggu, mengganggu pengelihatan. Tapi itu juga butuh ‘usaha’, artinya kecelakaan yang hebat,” jelasnya.

Risiko Fatal Akibat Cedera Karena Benturan

Gangguan pada saraf otonom, disebutkan dr. Wawan, juga bisa dialami korban. Hal ini bisa mengakibatkan banyak hal. Mulai dari gangguan kencing atau gangguan buang air besar. “Atau kalau laki-laki, ‘itu’-nya nggak kuat ‘bangun’. Tapi kalau sekedar jatuh dari kursi biasanya sakit pinggang saja,” jelasnya.